‘Ikan Dinosaurus’ yang Diduga Telah Punah Muncul Lagi di Laut Indonesia
Spesies ini diduga sudah punah sekitar 70 tahun lalu.
Dalam sebuah ekspedisi yang didukung oleh spesialis jam selam Blancpain, penjelajah dari UNSEEN Expeditions berhasil merekam gambar spesies ikan coelacanth untuk pertama kalinya. Spesies tersebut sebelumnya diduga sudah punah sekitar 70 tahun lalu.
Seekor ‘ikan dinosaurus’ yang sebelumnya dipercaya telah hilang dari muka bumi, kembali menunjukkan keberadaanya kepada penjelajah bawah laut yang sedang mengeksplorasi laut di Kepulauan Maluku, Indonesia.
Dilansir Oceano Graphics, spesies tersebut disebut ‘fosil hidup’ dan menjadi jenis coelacanth asal Kepulauan Maluku yang berhasil didokumentasikan secara visual untuk pertama kalinya. Ia hidup dan berada di habitat aslinya lebih dari satu dasawarsa sejak fotografer bawah laut Laurent Ballesta mencetak sejarah karena pertemuannya dengan spesies coelacanth Samudra Hindia Barat di Afrika Selatan.
Lebih dair 400 juta tahun
Dokumentasi ‘kembalinya coelacanth’ merupakan bagian dari ekspedisi yang didukung oleh Blancpain, produsen jam selam ternama.
Gelar kehormatan untuk temuan ini jatuh kepada fotografer sekaligus penjelajah bawah laut, yakni Alexis Chappuis dari UNSEEN Expedition. Ia tercatat sebagai orang pertama yang berhasil mengabadikan gambar spesies Latimeria Menadoensis, atau coelacanth asal Indonesia, di habitat alaminya pada kedalaman 145 meter di bawah permukaan laut.
Rupa spesies tersebut sering kali keliru karena disebut sebagai ‘fosil hidup’ atau ‘ikan dinosaurus’ yang dikenal dari fosil-fosil yang diduga berusia lebih dari 400 juta tahun, jauh lebih tua dari Zaman Dinosaurus.
Masuk ke Dalam Daftar Merah
Spesies ini dulunya dianggap punah hingga pada 1938 ketika seekor spesimen tertangkap secara tidak sengaja oleh nelayan di lepas pantai Afrika Selatan. Penemuan tersebut dianggap sebagai salah satu temuan paling monumental dalam sejarah ilmu alam abad ke-20.
Mengingat spesies ini pernah diperkirakan telah punah selama jutaan tahun, tidak diragukan lagi jika kedua spesies coelacanth yang masih hidup saat ini masuk ke dalam Daftar Merah IUCN (Uni Internasional untuk Konservasi Alam) yakni daftar dengan risiko kepunahan tinggi.
Latimeria chalumnae berasal dari Samudra Hindia Barat berstatus ‘kritis terancam punah,’ sementara Latimeria menadoensis asal Indonesia berstatus ‘rentan’.
Pada 2013, penyelam terkenal dunia sekaligus mitra lama Blancpain, Laurent Ballesta, bersama dengan timnya menjadi kelompok pertama yang berhasil mempelajari dan mendokumentasikan coelacanth hidup di habitat aslinya.
Kini, Alexis Chappuis, pemimpin UNSEEN Expeditions, menorehkan prestasi serupa dengan menjadi orang pertama yang memotret spesies coelacanth Indonesia.
Dengan menghadapi dan mengatasi tantangan teknis ekstrem dari penyelaman gas campuran di kedalaman laut, kedua tim berhasil menangkap gambar unik in situ (di tempat asalnya) dari dua spesies coelacanth yang diketahui masih hidup, masing-masing berada pada kedalaman 120 dan 145 meter.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey