Catatan Buruk Timnas Indonesia Hadapi China di Kandang, Terakhir Kali Menang di Era Bung Karno
Timnas Indonesia akan menjamu China pada Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Kamis (5/6) malam.
Partai penentuan akan tersaji di laga Timnas Indonesia vs China demi mengunci satu tiket lolos ke babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada Kamis (5/6) pukul 20.45 WIB.
Meski tampil di hadapan suporter, bukan perkara mudah Indonesia mampu meraih kemenangan atas China. Pada pertemuan pertama, Indonesia harus takluk 2-1 saat bertanding di Qingdao Youth Stadium, China.
Timnas Indonesia juga dihantui rekor buruk kala bertemu China. Bahkan Indonesia tidak memiliki rekor impresif kala menghadapi China di partai kandang.
Faktanya, Indonesia kali terakhir menang atas China hampir tujuh dekade lalu kala Pemerintahan Presiden Soekarno masih berkuasa. Lantas bagaimana pertemuan kedua negara sepanjang sejarah? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Kemenangan Terakhir Lawan China di Kandang
Timnas Indonesia tidak memiliki sejarah baik kala bertemu China di laga kandang. Dari 5 pertandingan kandang yang telah dilakoni, skuad Garuda hanya mampu menang 1 kali, imbang 3 kali, dan 1 kali kalah.
Dikutip dari laman 11vs11, Senin (2/6), kali terakhir Indonesia berhasil menang atas China di kandang terjadi pada 12 Mei 1957 di pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 1958 putaran pertama.
Indonesia berhasil mempermalukan China 2-0 di hadapan publik Stadion Ikada, Jakarta lewat gol legenda PSM Makassar Andi Ramang.
Pada putaran kedua, Indonesa takluk dari China di laga tandang dengan skor tipis 4-3. Kedua negara pun mengulang pertemuan di babak penentuan karena memiliki poin yang sama.
Pertandingan itu sangat penting karena berhasil membawa Garuda lolos ke babak kedua kualifikasi yang saat itu menjadi satu dengan wakil dari Afrika.
Indonesia berhasil tergabung bersama Israel, Sudan, dan Mesir. Namun karena masalah politik, Presiden Soekarno pada saat itu meminta Timnas Indonesia menolak main dengan Israel demi menghormati Palestina.
Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di Istora Senayan, Jakarta, Presiden Soekarno menyatakan Timnas Indonesia tidak akan pernah bermain melawan Israel sampai Palestina merdeka. Presiden Soekarno memerintahkan Timnas Indonesia mundur.
Karena keputusan tersebut, Israel berhasil lolos ke babak play-off tanpa melalui laga kualifikasi.
Rekor Buruk Hadapi China
Sepanjang pertemuan kedua negara, Timnas Indonesia tidak memiliki sejarah yang baik kala menghadapi China. Dari 18 pertemuan, Indonesia hanya mampu mencatatkan 3 kemenangan, 3 kali imbang, dan 12 kali kekalahan.
Selain rekor kemenangan yang rendah, Indonesia juga tak jarang menjadi lumbung gol kala bersua Tim Tirai Bambu.
Timnas Indonesia pernah dibantai 4-0 (Piala Asia 2000), 5-1 (Kualifikasi Piala Dunia 2002), dan 5-0 (Piala Asia 2004). Total Indonesia berhasil mencetak 17 gol dan kebobolan sebanyak 41 gol.
Dari 3 kemenangan Timnas Indonesia atas China, skuad Garuda hanya mampu menang 1 kali di ajang kompetisi resmi tepatnya Kualifikasi Piala Dunia 1958. Sisanya, Indonesia hanya mampu menang di ajang eksebisi yaitu President's Cup 1971 dan King's Cup 1987.
Hasil terbaik terakhir Timnas Indonesia yaitu berhasil menahan imbang China 1-1 di Kualifikasi Piala Asia 2015 lewat gol Boaz Solossa.
Wajib Menang demi Lolos Ronde 4
Timnas Indonesia mengusung target wajib menang demi menjaga asa lolos ke babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Terpaut 3 poin dari China dan Bahrain membuat posisi Garuda belum sepenuhnya aman di peringkat keempat. Apalagi di pertandingan pamungkas, Indonesia akan bertandang ke Osaka guna menghadapi Jepang.
Jika gagal meraih kemenangan, posisi Indonesia akan terjepit karena di pertandingan terakhir, China akan menjamu Bahrain yang sama-sama mengincar kemenangan.
Secara hitung-hitungan, Indonesia akan otomatis lolos ke babak keempat jika memenangi laga menghadapi China. Jika hal itu terjadi, Indonesia akan meraih 12 poin dan otomatis membuat China gugur dari persaingan. Apalagi jika Bahrain takluk dari Arab Saudi maka dapat dipastikan Indonesia akan lolos ke babak keempat.