AI 'Hidupkan Kembali' Genghis Khan, Pythagoras Hingga Aristoteles dari Lukisan & Patungnya, Begini Wajah Mereka
Begini penampakan wajah Genghis Khan, Pythagoras, dan Aristoteles versi Ai.
Canggihnya teknologi Artificial Intelligence (AI) kini telah sampai pada tahap lanjut. Ia mampu memunculkan kembali tokoh besar di masa lalu melalui video dengan cara mengambil referensi dari lukisan atau patung peninggalan sejarah.
Kali ini AI menghidupkan kembali tiga sosok penting lainnya, yaitu Genghis Khan, Pythagoras, hingga Aristoteles. Ketiganya merupakan tokoh besar di masanya yang berpengaruh terhadap peradaban dunia saat ini.
Lantas, bagaimana potret ketiga tokoh tersebut melalui foto atau video yang dihidupkan kembali oleh AI dari patung atau lukisan? Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut dikutip dari akun @hashem.alghaili.
Potret Genghis Khan Versi AI
Genghis Khan merupakan seorang pendiri salah satu imperium terbesar sepanjang sejarah dunia yaitu Mongol. Genghis pada abad pertengahan berhasil menguasai kerajaan-kerajaan di dunia. Ia lahir pada tahun 1162 dan meninggal pada 1227.
Ia dikenal sebagai salah satu tokoh sejarah yang besar dan tidak pernah menunjukkan belas kasihan kepada musuh-musuhnya. Genghis memiliki misi yang sangat besar yaitu menjadi penakluk dunia, ia berhasil meruntuhkan imperium-imperium besar di dunia.
Dalam lukisannya, Genghis menggunakan pakaian serba putih, dengan kumis dan jenggot yang panjang. Sementara itu, matanya tampak sipit dengan alis yang juga cukup tipis. Genghis memiliki tubuh gempal dan besar.
AI dalam sebuah video berhasil menghidupkan kembali Genghis Khan dengan sangat epik. Seorang penguasa Mongol itu terlihat sangat tegas dengan kerutan wajah yang cukup banyak di wajah. Pandangan matanya juga sangat tajam dan mengerikan.
Potret Pythagoras Versi AI
Selain Genghis, Pythagoras juga mampu dihidupkan kembali oleh AI dengan sangat baik. Pythagoras merupakan seorang filsuf Yunani Lonia Kuno yang dikenal sebagai perintis aliran pythagoreanisme.
Ajaran politik dan keagamaannya dikenal sangat luas di dunia pemikiran filsafat sehingga mempengaruhi dua tokoh besar yaitu Plato dan Aristoteles. Sampai sekarang pemikiran Pythagoras masih sangat mempengaruhi perkembangan filsafat Barat.
Pythagoras juga dikaitkan dengan berbagai penemuan ilmiah, seperti teorema Pythagoras, lima bangun ruang beraturan, teori kesebandingan, teori bumi bulat, dan gagasan bahwa bintang timur dan barat adalah planet yang sama, yaitu Venus.
Potret wajah Pythagoras dikenal melalui sebuah patung legendaris. Dari patung tersebut AI berhasil menghidupkan kembali Pythagoras dengan sangat ciamik. Wajah filsuf itu sangat semringah, dengan jenggot dan penutup kepala yang khas.
Potret Aristoteles Versi AI
Aristoteles juga merupakan filsuf Yunani yang menjadi guru dari sosok besar dalam sejarah yaitu Alexander Agung. Aristoteles juga merupakan murid dari Plato saat ia belajar di Athena. Ia belajar dengan Plato sejak umur 17 selama 20 tahun.
Selama hidupnya, Aristoteles banyak menulis buku tentang filsafat dan ilmu lainnya, seperti fisika, politik, etika, biologi, dan psikologi. Ia membagi filsafat menjadi empat persoalan yaitu logika, fisika, matematika, dan pengetahuan praktis.
Sosok Aristoteles diketahui publik melalui patungnya. Teknologi AI mampu mengembalikan bentuk asli wajah Aristoteles hanya dengan bermodalkan patung tersebut.
Wajah asli Aristoteles versi AI sangatlah khas. Ia memiliki tatapan mata yang tajam, dengan brewok tebal tapi rambut yang tipis. Selain itu, wajahnya juga penuh dengan kerutan di dahinya, sekaligus menandakan bahwa ia adalah seorang pemikir sejati.