Fantastis! Xiaomi EV Raih Laba Pertama Rp2 Triliun di 2025
Divisi kendaraan listrik Xiaomi berhasil mencatatkan keuntungan operasional mencapai 900 juta yuan pada tahun 2025.
Langkah Xiaomi dalam industri mobil listrik mulai memperlihatkan hasil yang signifikan. Untuk pertama kalinya, divisi kendaraan listrik (EV) dari perusahaan asal China ini berhasil mencetak keuntungan pada tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, unit EV dan AI Xiaomi mencatat laba operasional sebesar 900 juta yuan, yang setara dengan sekitar Rp2 triliun.
Seperti yang disampaikan oleh ArenaEV pada Jumat (27/3/2026), pencapaian ini menjadi tonggak penting, mengingat perusahaan baru memulai penjualan mobil pada tahun 2024, sehingga pertumbuhan ini dinilai cukup mengesankan dalam waktu yang singkat.
Pendapatan dari bisnis tersebut juga mengalami lonjakan yang signifikan. Sepanjang tahun 2025, Xiaomi berhasil membukukan revenue mencapai 106,1 miliar yuan, atau sekitar Rp230 triliun, yang meningkat 223,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini didorong terutama oleh penjualan kendaraan listrik yang menjadi kontributor utama.
Selain itu, margin kotor dari divisi EV dan AI juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2025, margin tercatat sebesar 24,3 persen, naik 5,8 poin dibandingkan tahun 2024. Kenaikan ini menunjukkan bahwa Xiaomi semakin efisien dalam menghasilkan keuntungan dari setiap kendaraan yang dijual.
Dari sisi penjualan, performa Xiaomi juga sangat mencolok. Sepanjang tahun lalu, perusahaan berhasil mengirimkan lebih dari 411 ribu unit mobil listrik kepada konsumen, atau meningkat lebih dari 200 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menegaskan bahwa permintaan terhadap mobil listrik Xiaomi terus meningkat dengan pesat.
Model Unggulan dari Xiaomi
Model unggulan seperti Xiaomi SU7 telah menjadi pilar utama dalam penjualan perusahaan. Selain itu, peluncuran SUV listrik Xiaomi YU7 turut berkontribusi dalam meningkatkan performa penjualan, bahkan sempat mencatatkan angka pengiriman yang tinggi pada akhir tahun.
Meskipun perusahaan telah berhasil meraih laba, Xiaomi mengakui bahwa margin keuntungan yang diperoleh masih tergolong tipis. Namun, mengingat usia bisnisnya yang masih sangat muda dalam industri otomotif, pencapaian tersebut dianggap sebagai langkah signifikan menuju profitabilitas yang lebih stabil di masa depan.