HP Zaman Sekarang Makin Anti Air, Ternyata Ini Rahasianya
Ponsel dengan sertifikasi IP68 hingga IP69K semakin banyak ditemukan, termasuk di segmen menengah dan perangkat lipat.
Smartphone terbaru kini dilengkapi dengan perlindungan IP yang semakin canggih. Sebelumnya, IP68 dianggap sebagai standar tertinggi, namun saat ini ponsel kelas menengah pun sudah memiliki fitur ini. Beberapa model bahkan menggabungkan beberapa rating sekaligus, seperti IP66, IP68, IP69, dan IP69K, untuk memastikan ketahanan maksimal terhadap air, debu, dan kondisi ekstrem lainnya.
Menariknya, tren ini juga mulai merambah ke ponsel lipat yang sebelumnya dikenal dengan desain yang rentan. Kini, ponsel lipat mendapatkan perlindungan setara dengan ponsel non-lipat, yang merupakan langkah signifikan bagi industri smartphone.
Waterproofing adalah Sistem. Dari tampilan luar, ponsel yang tahan air mungkin terlihat sebagai fitur tambahan. Namun, di balik itu semua, terdapat serangkaian sistem yang bekerja sama untuk mencapainya. Para ahli berusaha meminimalisir jalur masuk air sejak tahap desain.
Smartphone modern dirancang dengan tingkat presisi yang sangat tinggi, sehingga bingkai dan panel belakang hampir tidak memiliki celah. Produsen juga menggunakan perekat yang tepat untuk menyatukan setiap lapisan, sehingga mengurangi kemungkinan masuknya air, sebagaimana dikutip dari Gizmochina, Kamis (19/2/2026).
Setiap ponsel umumnya memiliki beberapa titik rawan yang sulit dihindari, seperti port pengisian daya, baki SIM, dan tombol fisik. Untuk mengatasi masalah ini, produsen memperkuat area-area tersebut dengan menggunakan gasket silikon dan cincin karet penyegel. Misalnya, baki SIM biasanya dilengkapi dengan cincin kedap air kecil yang akan tertekan saat dipasang.
Komponen ini berfungsi sebagai penghalang agar cairan tidak mudah masuk ke dalam perangkat. Bagian speaker dan lubang suara juga lebih rumit karena tetap memerlukan aliran udara agar dapat berfungsi dengan baik. Untuk mengatasinya, produsen menerapkan membran akustik yang bersifat hidrofobik atau lapisan mesh khusus yang dirancang dengan sangat halus.
Teknologi ini memungkinkan gelombang suara untuk tetap keluar masuk, namun tetap dapat menahan air agar tidak merembes ke dalam perangkat.
Siapkan Rencana Alternatif
Meskipun ponsel telah dirancang dengan sangat teliti, masih ada kemungkinan bahwa sedikit kelembapan dapat masuk ke dalam perangkat. Oleh karena itu, banyak ponsel yang dilengkapi dengan lapisan perlindungan tambahan di bagian dalam. Komponen-komponen seperti motherboard, konektor, dan papan sirkuit fleksibel biasanya dilapisi dengan nano-coating hidrofobik.
Lapisan yang sangat tipis ini berfungsi untuk menolak air pada tingkat mikroskopis. Dengan demikian, air tidak akan menyebar ke permukaan logam dan menyebabkan korsleting; sebaliknya, air akan membentuk tetesan. Tetesan ini cenderung lebih cepat menguap atau mengalir menjauh, sehingga tidak bertahan lama dan tidak memicu korosi pada komponen.
Namun, perlu diingat bahwa lapisan ini tidak menjadikan ponsel dirancang untuk direndam dalam air. Fungsinya lebih sebagai perlindungan tambahan. Jika air berhasil menembus lapisan luar, pelindung internal ini akan membantu mengurangi risiko kerusakan dalam waktu singkat.
Pada dasarnya, ponsel tahan air modern mengandalkan dua strategi secara bersamaan: mencegah air masuk melalui desain struktur yang rapat dan meminimalkan dampak kerusakan jika cairan berhasil masuk. Kombinasi dari kedua strategi ini adalah yang membuat perangkat tetap andal seperti sekarang ini.
Perangkat Lipat Lebih Rumit
Tantangan dalam menciptakan ponsel yang tahan air memang cukup kompleks, terutama untuk model non-lipat. Kesulitan ini semakin meningkat pada perangkat lipat. Berbeda dengan ponsel konvensional yang memiliki bodi utuh, ponsel lipat memiliki bagian yang dapat dilipat, layar fleksibel, serta kabel tipis yang terus bergerak saat dibuka dan ditutup.
Celah dan pergerakan menjadi hal yang tidak bisa dihindari, sehingga proses pembuatan tahan air memerlukan pendekatan yang berbeda.
Untuk lini Samsung Galaxy Z Fold, Samsung mengadopsi strategi isolasi. Alih-alih menyegel sepenuhnya bagian lipatan, sisi kiri dan kanan perangkat dirancang menjadi kompartemen yang terpisah.
"Dengan cara ini, jika air masuk ke satu sisi, penghalang internal dapat membantu mencegahnya menyebar ke sisi lainnya." Bagian lipatan pada ponsel lipat tidak dirancang untuk sepenuhnya menutup air. Area ini menggunakan material tahan korosi, cairan pelindung khusus, jalur pembuangan, dan komponen hidrofobik agar air tidak terperangkap. Selain itu, papan sirkuit fleksibel juga dilapisi karet serta penyegel untuk memberikan perlindungan tambahan.
Sementara itu, pada lini Oppo Find N, Oppo dilaporkan menerapkan sistem penyegelan berlapis. Berbagai jenis perekat digunakan untuk menutup celah mikroskopis di sekitar bagian lipatan dan papan fleksibel, sehingga membentuk perlindungan yang menyeluruh meskipun perangkat terus dilipat dan dibuka.
Kini, beberapa ponsel lipat bahkan telah mendapatkan rating IPX6, IPX8, hingga IPX9, yang menunjukkan bahwa perangkat tersebut berhasil melalui uji semprotan air dan perendaman, sesuatu yang sebelumnya sulit dibayangkan pada perangkat dengan bagian lipatan.
Tahan Air Tidak Menjamin Ketahanan Sepenuhnya
Perlu dicatat bahwa ponsel dengan rating IP tetap diuji dalam kondisi laboratorium yang terkontrol. Namun, dalam praktik sehari-hari, situasi yang dihadapi bisa jauh lebih berat. Misalnya, air laut dapat mempercepat proses korosi pada logam, sedangkan air kolam yang mengandung klorin atau sabun dapat merusak segel perangkat seiring berjalannya waktu.
Oleh karena itu, banyak produsen menegaskan bahwa kerusakan akibat air tidak selalu dijamin oleh garansi, meskipun perangkat tersebut telah mendapatkan sertifikasi IP. Meskipun ketahanan air dapat mengurangi risiko, hal ini tidak berarti perangkat sepenuhnya kebal terhadap kerusakan.