Sebentar Lagi, Ilmuwan akan Bisa Hidupkan Hewan Punah
Colossal Biosciences berhasil menciptakan sel induk gajah Asia, langkah kunci menuju kebangkitan spesies mammoth yang telah punah.
Colossal Biosciences, sebuah perusahaan bioteknologi yang berambisi menghidupkan kembali spesies yang telah punah, mengumumkan keberhasilan penting: terciptanya sel induk pluripoten yang diidamkan untuk kerabat terdekat mammoth berbulu, yakni gajah Asia.
George Church, ahli genetika dari Universitas Harvard dan MIT, serta salah satu pendiri Colossal Biosciences, menyebut pencapaian ini sebagai langkah signifikan dalam upaya awal proyek tersebut.
Mammoth berbulu, gajah besar yang hidup di tundra ribuan tahun lalu, telah lama punah. Colossal berusaha menghidupkan kembali mammoth, burung dodo, dan spesies punah lainnya menggunakan teknik kloning dan rekayasa genetika terbaru.
Kini, para ilmuwan telah berhasil menciptakan sel induk pluripoten yang diinduksi untuk gajah Asia, kerabat terdekat mammoth berbulu. Meski makalah ilmiah yang merinci pencapaian ini belum ditinjau sejawat, Colossal menyatakan proses tersebut sedang berlangsung.
"Ini seperti menanyakan apakah Neil Armstrong berencana pergi ke Mars — padahal dia baru saja mendarat di bulan dengan Apollo 11," ujar Church dikutip dari NPR.org, Kamis (5/9).
Dengan sel-sel ini, para ilmuwan dapat mencoba teknik kloning dan pengeditan gen untuk menciptakan gajah yang memiliki ciri-ciri utama mammoth, seperti bulu tebal dan lapisan lemak yang memungkinkan mereka bertahan di iklim dingin.
Selain itu, para ilmuwan juga ingin mengembangkan spesies ini agar lebih tahan terhadap virus herpes yang menyebabkan kematian pada banyak anak gajah. Namun, ada ilmuwan yang menentang ide menghidupkan kembali hewan yang telah punah.
"Apa yang akan Anda dapatkan dari ini?" tanya Karl Flessa, profesor geosains di Universitas Arizona.
Ia menyebutkan bahwa menghidupkan kembali spesies yang punah mungkin akan menciptakan “pertunjukan aneh” di kebun binatang atau mengirim kawanan tersebut ke kepunahan kedua di tundra Arktik yang menghadapi pemanasan global.
Namun, Church dan rekan-rekannya membela proyek ini. Mereka mengatakan bahwa program ini dapat mengarah pada cara-cara baru untuk melindungi spesies yang terancam punah, seperti gajah Asia, dengan memperluas habitat mereka dan membantu para ilmuwan mempelajari hewan tersebut.