9 Polwan Bersenjata Lengkap Siaga Penuh Jaga Sri Mulyani di Daerah Rawan Konflik Nduga Papua
Berikut potret 9 polwan bersenjata lengkap siaga penuh jaga Sri Mulyani di daerah rawan konflik Nduga Papua.
Dua Menteri Kabinet Merah Putih melakukan kunjungan kerja ke Papua, pada Sabtu (7/6). Dua menteri tersebut adalah Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati.
Berada di daerah rawan konflik, Menhan dan Menkeu dikawal ketat oleh para anggota Polri dan prajurit TNI bersenjata. Setidaknya sekitar 9 Polwan bersenjata lengkap siaga penuh mengawal Sri Mulyani saat melakukan kunjungan kerja.
Lantas bagaimana potret 9 polwan bersenjata lengkap siaga penuh jaga Sri Mulyani di daerah rawan konflik Nduga Papua? Melansir dari laman resmi kemhan.go.id, Senin (9/6), simak ulasan informasinya berikut ini.
Menkeu Sri Mulyani Kunker ke Papua
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melakukan kunjungan kerja ke Papua, pada Sabtu (7/6). Dalam kunjungan itu, Menkeu ditemani juga oleh Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin.
Setelah mendarat di Bandara Timika, Menteri Pertahanan dan Menteri Keuangan beserta rombongan kemudian melanjutkan penerbangan menuju bandara Kenyam.
Setibanya di Kenyam, rombongan langsung menuju Pos Komando Taktis (Poskotis) Yonif 733/Masariku untuk meninjau secara langsung situasi dan kondisi di lapangan di wilayah tersebut. Kunjungan kali ini juga merupakan kunjungan yang pertama untuk Menteri Keuangan ke daerah rawan konflik di Nduga, Papua.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan dan Menteri Keuangan menerima paparan mengenai wilayah operasi beserta perkembangan situasi terkini dari Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letnan Jenderal TNI Bambang Trisnohadi.
Kunjungi Pasukan Garda Terdepan di Daerah Rawan Konflik
Usai menerima paparan situasi, untuk meyakinkan sinergisitas pertahanan negara dan keuangan negara, Menhan dan Menkeu mengunjungi pasukan TNI yang bertugas di garda terdepan di daerah rawan konflik Papua.
Keduanya meninjau Poskotis Yonif 733/Masariku, yang merupakan salah satu wilayah rawan konflik di Papua, serta mengecek perlengkapan yang digunakan di daerah penugasan.
Selama kegiatan kunjungan ke Kenyam, kedua Menteri bersama delegasi dari Kemhan dan Kemkeu mengenakan rompi anti peluru karena daerah tersebut termasuk daerah berisiko tinggi di Papua.
Kunjungan langsung oleh kedua menteri ke garis depan Papua kali ini telah menunjukkan komitmen Kementerian Pertahanan dan Kementerian Keuangan untuk saling bersinergi menopang terwujudnya keamanan dan stabilitas nasional. Meskipun berhadapan dengan sejumlah risiko di daerah rawan konflik.
Tekan Pentingnya Sinergi Pertahanan & Kekuatan Keuangan Negara
Selanjutnya, keduanya berinteraksi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kabupaten (Forkopimkab) Nduga serta masyarakat setempat. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan sebelum Menteri Pertahanan melanjutkan rangkaian kunjungan kerja menuju Merauke.
Melalui kunjungan ini, tercermin sinergi pertahanan negara dan keuangan negara dalam menjaga kedaulatan, sekaligus menjadi simbol kuatnya kerja sama lintas kementerian dalam memperkuat stabilitas nasional. Khususnya di wilayah-wilayah dengan tantangan keamanan strategis seperti Papua.
Dalam kunjungan kerja ini, Menhan dan Menkeu juga menekankan pentingnya sinergi antara pertahanan negara dan kekuatan keuangan negara dalam mendukung stabilitas nasional. Hal tersebut merefleksikan pandangan strategis pemerintah bahwa pertahanan negara harus selaras dengan keuangan negara karena keduanya saling beririsan.
Pertahanan negara membutuhkan dukungan keuangan negara untuk mewujudkannya. Demikian pula sebaliknya, dengan pertahanan yang kuat akan mendukung perekonomian sehingga menguatkan keuangan negara.
Dikawal Ketat 9 Polwan
Selama berkegiatan di Papua, keduanya dijaga ketat oleh para pasukan bersenjata mengingat lokasi kunjungan kerja berada di daerah rawan konflik.
Setidaknya sebanyak sembilan personel Polisi Wanita (Polwan) dari Operasi Damai Cartenz-2025 dilibatkan dalam pengamanan VVIP ini. Mereka tidak hanya bertugas di lapangan saja, namun juga aktif dalam mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan di lokasi.
Kaops Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani didampingi Wakaops Damai Cartenz, Kombes Adarma Sinaga menyatakan, keterlibatan sembilan polwan merupakan wujud dukungan Ops Damai Cartenz terhadap upaya pemerintah membangun Papua.
"Keterlibatan sembilan polwan ini mencerminkan komitmen kami dalam memberikan dukungan penuh terhadap program-program pemerintah pusat, khususnya dalam menciptakan situasi aman dan kondusif di Papua," ujar Brigjen Faizal.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, menambahkan, bahwa seluruh rangkaian kunjungan Menhan dan Menkeu di Kabupaten Nduga berjalan aman dan lancar.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Nduga yang telah bekerja sama dengan aparat keamanan demi kelancaran kunjungan pemerintah pusat di Kenyam," ujar Kombes Polisi Yusuf.