Xiaomi Mengalokasikan Dana Rp 1,4 triliun untuk Pembangunan Pabrik Mobil Listrik Baru di Beijing

Melalui anak perusahaannya, Xiaomi Jingxi Technology, mereka telah resmi membeli lahan seluas 485.100 m² di Yizhuang New Town, Beijing.

Arief Aszhari
Oleh Arief Aszhari - Reporter
Xiaomi Mengalokasikan Dana Rp 1,4 triliun untuk Pembangunan Pabrik Mobil Listrik Baru di Beijing
Logo Xiaomi di depan headquarter office di Beijing. Liputan6.com/Agustin Setyo Wardani (© 2025 Liputan6.com)

Perusahaan teknologi raksasa, Xiaomi, semakin memperkuat keberadaannya di sektor otomotif. Melalui anak perusahaannya, Xiaomi Jingxi Technology, perusahaan asal Tiongkok ini telah secara resmi mengakuisisi lahan seluas 485.100 m² di Yizhuang New Town, Beijing, dengan nilai transaksi mencapai 635 juta yuan, yang setara dengan Rp 1,43 triliun. Lahan tersebut akan digunakan untuk membangun pabrik kendaraan listrik serta komponen terkait.

Namun, langkah strategis Xiaomi tidak hanya terbatas di Beijing. Perusahaan ini juga telah mendirikan entitas baru di Shanghai dengan modal terdaftar sebesar 1 juta yuan, atau sekitar Rp 2,25 miliar. Entitas tersebut akan bertanggung jawab atas penjualan kendaraan listrik dan konvensional, layanan birokrasi kendaraan bekas, rental mikropenumpang, serta penjualan makanan dan perangkat pengisi baterai.

Menurut informasi dari Carnewschina, pabrik mobil listrik yang baru ini direncanakan sebagai fase ketiga dari ekspansi fasilitas Xiaomi, setelah dua tahap sebelumnya yang telah dilaksanakan di area sekitarnya. Masa sewa tanah selama 50 tahun ini mendukung ambisi perusahaan untuk melakukan produksi massal, terutama untuk model SUV YU7 dan sedan SU7. Selain itu, Xiaomi juga berencana untuk meluncurkan SUV YU7 pada akhir bulan Juni mendatang.

CEO Xiaomi, Lei Jun, mengungkapkan bahwa persiapan untuk produksi massal telah selesai, dan pengiriman kendaraan dijadwalkan akan dimulai pada bulan Juli. Menariknya, saat ini, minat terhadap YU7 jauh lebih tinggi dibandingkan SU7. Melalui aplikasi Xiaomi EV, calon pembeli saat ini harus bersabar menunggu hingga 51 minggu untuk mendapatkan kendaraan yang mereka pesan.

Tingkatkan posisi pasar

Saat ini, pada akhir bulan Mei, Xiaomi telah meningkatkan target pengiriman kendaraan listriknya untuk tahun 2025 dari 300.000 unit menjadi 350.000 unit. Langkah ini merupakan bagian dari ekspansi pabrik fase ketiga dan mencerminkan permintaan yang terus meningkat. Dengan dukungan produksi yang terbagi dalam tiga fase serta penguatan distribusi, Xiaomi menunjukkan kesiapan untuk mencapai target tersebut dan memperluas pangsa pasarnya.

Rekomendasi