Pakar Ragukan Klaim Trump Mobile 100 Persen Dibuat di AS
Banyak perusahaan sebelumnya diseret ke pengadilan karena dinilai menyesatkan publik dengan label itu.x
Ketika keluarga Trump meluncurkan ponsel T-1 berwarna emas dengan bendera Amerika terukir di bagian belakang, mereka membanggakan satu hal yang jelas: “Made in the U.S.A.” Namun, hanya beberapa hari berselang, slogan itu di situs pemesanan berubah menjadi lebih samar: “Proudly American".
Kini, deskripsi lain seperti “American-Proud Design” dan “brought to life right here in the U.S.A.” menggantikan klaim “Made in USA". Perubahan bahasa itu muncul setelah sorotan mengenai keaslian klaim tersebut.
Mengutip CNN, Kamis (3/7), menurut aturan Federal Trade Commission (FTC), produk berlabel “Made in USA” harus hampir seluruhnya dibuat di Amerika. Banyak perusahaan sebelumnya diseret ke pengadilan karena dinilai menyesatkan publik dengan label itu.
Trump Organization sendiri tidak memberi penjelasan resmi atas perubahan tersebut. Permintaan konfirmasi kepada firma humas yang menangani bisnis ponsel Trump pun tak berbuah jawaban.
Namun, juru bicara Trump Mobile, Chris Walker, bersikeras pada USA Today: “T1 phones are proudly being made in America,” seraya menolak anggapan sebaliknya sebagai spekulasi yang tak akurat. Perubahan klaim di situs pertama kali dilaporkan oleh The Verge.
Sulit Produksi Ponsel Benar-Benar AS
Francisco Jeronimo, analis IDC, mengaku tidak terkejut Trump Mobile mengganti label tersebut. Menurutnya, hampir mustahil memproduksi ponsel sepenuhnya di AS mengingat biaya tinggi dan minimnya infrastruktur.
“Apakah mungkin atau tidak membuat ponsel di AS tergantung pada definisi 'membuat’, kalau hanya merakit komponen dalam jumlah kecil, mungkin saja. Komponennya bisa dibeli dari China lalu dirakit di sini,” ujar Jeronimo.
Bukan kali pertama bisnis Trump dituding menjual produk berlabel Amerika padahal buatan luar negeri. Tahun lalu, investigasi Associated Press menemukan Alkitab “God Bless the USA” bermerek Trump ternyata dicetak di China.
Ponsel T-1 sendiri bukan hanya tentang perangkat keras. Ini bagian dari rencana bisnis keluarga untuk memanfaatkan antusiasme basis pendukungnya. Namun rencana bisnis ini juga menuai kritik.
Para pakar etika pemerintah menyoroti potensi konflik kepentingan. Sebab, Presiden Donald Trump (jika terpilih kembali) akan memimpin Federal Communications Commission (FCC), lembaga yang mengatur perusahaan layanan telepon—termasuk para pesaing Trump Mobile.
Selain itu, Trump sebelumnya pernah mengancam Apple dengan rencana tarif 25% pada iPhone yang diproduksi di India.