Unggahan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Suryo Bawono di akun TikTok-nya, @drsuryo, viral di media sosial. Dalam unggahannya, dia menceritakan kisah pasangan suami istri asal Sumatera yang mengalami kejadian tak biasa.
Dinarasikan pula pasangan suami istri itu menceritakan keanehan yang dialami. Janin usia 9 bulan di kandungan istrinya menghilang tanpa sebab.
Dalam video itu diduga ada seorang dokter yang sedang melayani konsultasi pasutri. Kepada dokter, pasutri mengaku rutin melakukan pemeriksaan kandungan hingga direncanakan harus melakukan operasi caesar karena usia kehamilan sudah postdate atau melewati waktu kelahiran.
Setibanya mereka di rumah sakit, bidan tidak menemukan rekam jantung bayi. Alhasil, ia harus melakukan pemeriksaan USG ulang oleh dokter SPOG.
Tetapi, pasutri tersebut dibuat kaget saat melihat hasil USG yang menjelaskan tidak ada tanda-tanda kehamilan sama sekali. Secara medis, mungkinkah peristiwa itu terjadi?
merdeka.com sedang berusaha menelusuri kebenaran informasi tidak. Termasuk mencari tahu RSUD di Kota S yang disebutkan sebagai peristiwa itu. Tetapi belum ditemukan tanda-tanda yang menguatkan pada lokasi dalam peristiwa itu,
Advertisement
Dokter Kebidanan Kandungan, Fertility & Hormon Reproduksi, Ahli Bedah Laparoskopi dari RS EMC Pulogadung, dr. Caroline Tirtajasa, Sp.OG (K), menyebut secara teori dan keilmuan, kondisi semacam itu tidak mungkin terjadi dengan catatan bila proses USG yang dilakukan benar. Tetapi, dr Caroline mengaku tidak bisa menduga-duga apa yang menjadi penyebab karena tidak menangani sendiri kasus tersebut.
Namun demikian, katanya, secara teori, jika proses kehamilan seseorang bagus seharusnya janin tetap ada di dalam kantung kehamilan.
"Kalau bukan kehamilan yang tidak berkembang seharusnya janin tetap ada di perut," katanya saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (8/5).
Andai pun ada kasus kehamilan tidak berkembang, biasanya terjadi di trimester pertama. Artinya, kondisi janin masih sangat kecil yang memungkinkan keluar bersama jaringan-jaringannya saat proses pendarahan atau yang disebut keguguran.
"Keguguran itu biasanya terjadi di trimester 1 atau usia kehamilan 12 minggu," katanya.
dr Caroline menambahkan, janin usia sembilan bulan secara ukuran sudah besar dengan berat rata-rata sudah 2,5 kg. Selain itu, sudah memiliki organ tubuh lengkap dan memiliki detak jantung.
Dari penelusuran merdeka.com, sebenarnya memang ada kondisi-kondisi yang menyebabkan hilangnya janin dari kantung kehamilan, seperti Blighted Ovum atau kehamilan tidak berkembang dan Pseudocyesis atau kehamilan palsu.
Menurut dr Caroline, kasus kehamilan berkembang biasanya terjadi di trimester pertama. Sementara kehamilan palsu tentu tidak ada tidak ada kantung kehamilan atau tidak ada janin.
"Atau ada juga disebut dengan IUFD atau Intra Uterine Fetal Death yang berarti kematian janin di dalam perut yang tidak diketahui, tetapi itu janinnya tetap ada. Meski memungkinkan mengecil karena terlambat diketahui," ujarnya.
dr Caroline juga mempersilakan bagi pasangan suami istri atau ibu hamil yang ingin mendapatkan ilmu lebih banyak soal kehamilan untuk mengakses informasi di akun IG miliknya @drcarolinetirtajasaspogk atau YouTube @drcarolinetirtajasaspogk910.