Ilmuwan ini Sukses Mengubah Gen Tikus Jadi Berbulu Mirip Mamut Wol
Colossal Biosciences merekayasa gen tikus hingga berbulu tebal mirip mamut wol. Langkah ini jadi awal ambisi hidupkan kembali spesies yang telah punah.
Upaya menghidupkan kembali mamut wol kini semakin nyata. Perusahaan bioteknologi asal Amerika, Colossal Biosciences, berhasil mengedit tujuh gen pada embrio tikus untuk menciptakan tikus berbulu tebal mirip mamut wol. Inovasi ini diklaim sebagai langkah awal menuju rekayasa genetik spesies yang telah punah.
Mengutip NBCNews, Rabu (5/3), Colossal Biosciences pertama kali mengumumkan ambisinya untuk "menghidupkan" mamut wol dan burung dodo pada tahun 2021. Perusahaan ini fokus mempelajari DNA purba untuk mengidentifikasi sifat-sifat kunci yang membuat spesies punah tersebut mampu bertahan hidup di habitatnya.
Kini, hasil rekayasa genetik pertama mereka muncul: tikus berbulu lebat seperti mamut. Tikus ini dijuluki “Colossal Woolly Mouse”. Proses rekayasa dilakukan menggunakan teknologi CRISPR, metode pengeditan gen yang dikenal presisi dan efisien.
Tim ilmuwan Colossal mempelajari basis data DNA tikus untuk menemukan gen terkait tekstur bulu dan metabolisme lemak. Dua karakteristik ini dipilih karena diyakini penting bagi mamut untuk bertahan di suhu dingin ekstrem.
“Gen-gen ini sebenarnya sudah ada di beberapa jenis tikus saat ini,” ujar Beth Shapiro, Chief Scientist Colossal. “Kami hanya menggabungkannya dalam satu individu.”
Colossal sengaja memulai eksperimen pada tikus untuk memastikan tekniknya berhasil sebelum mencoba pada embrio gajah Asia, kerabat terdekat mamut wol. Namun, karena status gajah Asia yang terancam punah, proses ini akan menghadapi banyak tantangan regulasi.
CEO Colossal, Ben Lamm, mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengumpulkan pendanaan lebih dari USD 400 juta untuk proyek ambisius ini.