Misteri Ikan Purba Coelacanth yang Diduga Hidup Sebelum Dinosaurus, Penemuan Langka di Gorontalo

Nelayan di Gorontalo menemukan ikan purba coelacanth, yang mengungkap misteri fosil hidup yang telah bertahan sejak era dinosaurus.

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
Misteri Ikan Purba Coelacanth yang Diduga Hidup Sebelum Dinosaurus, Penemuan Langka di Gorontalo
Ikan Coelacanth diduga sudah ada sejak era Devonian sekitar 380 juta tahun silam. Ikan Coelacanth masih bisa ditemukan di perairan Indonesia Timur. (AFP Photo/Ronan Bourhis) (© 2025 Liputan6.com)

Baru-baru ini, nelayan di Gorontalo Utara dikejutkan dengan penemuan spesies ikan purba bernama coelacanth yang menarik perhatian masyarakat setempat. Ikan besar ini tertangkap secara tidak sengaja oleh Oskar Kaluku, seorang nelayan berusia 60 tahun.

Penemuan ini menjadi viral di media sosial setelah diunggah oleh akun X @Coelacanthuss. Dalam unggahan tersebut, ikan yang sudah mati itu terlihat diletakkan di atas daun pisang dengan beberapa warga yang mengerumuninya.

Diketahui bahwa ikan Coelacanth ini telah ada sejak 400 juta tahun lalu dan sempat dinyatakan punah karena tidak pernah ditemukan dalam waktu yang lama. Apakah informasi ini benar? Berikut selengkapnya:

Menurut informasi yang diunggah di akun X @Coelacanthuss, kejadian tersebut pertama kali menjadi perhatian publik pada hari Jumat, 17 Januari 2025. Dalam penjelasannya, pemilik akun menyatakan rasa terkejutnya karena ikan yang berhasil ditemukan adalah spesies yang sangat langka.

"Kaget, ikan coelacanth tertangkap di Gorontalo kemarin. Ini kasus langka banget, belum tau ke mana dibawa spesimen ini, apakah dikasih ke institusi kelautan lokal atau univ Sam Ratulangi," tulisnya.

Sebelumnya, nelayan bernama Oskar Kaluku yang berasal dari Desa Imana, Gorontalo Utara, menemukan ikan tersebut saat sedang melaut. Setelah menangkap ikan itu, ia membawanya pulang. Penemuan ikan langka ini juga berhasil menarik perhatian para peneliti dan akademisi, yang sangat tertarik dengan keberadaan spesies ini.

Mengutip dari RRI, Coelacanth adalah jenis ikan purba yang muncul pertama kali pada Zaman Devonian sekitar 400 juta tahun yang lalu. Ikan ini dikenal sebagai fosil hidup karena eksistensinya sudah ada sebelum era dinosaurus. Hal ini terlihat dari bentuk siripnya yang mirip kaki, yang menunjukkan adanya evolusi pada vertebrata. Saat ini, terdapat dua spesies coelacanth yang masih hidup, yaitu Latimeria chalumnae yang ditemukan di Afrika dan Latimeria menadoensis yang ada di Indonesia.

Ciri khas dari coelacanth mencakup pola warna yang unik, ukuran tubuh yang besar dengan berat mencapai 90 kilogram, serta umur yang bisa mencapai 100 tahun. Ikan ini biasanya hidup di kedalaman laut antara 100 hingga 500 meter, sehingga sulit untuk dijangkau dan diteliti. Keberadaan coelacanth menjadi bukti penting dalam sejarah evolusi yang masih menyimpan banyak misteri.

Dari segi morfologi, ikan ini memiliki tubuh yang unik dengan sirip yang menyerupai anggota tubuh vertebrata berkaki empat. Banyak ilmuwan berpendapat bahwa coelacanth mungkin merupakan nenek moyang dari vertebrata darat, dengan struktur sirip yang diperkirakan mengalami evolusi seiring waktu.

"Dengan demikian, Coelacanth merupakan jembatan evolusi antara ikan dan hewan darat," tulis RRI.

Kelangkaan coelacanth disebabkan oleh beberapa faktor, seperti siklus reproduksi yang lambat, kebutuhan akan habitat khusus di perairan dalam, serta tekanan dari lingkungan. Ikan ini memerlukan waktu hingga 36 bulan untuk melahirkan anak, sehingga sangat rentan terhadap berbagai ancaman eksternal. Selain itu, populasi coelacanth yang terbatas semakin terancam akibat aktivitas manusia, terutama penggunaan jaring insang yang merusak habitat alami mereka.

Coelacanth telah berhasil bertahan dari lima kepunahan massal, termasuk pada era dinosaurus dan peristiwa "Great Dying" yang menghancurkan 90% spesies di Bumi. Namun, ancaman yang muncul di era modern, seperti perubahan iklim dan perburuan yang tidak sengaja, membuat spesies ini semakin terancam punah. Keunikan coelacanth terletak pada kemampuannya untuk bertahan hidup di berbagai kondisi lingkungan, termasuk di tempat-tempat yang ekstrem.

Fosil coelacanth pertama kali dijelaskan oleh Louis Agassiz pada tahun 1836. Fosil ini berasal dari periode Devonian hingga akhir Cretaceous, yang diperkirakan terjadi sekitar 66 juta tahun yang lalu. Pada tahun 1938, spesimen hidup coelacanth ditemukan di Afrika Selatan, yang mengejutkan para ilmuwan karena mereka beranggapan bahwa ikan ini telah punah.

Penemuan kedua terjadi pada tahun 1997 di perairan Sulawesi, Indonesia, dan mengukuhkan Latimeria menadoensis sebagai spesies baru. Penemuan ini menunjukkan bahwa distribusi coelacanth lebih luas daripada yang diperkirakan sebelumnya dan memberikan wawasan baru mengenai kehidupan laut purba.

Indonesia merupakan habitat bagi Latimeria menadoensis, yang dapat ditemukan di perairan Sulawesi dan Raja Ampat. Spesies ini mendapatkan perlindungan sesuai dengan peraturan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan karena statusnya yang terancam punah (vulnerable) menurut IUCN.

Habitat coelacanth di Indonesia terletak pada kedalaman antara 150 hingga 200 meter, dengan populasi yang tersebar di berbagai lokasi. Penemuan coelacanth di Gorontalo menambah daftar panjang kekayaan biodiversitas yang dimiliki Indonesia dan mempertegas pentingnya upaya konservasi laut untuk menjaga spesies langka ini agar tidak punah.

Coelacanth merupakan jenis ikan kuno yang telah menghuni bumi selama sekitar 400 juta tahun. Spesies ini sering kali dijuluki sebagai fosil hidup karena keberadaannya yang telah ada sejak zaman prasejarah.

Coelacanth merupakan ikan yang sangat langka karena beberapa faktor, seperti siklus reproduksinya yang lambat, kebutuhan habitat khusus di perairan dalam, serta berbagai ancaman yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia.

Coelacanth, ikan purba yang menakjubkan, telah ditemukan di wilayah Afrika dan Indonesia. Di Indonesia, spesies ini terutama dapat dijumpai di perairan Sulawesi dan Raja Ampat, yang merupakan habitat alami bagi ikan langka ini.

Coelacanth merupakan spesies yang dilindungi oleh hukum di Indonesia dan terdaftar sebagai spesies yang terancam punah menurut IUCN.

Rekomendasi