5 Pesawat Dikabarkan Angkut iPhone dari India dan China Demi Hindari Tarif Impor Donald Trump
Untuk menghindari penerapan tarif Trump yang dapat menyebabkan kenaikan harga iPhone di Amerika Serikat.
Dalam rangka mempersiapkan kebijakan tarif Trump yang akan mulai berlaku pada 9 April 2025, Apple telah mengirimkan iPhone menggunakan lima pesawat.
iPhone terbaru yang dikirim ini berasal dari Tiongkok dan India, dengan tujuan agar iPhone di pasar AS tetap dapat dijual dengan harga yang sama, tanpa terpengaruh oleh tarif Trump yang meningkat hingga 104 persen untuk barang-barang impor dari Tiongkok.
Informasi ini diperoleh dari seorang pejabat senior India, seperti yang dilaporkan oleh Times of India pada Jumat (10/4).
Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa Apple tidak berencana untuk menaikkan harga eceran di India maupun di pasar lainnya, meskipun kebijakan tarif Trump sudah diterapkan.
Untuk mengurangi dampak dari tarif tersebut, perusahaan melakukan pemindahan inventaris dari pusat-pusat manufaktur di India dan Tiongkok ke AS, meskipun saat ini bukanlah periode pengiriman yang biasa.
"Pabrik-pabrik iPhone di India dan Tiongkok serta lokasi-lokasi penting lainnya telah mengirimkan produk Apple ke AS untuk mengantisipasi tarif yang lebih tinggi," ungkap sumber yang dikutip oleh Times of India.
Simpan Stok iPhone
Apple dikabarkan melakukan penimbunan iPhone untuk menjaga harga produk mereka tetap stabil.
"Jumlah barang yang ada dengan bea masuk yang lebih rendah (sebelum tarif Trump diberlakukan) akan melindungi perusahaan secara sementara dari harga yang lebih tinggi yang harus dibayarkan untuk pengiriman baru, berdasarkan tarif pajak yang direvisi," ungkap sumber tersebut.
Selain itu, gudang Apple di Amerika Serikat dilaporkan akan tetap terisi dengan stok iPhone selama beberapa bulan ke depan.
Kenaikan tarif yang diberlakukan oleh Trump membuat pasar AS tetap menjadi lokasi penting bagi Apple. Perusahaan ini berkomitmen untuk menghindari pengalihan biaya tambahan kepada konsumen, karena hal tersebut dapat berdampak negatif pada permintaan serta margin keuntungan yang mereka harapkan.
Dengan strategi ini, Apple berusaha menjaga posisi mereka di pasar yang kompetitif.
Pindah pabrik iPhone dari China ke India?
Pemerintahan Trump sebelumnya telah mengumumkan bahwa tarif untuk India akan dikenakan sebesar 26 persen, yang mulai berlaku pada 9 April 2025. Keputusan ini berpotensi memengaruhi strategi manufaktur Apple di masa depan.
Sementara itu, barang-barang yang diimpor dari Tiongkok ke AS dikenakan tarif yang lebih tinggi. Ketidaksamaan tarif ini menciptakan insentif ekonomi yang akan mendorong percepatan peralihan manufaktur ke India.
Dengan tarif yang sangat tinggi dikenakan kepada Tiongkok, yang saat ini merupakan pusat manufaktur terbesar untuk iPhone, India mungkin akan menjadi lokasi strategis dalam rantai pasokan iPhone. Saat ini, pabrik-pabrik di India fokus pada produksi iPhone dan AirPods.