Harga Memori Melonjak, Xiaomi Diperkirakan Pangkas RAM HP Mulai 2026
Langkah tersebut dipicu oleh lonjakan harga memori yang diproyeksikan terjadi sejak awal 2026.
Produsen ponsel pintar global, termasuk Xiaomi, disebut-sebut akan memangkas kapasitas RAM pada lini perangkat mereka mulai 2026.
Langkah tersebut dipicu oleh lonjakan harga memori yang diproyeksikan terjadi sejak awal 2026, sebagaimana dilaporkan firma riset pasar TrendForce.
Mengutip GizChina, Selasa (16/12), TrendForce memperkirakan biaya DRAM akan menyerap porsi yang semakin besar dari bill of materials (BOM) sepanjang 2026.
Kenaikan biaya ini tidak hanya berdampak pada harga jual perangkat, tetapi juga memengaruhi spesifikasi yang ditawarkan, terutama di segmen ponsel menengah dan bawah.
Mau Tak Mau Harus Tekan Spesifikasi
Meski produsen premium seperti Apple juga terdampak, tekanan terbesar diperkirakan dirasakan produsen ponsel berbasis Android. Selama ini, kapasitas RAM besar seperti 12 GB menjadi salah satu nilai jual utama ponsel kelas menengah.
Xiaomi termasuk merek yang agresif menawarkan RAM besar pada segmen tersebut. Namun, dengan biaya memori yang terus meningkat, produsen dihadapkan pada dua pilihan utama, yakni menaikkan harga jual atau menurunkan spesifikasi.
Analis menilai, opsi penurunan spesifikasi lebih mungkin diambil untuk menjaga daya saing harga di pasar yang sensitif terhadap biaya. Akibatnya, HP kelas menengah yang selama ini hadir dengan RAM 8 GB hingga 12 GB diperkirakan akan kembali ke spesifikasi dasar.
Segmen HP kelas bawah disebut sebagai yang paling terdampak, dengan kapasitas RAM berpotensi turun ke 4 GB pada 2026 guna menekan harga jual.
Segmen Menengah dan Laptop Premium Paling Terdampak
Dampak lonjakan harga memori juga merambah pasar laptop. Perangkat kelas atas dengan RAM tertanam (soldered RAM), seperti ultrabook, diperkirakan mengalami kenaikan harga paling cepat dan signifikan karena sulit menyesuaikan spesifikasi.
Sementara itu, laptop konsumen masih dapat memanfaatkan stok memori lama dalam jangka pendek. Namun, penyesuaian harga atau pemangkasan spesifikasi diprediksi tak terhindarkan mulai kuartal II 2026.
TrendForce menyimpulkan, pengurangan spesifikasi dan perlambatan peningkatan RAM akan menjadi strategi utama produsen ponsel dan PC untuk menghadapi kenaikan biaya memori.
Standarisasi memori pada “batas minimum yang dapat diterima” diperkirakan akan menjadi tren baru di berbagai segmen pasar.
Dengan demikian, ponsel kelas menengah ber-RAM besar yang selama ini populer berpotensi menjadi semakin langka pada 2026.
Reporter Magang: Ahmad Subayu