Orang Ini Ngaku Coba Cuci Rambut Pakai AI, Hasilnya Malah Bikin Jengkel
Di sejumlah salon rambut di Provinsi Guangzhou, China, telah hadir mesin pencuci rambut otomatis berbasis AI.
Inovasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) kini merambah dunia kecantikan. Di sejumlah salon rambut di Provinsi Guangzhou, China, telah hadir mesin pencuci rambut otomatis yang diklaim mampu menyelesaikan proses keramas hanya dalam 13 menit.
Mengutip OddityCentral, Rabu (23/4), fenomena ini dijuluki sebagai “demam AI-shampooing” oleh media setempat. Mesin ini bekerja dengan memanfaatkan sensor inframerah untuk mendeteksi kondisi kulit kepala pelanggan.
Berdasarkan data yang dikumpulkan, perangkat akan memilih sampo dan metode pencucian yang sesuai dengan jenis rambut pengguna.
Seorang pemilik salon di Distrik Tianhe menjelaskan bahwa perangkat AI ini memiliki berbagai mode pencucian yang bisa disesuaikan, seperti “speed wash”, “normal”, “extra time”, hingga mode semprotan air.
Tak hanya itu, tersedia juga tiga tingkat pijatan kulit kepala serta mode khusus untuk rambut panjang dan pendek.
Saat layanan ini pertama kali diluncurkan, harga satu sesi AI-shampoo hanya 9,9 yuan (sekitar Rp21 ribu). Namun, karena peminatnya melonjak, tarifnya kini naik menjadi 19 yuan (sekitar Rp41 ribu). Meski harga naik, waktu layanan tetap singkat—hanya 13 menit untuk satu sesi pencucian rambut.
Namun, tidak semua pelanggan merasa puas. Di tengah popularitasnya, muncul banyak ulasan yang mengkritik hasil cucian dan pijatannya.
“Saya sudah coba, tapi rasanya gak nyaman, kulit kepala saya sakit,” tulis seorang pengguna di Weibo, media sosial mirip Twitter di China.
Pengguna lain menambahkan, “Mesinnya cuma semprot busa dan bilas pakai air. Tapi bagian belakang kepala saya gak bersih, tetap harus saya bilas manual.”
Meskipun begitu, banyak yang menilai bahwa teknologi ini patut dicoba, terutama karena harganya jauh lebih murah dibanding layanan manual di salon tradisional.
Terlepas dari keluhan soal kenyamanan dan efektivitas, kehadiran mesin ini menandai langkah baru dalam penerapan AI di bidang layanan konsumen. Dalam jangka panjang, jika kualitas layanan bisa ditingkatkan, teknologi serupa berpotensi mengubah standar salon rambut di seluruh dunia.