Begini Terangnya Bumi jika Dilihat dari Bulan
Sinar Bumi lebih terang jika dilihat dari Bulan. Seterang apa?
Sinar Bumi yang terlihat dari permukaan Bulan ternyata 43 kali lebih terang dibandingkan cahaya Bulan purnama yang terlihat dari Bumi. Meski tampak mengesankan secara visual, cahaya ini belum cukup kuat untuk kebutuhan praktis seperti membaca dengan nyaman atau mengisi daya panel surya.
Hal ini disimpulkan dari perhitungan kombinasi ukuran Bumi yang jauh lebih besar dari Bulan, serta tingkat reflektivitas (albedo) Bumi yang lebih tinggi. Dalam kondisi malam bulan yang berlangsung hingga 14 hari Bumi, cahaya Bumi menjadi satu-satunya sumber cahaya alami selain bintang. Namun dengan intensitas hanya beberapa puluh lux, cahayanya masih jauh di bawah ambang batas minimum untuk pencahayaan yang efisien.
Eksperimen teoretis menunjukkan bahwa astronaut mungkin bisa membaca teks besar dalam kondisi tertentu, tapi kenyamanan membaca tetap terganggu. Sementara itu, ide memanfaatkan cahaya Bumi sebagai sumber daya untuk panel surya dinilai tidak realistis. Dibandingkan sinar matahari yang mencapai lebih dari 100.000 lux, earthlight terlalu lemah bahkan untuk menyalakan LED sederhana.
Meski Bumi selalu terlihat dari sisi dekat Bulan, fase cahayanya pun bervariasi tergantung posisi relatif dengan Matahari. Untungnya, saat malam di Bulan, Bumi sering berada dalam fase separuh atau purnama, memberikan sedikit bantuan visibilitas. Namun perlengkapan antariksa seperti visor helm juga mengurangi cahaya yang masuk ke mata astronaut, membatasi manfaat langsung dari sinar Bumi.
Kesimpulannya, Bumi memang terlihat luar biasa dari permukaan Bulan, tapi pancaran cahayanya belum cukup untuk diandalkan secara teknis. Misi jangka panjang di Bulan tetap membutuhkan sumber energi mandiri dan sistem pencahayaan terintegrasi. Earthlight indah, tetapi belum bisa menopang kehidupan.