Jangan Sampai Tertipu, Ini 5 Tips Belanja Online Aman Saat Ramadan
Tips berbelanja online dengan aman selama Ramadan, sehingga terhindar dari penipuan seperti phishing, situs yang tidak resmi, dan pencurian informasi pribadi.
Aktivitas belanja online di Indonesia diperkirakan akan mengalami lonjakan signifikan pada bulan Ramadan 2026. Menurut data dari Bank Indonesia (BI), nilai transaksi e-commerce telah mencapai Rp 44,4 triliun pada Juli 2025. Pertumbuhan ini diprediksi akan terus meningkat dua digit setiap tahunnya, terutama pada saat puncak konsumsi di bulan suci dan Idul Fitri.
Namun, di balik kenyamanan berbelanja online, ada ancaman keamanan siber yang perlu diwaspadai. Para pelaku kejahatan digital sering kali memanfaatkan momen ini untuk melakukan berbagai penipuan, seperti phishing, pembuatan situs palsu, hingga pencurian data pribadi.
Pratama Persadha, Chairman Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), menyatakan bahwa modus penipuan yang paling umum saat ini adalah phishing yang dilakukan melalui pesan instan, penyamaran sebagai layanan pelanggan, serta penyebaran tautan pelacakan paket yang tidak valid.
"Literasi keamanan digital menjadi kunci agar masyarakat dapat menikmati kemudahan e-commerce tanpa mengorbankan keamanan. Risiko ini adalah tantangan nyata dan menjadi tanggung jawab bersama," ungkap Pratama, yang juga dikenal sebagai pakar keamanan siber, dalam kutipannya pada Selasa (24/2/2026).
Untuk meningkatkan kenyamanan berbelanja, khususnya selama festival belanja seperti Lazada Ramadan Daily Sale yang dimulai pada 16 Februari 2026, Pratama bersama Lazada membagikan lima tips praktis untuk berbelanja online dengan aman.
1. Perkuat Benteng Akun dengan Password Unik dan Biometrik
Langkah awal yang perlu diambil untuk melindungi data adalah dengan mengganti kata sandi secara berkala. Gunakan kombinasi huruf, angka, dan karakter khusus yang sulit ditebak. Pratama menyarankan agar pengguna tidak menggunakan kata sandi yang sama untuk berbagai akun.
"Aktifkan juga fitur autentikasi dua faktor (2FA) atau verifikasi biometrik seperti sidik jari atau wajah yang tersedia di aplikasi sebagai lapisan perlindungan tambahan," tambahnya.
Bertransaksi dengan Disiplin di Dalam Platform
Konsumen diingatkan untuk melakukan pembelian hanya melalui aplikasi atau situs resmi. Pastikan untuk memeriksa kembali URL sebelum memasukkan informasi sensitif. Lazada menegaskan bahwa mereka tidak dapat melacak transaksi yang dilakukan di luar sistem resmi mereka. Jika ada individu yang mengaku sebagai karyawan atau kurir dan menghubungi Anda melalui saluran yang tidak terverifikasi untuk meminta transaksi di luar aplikasi, segera laporkan kepada tim Customer Care.
3. Abaikan Tautan dari Sumber Tidak Resmi
Modus penipuan sering kali memanfaatkan tawaran hadiah, diskon besar, atau informasi pengiriman paket melalui tautan mencurigakan. Belakangan ini, oknum sering mengirimkan tautan palsu yang mengatasnamakan jasa ekspedisi untuk mencuri informasi pribadi atau mengambil alih perangkat Anda. Penting untuk diingat bahwa status paket yang sah dapat dipantau secara real-time langsung di dalam aplikasi resmi.
Tolak Pemasangan Aplikasi dari Sumber Tidak Dikenal dan Berbagi Layar
Hati-hati dengan permintaan untuk menginstal file APK di luar toko aplikasi resmi seperti Google Play Store atau App Store, yang sering kali mengklaim sebagai pembaruan sistem atau verifikasi akun. Aplikasi yang berbahaya ini dapat mengakses SMS, notifikasi, dan bahkan merekam aktivitas layar Anda.
"Tidak ada platform e-commerce, bank, atau logistik resmi yang meminta pelanggan untuk menginstal aplikasi tambahan di luar saluran resmi atau meminta fitur screen sharing (berbagi layar) untuk memproses transaksi," jelas Pratama.
5. Jaga Kerahasiaan Kode OTP
Kode OTP (One-Time Password) merupakan kunci akses terakhir untuk akun Anda. Oleh karena itu, jangan sekali-kali membagikan kode ini kepada siapapun, termasuk kepada mereka yang mengaku sebagai staf internal dari platform tersebut. Pastikan untuk memverifikasi setiap permintaan informasi melalui saluran komunikasi atau media sosial resmi dari perusahaan.
Tetaplah Waspada
Selain mempertimbangkan aspek teknis, konsumen juga disarankan untuk memperhatikan ulasan mengenai toko dan produk sebelum melakukan pembelian. Sebagai contoh, fitur LazMall yang ada di Lazada menawarkan jaminan keaslian produk serta pengiriman yang lebih cepat, sehingga dapat mengurangi risiko yang mungkin terjadi.
Pratama menekankan pentingnya penguatan keamanan siber yang tidak hanya bergantung pada teknologi dari penyedia layanan, tetapi juga perlu didukung oleh kesadaran dari pengguna itu sendiri. Hal ini sejalan dengan semangat Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang menempatkan data pribadi sebagai hak dasar yang harus dilindungi.
"Masyarakat harus selalu waspada terhadap penawaran yang terlalu muluk dan memastikan semua aktivitas digital dilakukan melalui kanal resmi demi pengalaman belanja yang aman dan nyaman," ia memungkaskan.
Generasi Z Lebih Memilih Berbelanja Online Dibandingkan Pergi ke Mal atau Pusat Perbelanjaan