China Makin Perkasa, ini Daftar Kapal Induk Buatannya yang Bikin Barat Dagdigdug
Tiongkok kini memiliki tiga kapal induk yang menunjukkan kemajuan teknologi angkatan laut, yaitu Liaoning, Shandong, dan Fujian.
Kekuatan militer China tak bisa dipandang sebelah mata. Negeri tirai bambu juga memproduksi armada militernya sendiri dan sudah terbukti ketangguhan serta kecanggihannya.
Salah satunya adalah jet tempur buatannya. Dalam perang Pakistan-India yang terjadi beberapa hari lalu, jet tempur buatan China, Chengdu J-10C, yang digunakan AU Pakistan berhasil menembak jatuh tiga pesawat Rafale, satu Sukhoi SU-30, dan satu MIG-29 milik Angkatan Udara India.
Kehebatan jet tempur buatan China pun ramai menjadi perbincangan dunia. Tak hanya jet tempur, China juga memproduksi kapal induk buatan senidir.
Hal ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam pengembangan kekuatan angkatan laut China. Kapal-kapal induk tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat tempur, tetapi juga menjadi simbol kekuatan militer China yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Dilansir dari berbagai sumber, Selasa (13/5/2025), berikut informasi kapal-kapal induk yang dimiliki dan diproduksi China.
1. Liaoning (CV-16): Kapal Induk Pertama China
Kapal induk pertama China adalah Liaoning (CV-16). Kapal ini awalnya adalah Varyag, kapal induk kelas Kuznetsov milik Uni Soviet yang belum selesai dibangun.
Setelah Uni Soviet bubar, lambung kapal ini dibeli oleh China dari Ukraina pada tahun 1998 dan dirakit serta direnovasi di galangan Dalian.
Dengan sistem STOBAR (Short Take-off But Arrested Recovery), Liaoning dapat meluncurkan pesawat secara konvensional dan mendarat dengan bantuan kawat penahan. Kapal ini memiliki panjang 304,5 meter dan lebar 75 meter, serta mampu menampung hingga 40 pesawat.
Dengan kemampuan peluncuran dan pendaratan yang efisien, Liaoning memainkan peran penting dalam latihan militer China. Kapal ini juga sering digunakan untuk menunjukkan kekuatan angkatan laut China di berbagai latihan internasional.
Liaoning adalah simbol dari kemajuan teknologi dan kemampuan China dalam pertahanan maritim. Kapal ini menjadi pelopor bagi pengembangan kapal induk selanjutnya di China.
Spesifikasi utama:
- Sistem peluncur: Ski-jump (melengkung) di ujung dek.
- Panjang: Sekitar 304 meter.
- Berat: 60.000 ton penuh.
- Kapasitas: Sekitar 24 pesawat tempur J-15 dan helikopter pendukung.
- Status: Operasional sejak 2012.
2. Shandong (CV-17): Kapal Induk Pertama Buatan China
Shandong (CV-17) diluncurkan pada tahun 2017 dan resmi bergabung dengan angkatan laut dan mulai beroperasi pada tahun 2019. Kapal ini memiliki spesifikasi yang mirip dengan Liaoning, namun dengan beberapa peningkatan teknologi.
Shandong memiliki panjang 315 meter dan mampu menampung lebih dari 40 pesawat, termasuk pesawat tempur J-15. Dengan desain yang lebih modern, Shandong menjadi salah satu kapal induk yang diandalkan oleh China dalam misi-misi militer. Kapal ini berfungsi sebagai platform untuk latihan dan operasi di lautan.
Fitur utama:
- Galangan: Dalian Shipbuilding Industry Company.
- Sistem peluncur: Masih menggunakan ski-jump, tetapi dek penerbangan lebih luas.
- Kapasitas operasional lebih besar dibandingkan Liaoning.
- Peningkatan pada radar dan sistem kontrol pesawat.
- Status: Aktif dan ditempatkan di Armada Laut Selatan China.
Shandong menunjukkan bahwa China tidak hanya mampu mereplikasi desain asing, tetapi juga mengadaptasi dan menyempurnakannya untuk kebutuhan operasional sendiri.
3. Fujian (CV-18): Kapal Induk Terbesar dan Termodern China
Fujian merupakan kapal induk ketiga dan terbaru China yang diluncurkan pada Juni 2022. Kapal ini menjadi yang terbesar yang pernah dibangun China dengan panjang mencapai 320 meter dan menggunakan sistem catapults elektromagnetik (EMALS).
Dengan teknologi EMALS, Fujian dapat meluncurkan pesawat yang lebih berat dan lebih banyak dibandingkan dengan sistem STOBAR yang digunakan oleh pendahulunya. Desain dek penerbangannya juga lebih modern dan luas, memungkinkan operasional yang lebih efisien.
Kapal ini menandai transisi China dari sistem peluncur konvensional ke teknologi peluncuran elektromagnetik.
Spesifikasi unggulan:
- Sistem peluncur: EMALS (Electromagnetic Aircraft Launch System) — teknologi mutakhir yang juga digunakan oleh kapal induk tercanggih AS, USS Gerald R. Ford.
- Panjang: Diperkirakan sekitar 320 meter.
- Berat penuh: Lebih dari 80.000 ton.
- Desain: Dek datar penuh tanpa ski-jump, memungkinkan pengoperasian pesawat berat dan lebih banyak sortie per hari.
- Status: Dalam tahap uji coba laut, diperkirakan mulai operasional pada 2025.
Fujian menandai langkah besar China menuju kapal induk kelas dunia, dengan kemampuan tempur dan operasional yang jauh melampaui dua kapal pendahulunya.
4. Kapal Induk Terbaru China Bertenaga Nuklir?
Meskipun belum diumumkan secara resmi, laporan dan citra satelit mengindikasikan bahwa China sedang merancang kapal induk keempat yang diperkirakan akan menggunakan tenaga nuklir. Jika benar, kapal ini akan menjadi penantang langsung kapal induk nuklir Amerika seperti Nimitz dan Ford-class.
Perkiraan fitur:
- Sistem peluncuran EMALS yang lebih matang.
- Tenaga nuklir untuk daya tahan tempur lebih lama.
- Kapasitas tempur udara yang jauh lebih besar.
- Pengembangan dilakukan di galangan Jiangnan atau Bohai Shipyard.
Dengan kapal induk bertenaga nuklir, China akan memiliki armada laut yang dapat beroperasi dalam jangkauan global tanpa ketergantungan pada logistik bahan bakar konvensional.