Penjaga Hutan Ini Temukan Jejak Makhluk yang Pernah Dianggap Punah Seabad Lalu

Hewan ini pertama kali diamati sekitar akhir 1800-an dan spesies tersebut dianggap punah pada awal 1900-an.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Penjaga Hutan Ini Temukan Jejak Makhluk yang Pernah Dianggap Punah Seabad Lalu
ilustrasi penjaga hutan (grok)

Stasiun televisi ABC Kimberley melaporkan dari Australia bahwa tim penjaga hutan setempat menemukan telur burung beo malam yang tidak dibuahi oleh induknya. Spesies burung ini pernah dianggap punah satu abad silam.

Nick Leseberg, peneliti burung beo malam mengatakan “ini merupakan bagian penting dari pemulihan mereka.”

Ia menjelaskan bahwa penurunan populasi burung beo malam pertama kali diamati sekitar akhir 1800-an dan spesies tersebut dianggap punah pada awal 1900-an. Hanya segelintir penampakan keberadaan mereka diklaim selama sekitar 100 tahun.

Leseberg menghubungkan penurunan populasi ini dengan kolonialisme.

Kolonialisme dan pengenalan spesies invasif, yang sering kali disebabkan oleh aktivitas manusia dapat mengganggu ekosistem lokal. Dampaknya dapat menghabiskan sumber daya, dan bersaing dengan spesies asli untuk mendapatkan makanan dan tempat tinggal.

Dilansir the Cool Down, spesies invasif tersebut sering kali akan berkembang dengan cepat, karena tidak memiliki pemangsa alami di lingkungannya. Hal ini memberikan mereka keuntungan lebih dari spesies asli, suatu pola yang pada akhirnya menyebabkan kepunahan spesies asli.

Christy Davies, Koordinator Wilayah Perlindungan Adat, mengatakan penemuan telur tersebut merupakan penemuan yang emosional.

Melindungi burung beo malam dan spesies asli lainnya sangat penting untuk menjaga ekosistem alam. Adanya penemuan telur ini memicu optimisme bagi para peneliti dan penjaga Kawasan Perlindungan Adat yang berperan penting dalam upaya pelestarian wilayah tersebut.

Laseberg menggarisbawahi, jika kita meningkatkan pengetahuan tentang pola perkembangbiakan burung bisa mendukung kebangkitan populasi aslinya. Penjaga terus berupaya belajar tentang perilaku burung beo malam, dan telur yang baru ditemukan ini dapat membantu upayanya.

Saat kita memahami dan menjaga spesies asli, kita bisa membantu melestarikan ekosistem.

“Ekosistem akan sangat sensitif jika satu tanaman atau hewan dirugikan, hal itu dapat membahayakan lingkungan lainnya,” ungkap Abby Jackson.

Kita bisa membantu pelestarian alam dengan cara ikut terlibat dalam upaya konservasi lokal dan berkontribusi pada kesehatan ekosistem alam. Penemuan telur langka ini memberi harapan baru bagi kita agar dapat mengambil inspirasinya dari seluruh dunia.

Reporter Magang: Devina Faliza Rey

Rekomendasi