Tas Pertama di Dunia yang Terbuat dari Kulit Dinosaurus Segera hadir
Proyek ini bertujuan menciptakan kulit baru yang setara secara genetik dan struktural dengan kulit alami, tanpa bergantung pada bahan sintetis atau tanaman.
Pernah membayangkan tas menggunakan kulit dinosaurus? Ya, ini betu-betul akan terjadi. Industri fashion bersiap menyambut revolusi baru dengan kehadiran kulit T-Rex buatan, hasil kolaborasi VML, Lab-Grown Leather Ltd., dan The Organoid Company.
Ketiga perusahaan ini mengumumkan pengembangan material berbasis DNA purba yang ramah lingkungan, autentik, dan bebas kekejaman terhadap hewan.
Kulit tersebut dikembangkan menggunakan teknologi Advanced Tissue Engineering Platform (ATEP™) dan DNA sintetis yang merekonstruksi kolagen dari fosil Tyrannosaurus Rex berusia 80 juta tahun.
Proyek ini bertujuan menciptakan kulit baru yang setara secara genetik dan struktural dengan kulit alami, tanpa bergantung pada bahan sintetis atau tanaman.
“Proyek ini menunjukkan kekuatan teknologi berbasis sel untuk menciptakan material inovatif sekaligus etis,” ujar Profesor Che Connon dari Lab-Grown Leather dikutip dari TheDailyGalaxy, Senin (28/4).
Pendekatan bebas kerangka memungkinkan pembentukan jaringan kulit alami tanpa bahan tambahan, menjadikan Elemental Leather™ sebagai produk kulit sejati yang sepenuhnya biodegradable.
CEO The Organoid Company, Thomas Mitchell, menyatakan, dengan merekonstruksi dan mengoptimalkan sekuens protein purba, pihaknya mampu merancang kulit T-Rex, biomaterial yang terinspirasi biologi prasejarah, lalu menggandakannya ke dalam lini sel khusus.
Selain menawarkan kemewahan material, kulit T-Rex ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif industri kulit konvensional seperti deforestasi dan pencemaran bahan kimia. Produk awal berbasis kulit T-Rex direncanakan meluncur ke pasar fashion mewah pada akhir 2025, sebelum ekspansi ke sektor otomotif dan tekstil pintar.
“Dengan kulit T-Rex, kami memanfaatkan biologi masa lalu untuk menciptakan material mewah masa depan. Ini adalah titik temu antara inovasi kreatif dan bioteknologi mutakhir,” kata Bas Korsten, Global Chief Creative Officer di VML.
Proyeksi pertumbuhan pasar kulit global yang diperkirakan mencapai 780 miliar dolar AS pada 2035, serta lonjakan permintaan material bio-based, membuka peluang besar bagi teknologi ini untuk mendominasi pasar fashion dan beyond.