Prof. I Gede Putu Wirawan Dianugerahi Bintang Jasa Kaisar Jepang atas Kontribusi Akademik

Guru Besar Universitas Udayana, Prof. I Gede Putu Wirawan, menerima Bintang Jasa Kaisar Jepang, The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon, sebagai pengakuan atas dedikasi dan kontribusinya dalam mempererat hubungan akademik serta ilmiah anta

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Prof. I Gede Putu Wirawan Dianugerahi Bintang Jasa Kaisar Jepang atas Kontribusi Akademik
Guru Besar Universitas Udayana, Prof. I Gede Putu Wirawan, menerima Bintang Jasa Kaisar Jepang, The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon, sebagai pengakuan atas dedikasi dan kontribusinya dalam mempererat hubungan akademik serta ilmiah anta (AntaraNews)

Denpasar, Bali – Kaisar Jepang Naruhito menganugerahkan bintang tanda jasa prestisius kepada Guru Besar Universitas Udayana (Unud) Bali, Prof. I Gede Putu Wirawan. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi signifikan Prof. Wirawan dalam membangun dan mempererat hubungan akademik serta ilmiah antara Indonesia dan Jepang, khususnya di sektor pertanian. Upacara penyerahan piagam dan pengalungan bintang tanda jasa berlangsung di Kantor Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar pada Senin, 16 Maret 2026.

Konsulat Jenderal Jepang, Miyakawa Katsutoshi, secara langsung mewakili Pemerintah Jepang dalam menyerahkan piagam dengan nomor 16101 yang ditandatangani oleh Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan pejabat Direktorat Jenderal Biro Tanda Jasa Kantor Kabinet pada 3 November 2025. Miyakawa berharap penganugerahan ini dapat menjadi motivasi bagi Prof. Wirawan untuk terus memberikan sumbangsih terbaik bagi persahabatan kedua negara, termasuk bagi Bali. Penghargaan ini menegaskan komitmen Jepang dalam menghargai individu yang berkarya nyata dalam kolaborasi internasional.

Prof. I Gede Putu Wirawan, yang merasa terharu atas kehormatan ini, menyampaikan bahwa sains dan teknologi memiliki peran fundamental dalam menjawab berbagai tantangan global. Tantangan tersebut meliputi bidang pertanian, kesehatan, perubahan iklim, ketahanan energi, hingga pembangunan berkelanjutan. Ia juga menekankan bahwa penghargaan ini bukan hanya kebanggaan pribadi, melainkan pengakuan atas eratnya kolaborasi yang telah terjalin antara ilmuwan, institusi, dan sahabat di Jepang serta Indonesia.

Pemerintah Jepang menilai Prof. Wirawan memiliki peran besar dalam pengembangan penelitian bioteknologi, sekaligus mempererat hubungan akademik antara Indonesia dan Jepang. Dedikasinya tidak hanya terbatas pada Universitas Udayana, melainkan juga meluas hingga diangkat menjadi profesor tamu di Universitas Yamaguchi Jepang sejak tahun 2018. Peran ganda ini menunjukkan pengakuan internasional terhadap keahlian dan kapasitasnya dalam dunia akademik.

Sejak tahun 1999, Prof. I Gede Putu Wirawan telah aktif menjalin penelitian kolaboratif dengan berbagai universitas dan perusahaan di Jepang. Kolaborasi ini mencakup berbagai proyek inovatif yang berfokus pada bidang keilmuan pertanian, khususnya konsentrasi genetik dan biologi molekuler. Keterlibatan aktif ini telah menghasilkan banyak terobosan yang bermanfaat bagi kedua negara.

Selain itu, Prof. Wirawan juga merupakan salah satu penggagas pendirian Pusat Studi Jepang Unud pada tahun 1999. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Sumber Daya Genetika dan Biologi Molekuler Unud. Peran-peran strategis ini menunjukkan komitmennya dalam memajukan ilmu pengetahuan dan memperkuat jembatan budaya serta akademik antara Indonesia dan Jepang.

Penelitian yang digeluti oleh Prof. Wirawan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas pertanian tertentu, tetapi juga menyiapkan dasar pertanian yang berkelanjutan. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan teknologi mikroba untuk penyuburan lahan kering, sebuah inovasi krusial mengingat tantangan ketersediaan air dan kesuburan tanah di banyak wilayah. Pendekatan ini menawarkan solusi jangka panjang untuk ketahanan pangan.

Kontribusi Prof. Wirawan juga mencakup pengembangan teknologi pencegah tanah longsor. Bersama Universitas Yamaguchi dan sebuah perusahaan asal Jepang, ia melahirkan produk berupa matras Takino Filter pada periode 2013-2016. Teknologi ini dirancang khusus untuk mencegah erosi tanah, sebuah masalah lingkungan serius yang sering terjadi di Indonesia.

Implementasi teknologi Takino Filter telah menunjukkan hasil nyata di Indonesia. Matras pencegah erosi tanah ini bahkan sudah banyak diterapkan dalam proyek-proyek infrastruktur besar, seperti pembangunan jalan tol Trans Sumatera dan Tol Cikampek. Keberhasilan aplikasi ini membuktikan efektivitas dan relevansi penelitian Prof. Wirawan dalam memberikan solusi praktis bagi permasalahan lingkungan dan pembangunan nasional.

Dalam dekade terakhir, Prof. Wirawan juga memperluas ranah penelitiannya ke bidang lontar Bali usadha, yaitu obat-obatan tradisional yang berasal dari tanaman. Penelitian ini dilakukan melalui kerja sama dengan perusahaan kosmetika, menunjukkan pendekatan interdisipliner dan potensi hilirisasi hasil penelitian untuk industri. Inisiatif ini menggabungkan kearifan lokal dengan inovasi ilmiah modern.

Penganugerahan bintang tanda jasa The Order of the Rising Sun, Gold Rays with Neck Ribbon, merupakan salah satu anugerah tertinggi dari Kaisar Jepang. Prof. Wirawan menjadi salah satu dari total 104 warga negara asing yang menerima penghargaan serupa untuk periode musim gugur 2025. Ini menempatkannya dalam jajaran individu terpilih yang diakui atas kontribusi global mereka.

Konsulat Jenderal Jepang Miyakawa Katsutoshi menegaskan bahwa penghargaan ini adalah simbol kuat dari persahabatan yang erat antara Jepang dan Indonesia. “Semoga penganugerahan bintang tanda jasa menjadi motivasi untuk terus memberikan sumbangsih terbaik bagi persahabatan Jepang dan Indonesia, termasuk Bali,” ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi berkelanjutan.

Prof. I Gede Putu Wirawan sendiri melihat penghargaan ini sebagai pengakuan atas kolaborasi intensif yang telah terjalin. “Penghargaan ini bukan hanya kebanggaan pribadi tapi pengakuan atas eratnya kolaborasi yang telah terjalin antara ilmuwan, institusi dan sahabat di Jepang dan Indonesia,” kata Prof. Wirawan. Ini mencerminkan semangat kerja sama dan saling pengertian antarnegara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi