Kompetisi Hackathon Nasional Berbasis Domain .id Digelar, Pemenang Wakili Indonesia di Ajang Internasional
Ajang ini dirancang untuk memperkuat ekosistem digital lokal melalui pemanfaatan domain .id.
Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) resmi menggelar kompetisi teknologi nasional bertajuk Developerday.id sebagai bagian dari festival teknologi .idFest 2025. Bekerja sama dengan Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) dan Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia (ASPILUKI), ajang ini dirancang untuk memperkuat ekosistem digital lokal melalui pemanfaatan domain .id.
Dengan mengusung tema “Developing the Nation”, Developerday.id menyasar mahasiswa, startup, pengembang aplikasi, sektor publik, industri, hingga lembaga penelitian dan kesehatan. Kompetisi ini dibuka untuk delapan kategori dan ditargetkan menjaring lebih dari 500 peserta dari seluruh Indonesia.
“Developerday.id merupakan ruang kolaboratif untuk mendorong karya digital anak bangsa dan memperluas pemanfaatan domain .id sebagai identitas digital nasional,” kata Ketua PANDI, John Sihar Simanjuntak, Sabtu (26/7).
Ia menyebutkan bahwa rendahnya literasi digital dan minimnya ruang ekspresi bagi talenta muda menjadi latar belakang lahirnya program ini.
Pendaftaran proposal dibuka sejak 14 Juli hingga 14 Agustus 2025, dengan format presentasi maksimal 15 halaman dalam bahasa Inggris serta demo produk berbasis domain .id. Proposal yang masuk akan diseleksi pada 14–24 Agustus, dan sepuluh tim terbaik akan diumumkan pada 26 Agustus untuk melaju ke final.
Final kompetisi dijadwalkan berlangsung pada 17 September 2025 di Kota Kasablanka, Jakarta. Tiga tim terbaik akan mendapatkan hadiah dengan total Rp60 juta, serta berkesempatan mewakili Indonesia di ajang internasional APICTA Awards 2025 di Taiwan.
Ketua FTII, Andi Budimansyah, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi acara tahunan yang turut mendorong pertumbuhan domain .id. “Kami ingin solusi yang lahir dari kompetisi ini dapat dimanfaatkan oleh industri digital Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua ASPILUKI Djarot Subiantoro menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong inovasi teknologi lokal. “Kompetisi ini adalah langkah nyata dalam membangun solusi digital yang mandiri dan berdaya saing global,” katanya.