Gregetan Sampai Melotot Perwira Polisi Tarik Kerah Jambret 19 Kali Beraksi: Beraninya sama Anak Kecil
Begini reaksi keras Kapolres Blitar tarik kerah jambret yang sasar korban anak kecil.
Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman naik pitam saat bertemu pelaku penjambretan yang menyasar korban anak-anak.
Dalam akun Instagram pribadinya @arif_fazlurrahman, ia sampai menarik kerah penjambret karena jengkel mendengar pengakuan pelaku yang tega melakukan kejahatan terhadap anak kecil.
Menurut informasi, pelaku beberapa kali melancarkan aksinya di Kabupaten Blitar. Namun kepolisian berhasil mengamankannya untuk diminta pertanggungjawaban.
"Anak-anak di Kabupaten Blitar menjadi korban penjambretan. Beruntung, pelaku berhasil diamankan oleh Polres Blitar. Namun, kejadian ini mengingatkan kita semua bahwa kejahatan bisa terjadi kapan saja, bahkan menimpa anak-anak," tulisnya.
Amarah Kapolres Blitar
AKBP Arif kesal dengan perbuatan pelaku yang dianggap bejat. Apalagi korban sampai terluka karena aksi tersebut.
Dengan memasang wajah garang, Kapolres Blitar mengecam keras tindakan pelaku. Bahkan ia meminta pelaku membayangkan jika korban adalah anaknya.
"Udah punya anak, umurnya 5 tahun, kalau dia dijambret begini sama orang, sampean terima gak?"
"Kalau dia ditoyor begini, terus dia jatuh, terluka, kepalanya luka, ataupun terindas kendaraan, terima gak kamu?" kata AKBP Arif di hadpaan pelaku.
Incar Anak Kecil
Menurut pengakuan pelaku, ia telah 19 kali melancarkan aksinya. Hal tersebut sontak mendapat teguran keras dari Arif di hadapannya langsung.
"Jambret anak-anak, beraninya sama anak-anak, sudah berapa kali? 15, 16, 17, 19 kali. Jambreti anak-anak, beraninya sama anak kecil. Perbuatan kamu itu membahayakan orang," sambungnya.
AKBP Arif berharap pelaku bisa segera taubat dan tidak mengulangi hal tersebut. Menurutnya jika pelaku kembali mengulangi perbuatannya, bukan tak mungkin azab yang akan membuatnya kapok.
"Semoga kamu berubah dan bertobat. Kalau gak berubah, azab apa yang kamu terima di dunia ini? Saya berharap ini yang terakhir," pungkasnya.