Fenomena Janin Tiba-tiba Hilang dalam Kandungan, Bagaimana Penjelasan Medis?
Fenomena janin hilang dalam kandungan, sering dikaitkan dengan hal mistis, sebenarnya dapat dijelaskan secara medis.
Peristiwa hilangnya janin berusia 9 bulan dalam kandungan di Sumatera belum lama ini menghebohkan jagat duni maya.
Sepasang suami istri dibuat kaget lantaran mengetahui hasil USG jelang hari kelahiran justru didapati kosong. Alhasil, kejadian tersebut membuat para dokter bingung mengapa fenomena ini telah terjadi.
Bagi masyarakat awam, seringkali menimbulkan pertanyaan dan dikaitkan dengan hal-hal mistis. Namun, berbagai kondisi medis dapat menjelaskan fenomena ini, meskipun penjelasannya bergantung pada usia kehamilan dan konteksnya.
Tidak ada kasus di mana janin yang sudah berkembang sepenuhnya tiba-tiba menghilang tanpa sebab medis yang jelas. Penjelasan medis lebih masuk akal dibandingkan penjelasan mistis yang beredar di masyarakat.
Seorang dokter kandungan, misalnya, akan menjelaskan bahwa hilangnya janin ini bukan berarti janin tersebut menghilang begitu saja. Melainkan, ada beberapa kemungkinan kondisi medis yang menyebabkan situasi seakan-akan janin menghilang.
Kondisi-kondisi ini perlu dipahami agar tidak terjadi kesalahpahaman dan penanganan medis dapat dilakukan dengan tepat.
Kasus yang viral di media sosial sering dikaitkan dengan hal-hal supranatural, seperti janin diambil makhluk halus atau berpindah ke ibu hamil lain.
Namun, penjelasan-penjelasan ini tidak didukung bukti ilmiah. Dokter spesialis kandungan menyatakan bahwa janin yang sudah berkembang tidak mungkin menghilang secara tiba-tiba tanpa penjelasan medis yang masuk akal.
Lantas bagaimana penjelasan secara medis? Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (8/5) simak informasi berikut ini.
Kehamilan Palsu (Pseudocyesis)
Pseudocyesis atau kehamilan palsu merupakan kondisi psikologis di mana seorang wanita mengalami gejala kehamilan seperti perut membesar, mual, muntah, dan nyeri payudara, bahkan merasakan gerakan janin, tetapi sebenarnya ia tidak hamil.
Kondisi ini disebabkan oleh keinginan kuat untuk hamil, riwayat trauma atau keguguran, depresi, atau gangguan psikologis lainnya.
Pada pemeriksaan USG, tidak akan ditemukan janin dalam rahim. Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.
Setelah pemeriksaan medis, kehamilan ini akan hilang karena memang tidak pernah ada sejak awal. Penanganan pseudocyesis berfokus pada mengatasi masalah psikologis yang mendasarinya.
Penting untuk diingat bahwa pseudocyesis merupakan kondisi medis yang nyata dan membutuhkan penanganan profesional. Konseling psikologis dan dukungan emosional dapat membantu wanita yang mengalami kondisi ini untuk mengatasi perasaan dan pikiran yang menyebabkan pseudocyesis.
Hamil Kosong (Blighted Ovum)
Blighted ovum atau hamil kosong adalah kondisi di mana kantung kehamilan terbentuk, tetapi embrio tidak berkembang atau berhenti berkembang sangat awal.
Tes kehamilan mungkin positif karena produksi hormon hCG, tetapi USG tidak akan menunjukkan janin. Kondisi ini biasanya terjadi pada awal kehamilan dan berakhir dengan keguguran spontan.
Meskipun terlihat seperti janin 'hilang', sebenarnya janin tidak pernah berkembang dengan baik. Penyebab blighted ovum seringkali disebabkan oleh kelainan kromosom pada embrio. Faktor lain seperti usia ibu, riwayat kehamilan sebelumnya, dan kondisi kesehatan ibu juga dapat meningkatkan risiko terjadinya blighted ovum.
Diagnosis blighted ovum biasanya dilakukan melalui USG. Pengobatannya umumnya berupa pengosongan rahim, baik secara alami atau dengan tindakan medis. Setelah mengalami blighted ovum, pasangan dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk merencanakan kehamilan selanjutnya.
Sindrom Kembar Hilang (Vanishing Twin Syndrome)
Vanishing twin syndrome terjadi pada kehamilan kembar. Salah satu janin berhenti berkembang dan diserap kembali oleh tubuh ibu, sehingga hanya satu janin yang tersisa. Kondisi ini sering terjadi pada trimester pertama, bahkan sebelum ibu menyadari bahwa ia hamil kembar.
Ibu mungkin awalnya melihat dua kantung kehamilan pada USG awal, tetapi hanya satu yang terlihat pada pemeriksaan selanjutnya. Vanishing twin syndrome umumnya tidak berbahaya bagi janin yang tersisa, asalkan kehamilan tersebut tetap sehat dan berkembang dengan baik. Tidak diperlukan penanganan khusus kecuali ada komplikasi lain.
Meskipun awalnya terlihat seperti janin 'hilang', sebenarnya hanya salah satu dari kembar yang berhenti berkembang. Kondisi ini merupakan proses alamiah dan tidak memerlukan intervensi medis khusus kecuali ada tanda-tanda komplikasi.
Kesalahan Perhitungan Usia Kehamilan
Perhitungan usia kehamilan yang tidak akurat dapat menyebabkan kebingungan. Ukuran janin yang lebih kecil dari perkiraan dapat menimbulkan kesan bahwa janin 'hilang'. Hal ini terutama terjadi jika pemeriksaan USG dilakukan dengan selang waktu yang cukup lama.
Akurasi perhitungan usia kehamilan sangat penting untuk memantau perkembangan janin. Metode perhitungan usia kehamilan yang akurat, seperti USG, dapat meminimalisir kemungkinan kesalahan perhitungan. Konsultasi rutin dengan dokter kandungan sangat dianjurkan untuk memantau perkembangan kehamilan.
Kesalahan dalam penentuan usia kehamilan bukanlah fenomena yang jarang terjadi. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan USG secara berkala untuk memastikan akurasi perhitungan usia kehamilan dan memantau perkembangan janin.