Bingung Bedakan Rematik dan Asam Urat? Kenali Perbedaan Gejala dan Penyebabnya!
Berikut perbedaan rematik dan asam urat yang perlu diketahui.
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai perbedaan antara rematik dan asam urat, penting untuk memahami definisi dari kedua kondisi tersebut. Rematik atau yang dalam istilah medis disebut rheumatoid arthritis (RA) merupakan penyakit autoimun kronis yang menyebabkan peradangan pada sendi.
Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan sehat di sekitar sendi, menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan kekakuan. Rematik dapat mempengaruhi berbagai bagian tubuh, tidak hanya terbatas pada sendi.
Sementara itu, asam urat atau yang dikenal dengan istilah gout adalah bentuk artritis yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat di dalam sendi. Kondisi ini terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak mampu membuang asam urat dengan efektif. Akibatnya, terjadi penumpukan kristal asam urat yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit yang intens pada sendi.
Rematik dan asam urat merupakan dua kondisi yang sering kali dianggap sama oleh masyarakat awam. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Baik dari segi penyebab, gejala, maupun penanganannya.
Apa perbedaan rematik dan asam urat yang perlu diketahui? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (19/3), simak ulasan informasinya berikut ini.
Perbedaan Utama Rematik dan Asam Urat
Meskipun rematik dan asam urat sama-sama dapat menyebabkan nyeri sendi, terdapat beberapa perbedaan mendasar antara kedua kondisi tersebut:
1. Penyebab
Rematik disebabkan oleh gangguan autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat. Sementara itu, asam urat disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat di dalam sendi akibat kadar asam urat yang tinggi dalam darah.
2. Lokasi yang Terkena
Rematik cenderung mempengaruhi banyak sendi secara simetris (pada kedua sisi tubuh), terutama sendi-sendi kecil seperti jari tangan dan kaki. Asam urat biasanya menyerang satu sendi pada satu waktu, dengan predileksi pada sendi ibu jari kaki.
3. Onset Gejala
Gejala rematik biasanya berkembang secara bertahap dalam beberapa minggu atau bulan. Sebaliknya, serangan asam urat sering terjadi secara tiba-tiba dan dapat berlangsung selama beberapa hari hingga minggu.
4. Faktor Risiko
Rematik lebih sering terjadi pada wanita dan dapat muncul pada usia berapa pun, meskipun paling umum terjadi pada usia 30-50 tahun. Asam urat lebih sering terjadi pada pria dan risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 40 tahun.
5. Pengobatan
Pengobatan rematik berfokus pada mengurangi peradangan dan memperlambat perkembangan penyakit, sering menggunakan obat-obatan imunosupresan. Pengobatan asam urat bertujuan untuk mengurangi kadar asam urat dalam darah dan mengatasi serangan akut.
Gejala Rematik dan Asam Urat
Meskipun rematik dan asam urat dapat menyebabkan nyeri sendi, gejala spesifik dari kedua kondisi ini berbeda:
1. Gejala Rematik:
- Nyeri, kekakuan, dan pembengkakan pada sendi, terutama di pagi hari atau setelah periode tidak aktif
- Sendi yang terasa hangat saat disentuh
- Kelelahan dan lemah secara umum
- Demam ringan
- Penurunan berat badan
- Gejala non-sendi seperti mata kering, mulut kering, atau nodul di bawah kulit
2. Gejala Asam Urat:
- Nyeri yang intens dan tiba-tiba pada sendi, biasanya di malam hari
- Pembengkakan dan kemerahan pada sendi yang terkena
- Sendi terasa hangat dan sangat sensitif, bahkan terhadap sentuhan ringan
- Keterbatasan gerak pada sendi yang terkena
- Kulit di sekitar sendi yang terkena mungkin terkelupas dan gatal saat sembuh
Penting untuk dicatat bahwa intensitas dan frekuensi gejala dapat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya. Beberapa orang mungkin mengalami gejala yang lebih ringan, sementara yang lain mungkin mengalami gejala yang lebih parah dan sering kambuh.
Penyebab Rematik dan Asam Urat
Memahami penyebab rematik dan asam urat sangat penting untuk mengetahui cara mencegah dan mengelola kedua kondisi ini dengan lebih baik. Berikut adalah penjelasan rinci mengenai penyebab masing-masing kondisi:
1. Penyebab Rematik:
Rematik adalah penyakit autoimun, yang berarti sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan sehat. Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, beberapa faktor yang diduga berperan dalam perkembangan rematik antara lain:
- Faktor genetik: Orang dengan gen tertentu mungkin lebih rentan terhadap rematik.
- Faktor lingkungan: Paparan terhadap zat tertentu atau infeksi dapat memicu respons autoimun pada individu yang rentan.
- Hormon: Rematik lebih sering terjadi pada wanita, menunjukkan kemungkinan peran hormon dalam perkembangan penyakit.
- Merokok: Perokok memiliki risiko lebih tinggi terkena rematik.
- Obesitas: Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko rematik.
2. Penyebab Asam Urat:
Asam urat terjadi ketika ada kelebihan asam urat dalam tubuh. Hal ini dapat disebabkan oleh:
- Produksi asam urat berlebih: Tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat, biasanya karena faktor genetik atau penyakit tertentu.
- Ekskresi asam urat yang tidak efisien: Ginjal tidak mampu membuang asam urat dengan efektif.
- Konsumsi makanan tinggi purin: Purin adalah senyawa yang diubah menjadi asam urat dalam tubuh. Makanan seperti daging merah, jeroan, dan makanan laut tertentu tinggi akan purin.
- Konsumsi alkohol berlebihan: Alkohol dapat meningkatkan produksi asam urat dan mengurangi ekskresinya.
- Obesitas: Kelebihan berat badan meningkatkan risiko asam urat.
- Kondisi medis tertentu: Seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit ginjal dapat meningkatkan risiko asam urat.
- Penggunaan obat-obatan tertentu: Beberapa obat dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah.
Pencegahan Rematik dan Asam Urat
Meskipun tidak semua kasus rematik dan asam urat dapat dicegah sepenuhnya, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko atau mengelola kondisi dengan lebih baik:
1. Pencegahan Rematik:
- Berhenti merokok: Merokok meningkatkan risiko rematik dan dapat memperburuk gejalanya.
- Menjaga berat badan ideal: Obesitas dapat meningkatkan risiko dan keparahan rematik.
- Olahraga teratur: Aktivitas fisik dapat memperkuat otot dan sendi, serta meningkatkan fleksibilitas.
- Konsumsi makanan sehat: Diet yang kaya akan buah, sayuran, dan omega-3 dapat membantu mengurangi peradangan.
- Mengelola stres: Stres dapat memicu atau memperburuk gejala rematik.
- Deteksi dini: Jika ada riwayat keluarga dengan rematik, lakukan pemeriksaan rutin untuk deteksi dini.
2. Pencegahan Asam Urat:
- Batasi makanan tinggi purin: Kurangi konsumsi daging merah, jeroan, makanan laut tertentu, dan minuman manis.
- Kurangi konsumsi alkohol: Terutama bir dan minuman beralkohol tinggi.
- Minum banyak air: Membantu mengeluarkan asam urat melalui urin.
- Jaga berat badan ideal: Obesitas meningkatkan risiko asam urat.
- Olahraga teratur: Membantu menjaga berat badan dan meningkatkan kesehatan secara umum.
- Konsumsi makanan rendah purin: Seperti sayuran, buah-buahan, dan produk susu rendah lemak.
- Hindari puasa atau diet ketat: Dapat memicu serangan asam urat.