Respons Seorang Ibu saat Tahu Anaknya Sunita Williams Astronot NASA Terjebak di Stasiun Ruang Angkasa
Sunita Williams dan Barry Wilmore akan kembali ke Bumi pada Februari 2025 menggunakan kapsul SpaceX setelah tertunda karena masalah di Starliner.
Astronot NASA Sunita Williams dan Barry Wilmore tiba di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 5 Juni dengan menggunakan pesawat luar angkasa Starliner milik Boeing.
Meskipun awalnya dijadwalkan untuk kembali ke Bumi dalam 8-10 hari ke depan, rencana mereka berubah setelah mengalami kebocoran helium dan masalah pada pendorong pesawat.
Administrator NASA, Bill Nelson, mengumumkan bahwa meskipun Starliner akan kembali tanpa awak, Williams dan Wilmore akan pulang pada Februari 2025 menggunakan kapsul SpaceX. Nelson menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi keselamatan mereka berdua.
"Penerbangan luar angkasa selalu berisiko, bahkan dalam kondisi paling aman sekalipun," ujar Nelson.
Respons Keluarga
Mengutip Business Today & HindustanTimes, Kamis (29/8), keluarga Williams berbicara mengenai keterlambatan kepulangannya. Suami Sunita, Michael J. Williams, dan ibunya, Bonnie Pandya, tampak tenang menghadapi situasi ini. Michael menyebut bahwa ISS adalah "tempat bahagia" bagi Sunita.
Hal itu senada dengan ibunda Sunita. Bonnie Pandya menyebut jika dirinya tidak khawatir tentang keterlambatan tersebut karena Sunita dan Wilmore tetap bekerja keras di ISS.
Dalam sebuah wawancara, Bonnie menyebut putrinya sebagai astronot berpengalaman yang sudah menghabiskan lebih dari 400 hari di luar angkasa.
“Saya tidak memberinya nasihat apa pun. Dia tahu apa yang harus dilakukan. Dia adalah astronot berpengalaman. Dia sudah berada di luar angkasa selama lebih dari 400 hari,” kata sang ibunda.
"Bagi saya, saya merindukannya. Dia adalah sahabat saya, dan kami punya rencana untuk melakukan banyak hal bersama. Tapi saya mengerti," tambah Pandya.
Di sisi lain, Pandya juga menyebut telah berkomunikasi dengan putrinya. Sunita meyakinkan dirinya agar tidak khawatir, dan memastikan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
“Sejujurnya, saya lega NASA tidak terburu-buru mengembalikannya. Sudah ada dua kecelakaan pesawat ulang-alik. Dan saya tidak ingin hal itu terjadi pada putri saya atau siapa pun. Jadi, saya yakin lebih baik aman daripada menyesal kemudian," jelas dia.