Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong penguatan industri perkeretaapian nasional. Dorongan ini bertujuan untuk mendukung sistem transportasi yang efisien serta pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dan berkelanjutan di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY usai rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional yang berlangsung pada Rabu (23/4). Rapat penting ini diselenggarakan di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, menandai komitmen pemerintah terhadap sektor perkeretaapian.
Penguatan industri ini sejalan dengan rekomendasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menyoroti pentingnya pengembangan industri kereta domestik. Hal ini dikarenakan kebutuhan transportasi nasional yang terus meningkat, memerlukan solusi yang mandiri dan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
AHY menegaskan bahwa penguatan Industri Perkeretaapian Nasional sangat penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor. Upaya ini akan dicapai melalui peningkatan kapasitas produksi dalam negeri serta penguasaan teknologi.
Dengan demikian, Indonesia tidak akan hanya menjadi konsumen teknologi dan produk dari luar. Sebaliknya, negara ini akan mampu membangun kemandirian industri transportasi berbasis kereta api secara berkelanjutan.
Kepala BRIN Arif Satria juga sangat mendukung langkah pemerintah untuk memajukan industri perkeretaapian nasional. Menurutnya, kebutuhan akan transportasi kereta api yang semakin tinggi menjadi alasan kuat untuk mengembangkan sektor ini di dalam negeri.
Advertisement
Advertisement
Pembangunan industri perkeretaapian harus didukung oleh ekosistem yang terintegrasi dengan baik. Ekosistem ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian teknis, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga pelaku industri swasta.
AHY menambahkan bahwa peran Kementerian Perindustrian dan BUMN menjadi sangat krusial dalam membangun rantai industri yang komprehensif. Rantai ini mencakup seluruh proses, mulai dari produksi hingga pengembangan teknologi.
Selain itu, pemerintah akan mengawal pengembangan trase jaringan kereta dari sisi tata ruang wilayah, kesiapan teknologi, serta integrasi dengan sistem transportasi publik di berbagai daerah. Ini memastikan bahwa pengembangan berjalan selaras dengan rencana pembangunan nasional.
Advertisement
AHY juga menekankan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Kolaborasi ini esensial agar pengembangan transportasi berbasis kereta api dapat secara efektif menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat secara luas.
Advertisement
Dalam rapat koordinasi tersebut, pemerintah menetapkan rencana ambisius untuk reaktivasi dan pembangunan jalur kereta api. Targetnya adalah mencapai total sekitar 14.000 kilometer di wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi hingga tahun 2045.
Saat ini, panjang jalur kereta di Sumatra mencapai 1.871 kilometer, namun masih membutuhkan tambahan sekitar 7.837 kilometer untuk memenuhi kebutuhan. Di Kalimantan, jaringan kereta api belum tersedia sama sekali dari kebutuhan sekitar 2.772 kilometer.
Sementara itu, di Sulawesi, jalur kereta yang telah beroperasi sepanjang 109 kilometer, dengan kebutuhan tambahan sekitar 3.284 kilometer. Pengembangan ini bertujuan untuk mengurangi biaya logistik dan ketimpangan wilayah.
Advertisement
Untuk merealisasikan pengembangan jaringan kereta api yang masif ini, pemerintah memperkirakan kebutuhan investasi mencapai Rp1.100 hingga Rp1.200 triliun hingga tahun 2045. Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Kepala BRIN Arif Satria, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Amminudin Ma’ruf, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono, dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin.
Sumber: AntaraNews