AI Jadi Fokus Utama Inovasi Teknologi Pertahanan
Selain AI, teknologi elektronika menjadi inovasi yang krusial untuk dikembangkan di industri pertahanan Indonesia.
Wakil Menteri Pertahanan, Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan, mengatakan betapa pentingnya penguatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan elektronika dalam membangun kemandirian industri pertahanan Indonesia.
Oleh sebab itu, Donny menyebut dua bidang tersebut sebagai prioritas utama yang harus dikejar di tengah percepatan kemajuan teknologi militer global.
“Kalau dari kami, industri pertahanan saat ini yang sangat dibutuhkan dan terkait dengan Artificial Intelligence. Jadi itu sangat-sangat kita butuhkan saat ini karena kemajuan saat ini di dunia internasional, Artificial Intelligence sangat-sangat cepat sekali,” ujar Donny di KST BRIN, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (21/4).
Selain AI, Donny juga menyoroti krusialnya pengembangan teknologi elektronika. “Elektronika juga sangat kita butuhkan sekali. Sehingga kita mengharapkan riset di Indonesia atau industri-industri pertahanan banyak melakukan penelitian di bidang Artificial Intelligence dan elektronika,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, menyatakan kesiapan BRIN untuk memperkuat ekosistem riset yang menunjang kebutuhan strategis pertahanan.
Menurutnya, AI memang telah menjadi salah satu fokus utama BRIN dalam riset teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
“Kalau dari BRIN sendiri, terkait dengan laju inovasi dari Pak Wamenhan tadi soal AI untuk bisnis pertahanan, AI itu memang menjadi salah satu fokus kami. Kalau untuk riset TIK, salah satu aplikasinya itu memang di industri strategis,” ujar Handoko.
Ia menjelaskan bahwa industri strategis umumnya membutuhkan instrumen yang mahal, namun BRIN tengah mengembangkan alternatif instrumen yang lebih terjangkau dan tetap bisa dioptimalkan dengan teknologi AI.
“Kami mengembangkan instrumen yang lebih murah tetapi bisa diimprove kinerjanya melalui pemakaian teknologi AI. Misalnya untuk telekomunikasi, untuk pemetaan, untuk pemotretan, untuk radar misalnya,” jelasnya.
Handoko menambahkan, pemanfaatan AI saat ini sudah sangat luas dan terus berkembang. “Jadi banyak sekali sekarang yang bisa kita lakukan dengan AI,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara Kementerian Pertahanan dan BRIN, pemerintah berharap mampu menciptakan ekosistem pertahanan nasional yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi global, sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk asing.