India Bisa Bantu Astronot yang “Terjebak” di Stasiun Ruang Angkasa?
NASA sedang mencari cara untuk memulangkan astronot Sunita Williams yang telah terjebak di luar angkasa selama lebih dari 2 bulan akibat pesawat Starliner.
NASA kini menghadapi tantangan serius dalam memulangkan astronot Sunita Williams yang telah terjebak di luar angkasa selama lebih dari dua bulan. Awalnya, Williams berangkat pada bulan Juni tahun ini dengan rencana kembali ke Bumi dalam waktu seminggu.
Namun, masalah teknis pada pesawat Starliner buatan Boeing memaksa NASA untuk memperpanjang misinya. Kepala ISRO, S. Somanath, menjelaskan dalam sebuah podcast bahwa India saat ini tidak memiliki kemampuan untuk membantu penyelamatan ini.
"Sayangnya, tidak ada yang bisa kami lakukan langsung dari India untuk membantu saat ini. Satu-satunya solusi potensial hanya bisa datang dari AS atau Rusia," ujar Somanath.
Dia menambahkan bahwa baik AS maupun Rusia memiliki kendaraan yang dapat digunakan untuk misi penyelamatan, yakni Crew Dragon dari SpaceX dan Soyuz dari Rusia. Meskipun muncul rumor bahwa Williams bersama Butch Wilmore terjebak di luar angkasa, Somanath menegaskan bahwa situasinya tidak terlalu kritis.
"Pesawat Starliner memang menunjukkan beberapa anomali, dan itulah sebabnya mereka berhati-hati," ujarnya dikutip dari BusinessToday, Sabtu (24/8).
Masalah utama terletak pada sistem propulsi Starliner yang bermasalah, yang menimbulkan kekhawatiran keselamatan untuk penerbangan pulang dengan membawa kru. NASA sendiri sedang mempertimbangkan untuk menggunakan misi SpaceX Crew-9 yang dijadwalkan pada akhir September untuk memulangkan para astronot, meskipun rencana ini berarti mereka baru akan kembali ke Bumi pada awal tahun depan.
Kepala ISRO juga menambahkan bahwa kompleksitas penerbangan antariksa berawak membutuhkan perencanaan dan penjadwalan yang sangat hati-hati, yang mungkin menjadi alasan NASA menunda pengambilan keputusan.
Administrator NASA, Bill Nelson, bersama para pejabat tinggi lainnya dijadwalkan untuk bertemu pada hari Sabtu mendatang. Pada saat itu, diharapkan mereka akan menentukan tanggal atau garis waktu untuk kepulangan kedua astronot tersebut.