Ciri Kanker Tenggorokan Stadium Awal, Begini Cara Mengobatinya
Ciri kanker tenggorokan stadium awal kerap tidak disadari oleh penderitanya. Sebab, gejalanya sangat mirip dengan gejala sakit tenggorokan biasa.
Ciri kanker tenggorokan stadium awal kerap tidak disadari oleh penderitanya. Sebab, gejalanya sangat mirip dengan gejala sakit tenggorokan biasa.
Ciri Kanker Tenggorokan Stadium Awal, Begini Cara Mengobatinya
Ciri kanker tenggorokan stadium awal kerap tidak disadari oleh penderitanya. Sebab, gejalanya sangat mirip dengan gejala sakit tenggorokan biasa. Namun perlu disadari, apabila sakit tenggorokan terjadi secara persisten maka sebenarnya Anda perlu waspada.
Kanker tenggorokan ini terjadi lantaran sel-sel tumbuh secara tidak terkendali di bagian tenggorokan. Apabila sudah terdiagnosa, pengobatan kanker tenggorokan memang cukup beragam.
Semua tergantung di mana kanker tersebut berkembang dan seberapa cepat seseorang menerima diagnosisnya. Ada beberapa ciri kanker tenggorokan stadium awal yang wajib diketahui.
Lantas apa saja ciri-cirinya? Dan bagaimana pengobatan yang bisa dilakukan? Merangkum dari beragam sumber dan Halodoc, berikut adalah ulasan tentang ciri kanker tenggorokan stadium awal untuk dipahami, Kamis (20/7).
2023/Merdeka.com
Ciri Kanker Tenggorokan Stadium Awal
Ciri kanker tenggorokan stadium awal memang mirip dengan pilek pada tahap awal. Hal ini misalnya sakit tenggorokan yang persisten. Maka penting untuk mewaspadai sakit tenggorokan serta suara yang serak yang berlangsung lebih dari dua minggu lamanya.
Apabila Anda mengalami sakit tenggorokan yang persisten, maka ada baiknya untuk segera periksakan diri ke dokter. Itu semua agar kanker tenggorokan bisa didiagnosis dan ditangani jauh lebih cepat.
Sementara itu, gejala kanker tenggorokan stadium lanjut ialah:
- Kesulitan menelan.
- Batuk terus menerus.
- Benjolan di mulut, tenggorokan, atau leher.
- Sakit telinga atau rahang.
- Sakit kepala.
- Sulit bernapas.
- Bercak putih atau luka di mulut.
- Penurunan berat badan tanpa sebab.
- Perdarahan di mulut atau hidung.
- Pembengkakan mata, rahang, tenggorokan atau leher.
- Ketidaknyamanan di tenggorokan.
- Sakit tenggorokan kronis.
- Produksi dahak yang konstan.
2023/Merdeka.com
Penyebab Kanker Tenggorokan
Kanker tenggorokan ini bisa terjadi lantaran terjadinya mutasi (perubahan) gen pada sel-sel tenggorokan. Mutasi tersebut akan memicu tumbuhnya sel abnormal yang tak terkendali.
- Kebiasaan merokok
- Kecanduan alkohol
- Infeksi virus HPV (human papillomavirus) atau penyakit asam lambung (GERD)
- Kondisi gigi dan mulut yang tidak terjaga dengan baik
- Kurang asupan sayur dan buah-buahan
- Paparan bahan kimia, seperti asbes, nikel, dan sulfur
- Daya tahan tubuh yang lemah, misalnya karena menderita HIV/AIDS, mengalami malnutrisi, atau mengonsumsi obat imunosupresan
- Penyakit keturunan, seperti anemia Fanconi atau ataxia telangiectasia
This is title
Diagnosis Kanker Tenggorokan
Untuk melakukan diagnosis, dokter terlebih dahulu menanyakan gejala serta riwayat kesehatan pasien. Kebiasaan pasien yang bisa mempengaruhi serta memicu timbulnya gejala juga akan ditanyakan, misalnya seperti merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol.
Diagnosis Kanker Tenggorokan
Untuk melakukan diagnosis, dokter terlebih dahulu menanyakan gejala serta riwayat kesehatan pasien. Kebiasaan pasien yang bisa mempengaruhi serta memicu timbulnya gejala juga akan ditanyakan, misalnya seperti merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol.
Nasoendoskopi
Nasoendoskopi merupakan pemeriksaan yang bertujuan guna melihat kondisi tenggorokan dengan menggunakan alat seperti selang yang dilengkapi dengan kamera. Alat itu disebut dengan endoskop yang dimasukkan lewat hidung hingga mencapai tenggorokan.
Biopsi jaringan Tenggorokan
Biopsi dilakukan guna mendeteksi tanda-tanda kanker, termasuk virus HPV dengan mengambil sampil jaringan tenggorokan dan menelitinya di laboraturium. Sampel jaringan tenggorokan itu akan diambil menggunakan alat endoskop.
Pemindaian
Pemindaian bertujuan guna menentukan tingkat penyebaran kanker tenggorokan. Metode pemindaian ini dapat berupa foto Rontgen, CT scan, MRI dan PET scan.
Cara Mengobati
Usai memahami bagaimana ciri kanker tenggorokan di stadium awal dan lanjut, penting pula mengetahui pilihan pengobatan yang disediakan. Ada beberapa metode pengobatan yang telah direkomendasikan oleh dokter yang tergantung pada stadium kanker serta faktor lainnya.
Kemoterapi
Dalam kasus tumor besar dan tumor yang sudah menyebar ke kelenjar getah bening serta organ atau jaringan lainnya. Mungkin dokter akan merekomendasikan kemoterapi serta radiasi.
Kemoterapi merupakan obat yang membunuh dan memperlambat pertumbuhan sel-sel ganas.
2023/Merdeka.com
Terapi yang Ditargetkan
Terapi yang sudah ditargetkan ini ialah obat yang menghentikan penyebaran dan pertumbuhan sel kanker dengan mengganggu molekul spesifik yang bertanggung jawab untuk pertumbuhan tumor. Salah satu jenis terapi target untuk mengobati kanker tenggorokan adalah cetuximab (Erbitux).
Imunoterapi
Perawatan yang melibatkan obat-obatan memungkinkan sistem kekebalan sendiri untuk melawan kanker.