Viral Bayi Dalam Kandungan Wanita ini Tiba-Tiba Hilang saat Mau Lahiran Padahal Rutin USG, Dokter Sampai Bingung

Kejadian tak masuk akal dialami pasutri asal Sumatera usai janin dalam kandungan berusia 9 bulan hilang tiba-tiba.

Thomas
Oleh Thomas - Reporter
Viral Bayi Dalam Kandungan Wanita ini Tiba-Tiba Hilang saat Mau Lahiran Padahal Rutin USG, Dokter Sampai Bingung
Ilustrasi Janin (Freepik.com)

Sepasang suami istri asal Sumatera mengalami kejadian misterius usai janin di dalam kandungan berusia 9 bulan tiba-tiba menghilang tanpa sebab.

Kisah ini diungkap oleh seorang Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Suryo Bawono di akun TikTok-nya, @drsuryo.

Peristiwa tersebut diduga benar terjadi hingga membuat sejumlah dokter yang terlibat tak percaya.

Usai video itu viral di media sosial, beragam komentar ramai diperbincangkan masyarakat. Tak sedikit yang mengaitkan dengan peristiwa supranatural hingga hanya sekedar 'settingan'.

Seperti apa kronologi lengkap kandungan 9 bulan hilang dari perut sang ibu yang belakangan ramai di media sosial? Simak penjelasan berikut ini.

Janin 9 Bulan Hilang
Janin 9 Bulan Hilang TikTok @drsuryo

Kronologi Janin 9 Bulan Hilang

Peristiwa tersebut dialami oleh pasutri asal Kota S di Pulau Sumatera. Keduanya mengaku rutin melakukan pemeriksaan kandungan hingga direncanakan harus melakukan operasi caesar karena usia kehamilan sudah postdate atau melewatu waktu kelahiran.

Setibanya mereka di rumah sakit, bidan tidak menemukan rekam jantung bayi. Alhasil, ia harus melakukan pemeriksaan USG ulang oleh dokter SPOG.

Pasutri tersebut dibuat kaget saat melihat hasil USG yang menjelaskan tidak ada tanda-tanda kehamilan sama sekali.

"Pas di USG itu gak ada pak," ucap sang ibu hamil.

Karena merasa janggal, dokter SPOG meminta bantuan dokter kandungan lain untuk mengecek ulang. Bahkan, dokter penyakit dalam dan radiologi juga diterjunkan untuk melakukan USG dengan hasil yang sama yaitu bayi telah hilang.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, sang ibu menuturkan kesimpulan yang masih dianggap misterius dan tidak masuk akal.

"Kesimpulannya nggak ada, bingung dari medis juga nggak tahu sampai kami itu stres kaya gitu," ucap kedua pasutri.

Mendengar penjelasan tersebut, dokter Suryo pun tidak dapat berbuat banyak dan menilai kejadian ini tidak masuk akal apalagi pasien disebut sebagai seorang tenaga medis juga yang bekerja di rumah sakit.

"Kisah ini tidak masuk akal saat saya mendengar penuturannya, apalagi pasien tersebut juga seorang tenaga medis yang bekerja di RSUD Kota S," tutur dokter Suryo.

Ilustrasi Janin
Ilustrasi Janin Freepik.com

Janin Hilang Menurut Medis

Peristiwa janin hilang dalam kandungan beberapa kali terjadi dan dialami pasien. Meski begitu, banyak yang mengaitkan hal ini dengan peristiwa supranatural hingga kepercayaan setempat.

Sebenarnya ada banyak dugaan mengapa seorang ibu kehilangan janinnya di usia tertentu. Beberapa faktor di antaranya yaitu:

1. Blighted Ovum

Bilghted Ovum adalah kondisi kehamilan di mana sel telur yang telah dibuahi menempel di rahim, tetapi tidak berkembang menjadi embrio. Kondisi ini juga dikenal sebagai kehamilan kosong, dan seringkali merupakan penyebab keguguran dini.

Meskipun embrio tidak terbentuk, kantung kehamilan (tempat embrio seharusnya berkembang) tetap tumbuh.

Blighted ovum seringkali menjadi penyebab keguguran di awal kehamilan karena tubuh akan mengidentifikasi kehamilan sebagai tidak normal dan menghentikannya.

Penyebabnya adalah kelainan kromosom, yang dapat terjadi karena pembelahan sel yang tidak sempurna atau kualitas sel telur dan sperma yang buruk. Selain kelainan kromosom, faktor-faktor lain seperti usia ibu, riwayat kehamilan sebelumnya, dan kondisi kesehatan ibu juga dapat berperan.

2. Pseudocyesis

Pseudocyesis atau kehamilan palsu, adalah kondisi psikologis di mana seseorang percaya bahwa dirinya hamil padahal sebenarnya tidak. Wanita yang mengalami pseudocyesis mengalami gejala-gejala kehamilan seperti haid terhenti, bengkak perut, nyeri payudara, bahkan merasakan gerakan janin meskipun tidak ada kehamilan.

Kehamilan palsu sering terjadi pada wanita yang mengalami stres, kecemasan, atau gangguan emosional lainnya, terutama pada mereka yang sangat menginginkan memiliki anak.

Dalam beberapa kasus, pseudocyesis dapat terkait dengan gangguan psikologis seperti somatic symptom disorder.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perubahan hormon juga dapat berperan dalam terjadinya pseudocyesis.

Gejala yang biasa terjadi adalah timbul perasaan hamil, merasa ada gerakan janin di perut, dan percaya bahwa dirinya hamil.

Rekomendasi