Bukan Nvidia, ternyata DeepSeek Pakai Chip Buatan Perusahaan ini
Model AI DeepSeek R1 memanfaatkan chip Huawei untuk melaksanakan tugas dan memberikan respons.
Beberapa jam setelah peluncuran model AI DeepSeek R1 oleh sebuah startup asal Tiongkok, situasi dalam dunia kecerdasan buatan mengalami perubahan signifikan.
Kehadiran model AI ini turut menyebabkan penurunan nilai saham Nvidia hingga mencapai USD 600 miliar.
Dikenal dengan efisiensi biaya yang jauh lebih baik dibandingkan produk dari perusahaan-perusahaan AS yang telah berinvestasi besar dalam teknologi AI.
DeepSeek R1 juga menawarkan sifat open source yang memungkinkan pengembang untuk memanfaatkannya. Dalam waktu singkat, DeepSeek AI menjadi sangat terkenal.
Selama ini, DeepSeek diketahui menggunakan GPU Nvidia H100 untuk melatih model AI mereka.
Namun, menurut informasi terbaru yang dirilis oleh Tekno Liputan6.com dari Gizchina pada Sabtu (1/2), terungkap bahwa DeepSeek R1 kini memanfaatkan GPU Huawei Ascend 910C untuk proses interferensi.
Proses interferensi ini merupakan langkah penting untuk menghasilkan respons dari model yang telah dilatih sebelumnya. Dengan demikian, chip dari Huawei akan mengambil alih sebagian besar tugas dalam pengolahan AI.
DeepSeek Memilih Nvidia untuk Mengoperasikan AI
Terdapat beberapa faktor yang mendasari situasi ini, namun yang paling signifikan kemungkinan besar adalah terkait dengan biaya.
Chip yang diproduksi oleh Nvidia diketahui memiliki harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan chip dari Huawei.
Dalam konteks kecerdasan buatan, kebutuhan akan daya komputasi yang lebih rendah membuat penggunaan Ascend 910C menjadi pilihan yang lebih ekonomis untuk tahap pemrosesan tersebut.
Selain itu, larangan ekspor dari Amerika Serikat terhadap chip Nvidia yang berteknologi tinggi juga membatasi akses Tiongkok terhadap perangkat keras terbaru dari Nvidia.
Dengan demikian, pemilihan chip Huawei oleh DeepSeek merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi yang berasal dari AS.
Langkah ini sejalan dengan upaya Tiongkok untuk mencapai kemandirian yang lebih besar dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan.
Kinerja chip Huawei Memiliki Batasan
Walaupun chip Ascend 910C memiliki peran dalam interferensi, informasi yang ada menunjukkan bahwa chip ini memiliki keterbatasan dalam hal kinerja. Keterbatasan tersebut membuat chip ini tidak ideal untuk digunakan dalam pelatihan model AI yang berskala besar.
Untuk mengatasi masalah ini, Huawei dilaporkan sedang dalam proses pengembangan chip Ascend 920C. Chip baru ini diharapkan dapat bersaing dengan chipset Blackwell B200 yang akan diluncurkan oleh Nvidia, yang merupakan generasi berikutnya yang dirancang khusus untuk keperluan AI.
Pengembangan chip AI oleh Huawei merupakan salah satu langkah strategis Tiongkok untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi yang berasal dari Amerika Serikat, khususnya di bidang semikonduktor dan kecerdasan buatan.
Selain itu, Tiongkok juga dikabarkan telah menginvestasikan dana yang sangat besar dalam perangkat keras AI sebagai respons terhadap sanksi yang diberlakukan oleh AS.
Dengan demikian, Tiongkok berusaha untuk tetap bersaing di kancah AI global, terutama dalam menghadapi dominasi AS.
Meskipun saat ini DeepSeek masih menggunakan Nvidia untuk melatih model AI mereka, penggunaan chip dari Huawei dalam pelaksanaan tugas-tugas AI diharapkan dapat menyaingi Nvidia di masa depan.