Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto adalah satu-satunya pemimpin negara yang mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, meskipun agenda inaugural Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian sangat padat.
Teddy mencatat bahwa setidaknya terdapat 15 kepala negara dan kepala pemerintahan yang hadir dalam pertemuan perdana BoP pada Kamis, 19 Februari 2026, waktu setempat. Namun, hanya Prabowo yang melakukan pertemuan bilateral secara langsung dengan Trump.
"Jadi Bapak Presiden melakukan bilateral dengan Presiden Donald Trump, jadi kemarin ada lebih dari 15 Kepala Negara dan Pemerintah, jadi kemudian satu-satunya Kepala Negara yang melakukan bilateral dengan Presiden Trump itu salah satunya, dan satu-satunya adalah Presiden Prabowo," jelas Teddy dalam konferensi pers di Washington DC, seperti yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden pada Sabtu (21/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Trump secara resmi menyetujui tarif perdagangan resiprokal atau timbal balik. Teddy menjelaskan bahwa diplomasi ekonomi yang dilakukan oleh Prabowo berhasil membuat AS menurunkan tarif dagang untuk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen.
"Kemudian di situ juga dilaksanakan penandatanganan langsung perjanjian, yang mana saya mengingatkan lagi, jadi perjanjiannya memang 19 persen, menjadi 19 persen, dari sebelumnya tahun lalu itu 32 persen, menjadi 19 persen," imbuhnya.
Advertisement
Selain penurunan tarif, Teddy juga menjelaskan bahwa kesepakatan ini memberikan fasilitas tarif 0 persen untuk 1.819 produk unggulan Indonesia. Produk-produk tersebut mencakup kakao, minyak kelapa sawit, dan kopi.
"Ada tarif 0 persen untuk 1.819 produk unggulan, khususnya di bidang pertanian dan industri, kopi, kakao, minyak kelapa sawit, kemudian semi konduktor," ungkap Teddy.
Setelah penandatanganan perjanjian, Prabowo dan Trump melanjutkan diskusi dalam pertemuan tertutup untuk membahas isu strategis dalam suasana yang konstruktif dan produktif.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto berhasil menurunkan tarif perdagangan resiprokal dengan Amerika Serikat (AS) dari 32 persen menjadi 19 persen. Teddy juga menyampaikan harapan bahwa tarif resiprokal tersebut dapat mengalami penurunan lebih lanjut di masa mendatang.
Advertisement
Menurut Teddy, Presiden Prabowo telah mengadakan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump setelah penandatanganan tarif dagang resiprokal di Washington DC pada hari Kamis, 19 Februari 2026, waktu setempat. Teddy menyatakan bahwa pertemuan tersebut berlangsung selama 30 menit dan membahas berbagai topik, termasuk masalah tarif dagang.
"Presiden Prabowo dan Presiden Trump melaksanakan pertemuan, kurang lebih sekitar 30 menit, tentunya banyak pembicaraan di sana, dan kita tunggu, mungkin dalam waktu dekat, yang sekarang 19 persen, ya mungkin ke depan akan menjadi lebih baik lagi untuk Indonesia, kita tunggu saja," ungkap Teddy dalam konferensi pers yang diadakan di Washington DC pada Jumat (20/2/2026).
Dia menjelaskan bahwa tarif dagang yang dikenakan oleh AS terhadap Indonesia awalnya mencapai 32 persen. Namun, melalui upaya diplomasi yang dilakukan oleh Prabowo, tarif tersebut berhasil diturunkan secara signifikan menjadi 19 persen.
"Kemudian di situ juga dilaksanakan penandatanganan langsung perjanjian, yang mana saya mengingatkan lagi, jadi perjanjiannya memang 19 persen, menjadi 19 persen, dari sebelumnya tahun lalu itu 32 persen, menjadi 19 persen," kata Teddy.
Dia menambahkan bahwa kesepakatan perdagangan ini juga memberikan fasilitas tarif 0 persen bagi 1.819 produk unggulan Indonesia, terutama di sektor pertanian dan industri strategis.
"Kemudian yang kedua, ada tarif 0 persen untuk 1.819 produk unggulan, khususnya di bidang pertanian dan industri, kopi, kakao, minyak kelapa sawit, kemudian semi konduktor," jelas Teddy.