Ilmuwan AS Ciptakan AI yang Bisa Baca Pikiran Manusia, Begini Cara Kerjanya
Sejauh mana kecerdasan buatan dapat memahami dan menyampaikan pikiran seseorang dalam bentuk kalimat?
Di Amerika Serikat, pengembangan teknologi semakin maju dengan hadirnya Artificial Intelligence (AI) yang berpotensi untuk membaca pikiran manusia. Para ilmuwan menyebut inovasi ini sebagai "mind captioning," yang memanfaatkan MRI untuk menafsirkan pikiran seseorang. Sistem AI ini dirancang untuk mendukung individu yang mengalami gangguan bicara, seperti penyintas stroke, agar dapat berkomunikasi dengan lebih baik.
Media Daily Star melaporkan bahwa inovasi ini dijelaskan oleh Scientific American dalam jurnal Science Advances, yang menunjukkan bagaimana pemindaian MRI non-invasif dapat menangkap aktivitas otak partisipan saat mereka menonton video pendek, sebagaimana dilansir oleh Mirror pada Senin (24/11/2025).
Selanjutnya, pola saraf yang terdeteksi akan diubah menjadi deskripsi yang sangat akurat. Contohnya, ketika seorang sukarelawan melihat seseorang melompat dari air terjun, AI dapat menghasilkan kalimat seperti, "seseorang melompati air terjun yang dalam di punggung gunung."
Kecanggihan dan Risiko Privasi
Alex Huth, seorang ahli saraf komputasional dari University of California, Berkeley, menyatakan bahwa komputer dapat memprediksi dengan jelas apa yang dilihat seseorang, bahkan dari detail terkecil.
Proses membaca pikiran juga tidak terbatas pada saat menonton video; ketika sukarelawan mengingat rekaman yang telah mereka lihat sebelumnya, sistem AI dapat menghasilkan deskripsi yang sesuai dengan ingatan mereka.
Dalam sebuah uji coba yang melibatkan enam partisipan, tingkat akurasi yang dicapai sangat mengejutkan untuk sebuah teknik yang tidak memerlukan prosedur invasif.
Pengawasan ketat
Hasil yang didapat pun jauh lebih signifikan dibandingkan dengan metode sebelumnya yang hanya mampu menghasilkan kata-kata terpisah tanpa konteks.
Namun, meskipun sistem AI ini menjanjikan, ada potensi risiko terkait akses terhadap informasi pribadi, perasaan, dan data sensitif individu. Oleh karena itu, sangat penting untuk menerapkan pengawasan ketat dan memastikan bahwa penggunaannya hanya dilakukan untuk tujuan medis yang jelas dan telah disetujui.