2 Dekade Beroperasi, 3 KRL Legendaris Jepang ini Akhirnya Pensiun Melayani Jabodetabek
Kegiatan “Arigato KRL” diinisiasi oleh komunitas Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) bekerja sama dengan KAI Commuter.
Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) menggelar kegiatan bertajuk “Arigato KRL” di Stasiun Jakarta Kota, Selasa (11/11/2025). Acara ini menjadi momen perpisahan bagi tiga rangkaian kereta bersejarah, yakni KRL seri Tokyu 8500 (Jalita), KRL seri TM 7000, dan KRL seri JR 203, yang resmi menghentikan operasionalnya setelah hampir dua dekade melayani masyarakat Jabodetabek.
Kegiatan “Arigato KRL” diinisiasi oleh komunitas Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) bekerja sama dengan KAI Commuter. Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto, Ms kamigaki perwakilan Kedutaan Besar Jepang, serta penggemar kereta dari berbagai daerah.
Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar perpisahan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap kontribusi tiga seri KRL asal Jepang yang telah menjadi bagian penting dalam sejarah transportasi perkotaan Indonesia.
“Kehadiran KRL seri 8500, 7000, dan 203 menjadi simbol persahabatan Indonesia–Jepang dalam pengembangan sistem perkeretaapian perkotaan. Mereka adalah pionir layanan KRL berpendingin udara yang membawa perubahan besar bagi kenyamanan penumpang,” ujar Asdo.
Penanda Transformasi Layanan KRL di Jabodetabek
Menurutnya, ketiga rangkaian tersebut menandai awal transformasi layanan KRL di Jabodetabek menuju sistem transportasi publik yang lebih aman, nyaman, dan modern. KAI Commuter juga berencana menetapkan ketiga seri itu sebagai cagar budaya transportasi, sebagai bentuk penghargaan atas jasa mereka dalam membangun peradaban transportasi Indonesia.
Ketua Indonesian Railway Preservation Society Indonesian (IRPS), Ricki Dwi Agusti, menjelaskan bahwa tradisi “Last Run” atau perjalanan terakhir terinspirasi dari budaya penghormatan terhadap kereta di Jepang. Melalui acara ini, masyarakat diajak mengenang peran tiga seri KRL yang telah berjasa selama hampir 20 tahun.
“KRL 8500 atau Jalita merupakan ikon commuter di Indonesia. Acara ini menjadi simbol terima kasih kepada armada yang telah menemani jutaan perjalanan warga Jabodetabek,” kata Ricki.
Mulai Melayani Rute di Jabodetabek pada 2006
3 KRL Legendaris Jepang ini Akhirnya Pensiun Melayani Jabodetabek merdeka.com
KRL seri Tokyu 8500 pertama kali beroperasi di Jepang pada tahun 1975 dan mulai melayani rute di Jabodetabek pada 2006. Seri TM 7000 dan JR 203 menyusul hadir beberapa tahun kemudian, membawa peningkatan pada sistem kelistrikan dan kenyamanan kabin.
Melalui kegiatan “Arigato KRL”, KAI Commuter berharap masyarakat dapat memahami pentingnya menjaga warisan transportasi sebagai bagian dari sejarah modern Indonesia.
“Dalam semangat Hari Pahlawan, kami ingin mengajak masyarakat untuk menghormati para ‘pahlawan rel’ yang telah berkontribusi besar terhadap kemajuan transportasi perkotaan,” ujar Asdo.
Acara ditutup dengan prosesi penghormatan simbolik dan pelepasan tiga rangkaian KRL menuju depo penyimpanan. KAI Commuter memastikan, meski ketiga seri ini pensiun, semangat peningkatan layanan kepada pengguna tetap menjadi prioritas utama perusahaan.
Reporter Magang - Ahmad Subayu