Sejarah China di Bulan: Kibarkan Bendera dan Bawa "Oleh-oleh"
Misi ini merupakan pencapaian luar biasa bagi Tiongkok, menjadi negara pertama yang mendarat dan mengumpulkan sampel dari sisi jauh Bulan.
Misi ini merupakan pencapaian luar biasa bagi Tiongkok, menjadi negara pertama yang mendarat dan mengumpulkan sampel dari sisi jauh Bulan.
Sejarah China di Bulan: Kibarkan Bendera dan Bawa "Oleh-oleh"
Wahana penjelajah Chang'e-6 China telah menyelesaikan misinya dengan baik.
Setelah dua hari penuh pengambilan sampel batuan dan tanah, Chang'e-6 berhasil lepas landas dan memulai perjalanannya kembali ke Bumi, membawa harta karun dari wilayah yang belum pernah dijamah sebelumnya.
Misi ini merupakan pencapaian luar biasa bagi Tiongkok, menjadi negara pertama yang mendarat dan mengumpulkan sampel dari sisi jauh Bulan.
Keberhasilan ini memperkuat ambisi Tiongkok untuk menjadi pemimpin dalam eksplorasi ruang angkasa.
Mengutip BBC, Rabu (5/6), Chang'e-6 mendarat di kawah raksasa dekat kutub selatan Bulan di 24 Juni 2024, mengibarkan bendera Tiongkok dengan bangga setelah menyelesaikan tugas pengambilan sampel.
Misi ini penuh dengan risiko dan kompleksitas karena komunikasi dengan wahana di sisi jauh Bulan sangatlah sulit.
Namun, Badan Antariksa Nasional Tiongkok (CNSA) berhasil mengatasi semua rintangan dengan inovasi teknik, risiko tinggi, dan kesulitan besar.
Pengorbanan mereka terbayar lunas dengan sampel berharga yang dikumpulkan Chang'e-6, yang diyakini para ilmuwan berasal dari batuan tertua di Bulan.
Misi Chang'e-6 hanyalah langkah awal dari ambisi Tiongkok di Bulan. Negara ini berencana untuk meluncurkan tiga misi tanpa awak pada dekade ini, dengan tujuan mencari air dan menyelidiki kemungkinan membangun pangkalan permanen di sana.
Puncak dari strategi ini adalah mendaratkan astronaut Tiongkok di Bulan sekitar tahun 2030. Tiongkok bukan satu-satunya negara yang tertarik dengan Bulan.
Amerika Serikat juga memiliki ambisi untuk kembali ke Bulan, dengan misi Artemis-3 yang dijadwalkan di 2026.