5 Ilmuwan Hebat yang Penemuannya Tak Pernah Dihargai di Zamannya
Berikut kejamnya dunia yang mengabaikan penemuan dari 5 ilmuwan hebat ini.
Tak banyak orang tahu, ada ilmuwan-ilmuwan dunia yang hebat namun namanya sperti ditelan zaman. Atau mungkin tak mendapatkan pengakuan banyak orang. Tidak seperti Albert Einstein dan Nikola Tesla, keduanya ilmuwan terpandang dan mashyur di zamannya.
Beberapa orang di balik penemuan terbesar ilmu pengetahuan modern telah gagal mendapatkan pengakuan yang layak mereka terima. Referensi ini menunjukkan bahwa penemuan-penemuan besar sering kali tidak mendapatkan pengakuan yang pantas pada waktu yang tepat.
Bahkan terkadang, kontribusi penting para ilmuwan ini baru dihargai setelah mereka tiada atau setelah penemuan tersebut divalidasi oleh orang lain.
Berikut adalah 5 ilmuwan malang yang membuat penemuan penting tetapi ditolak pada masanya dikutip dari TechnologyNetworks, Minggu (4/8).
Gregor Mendel
Mendel adalah seorang biarawan yang menemukan hukum pewarisan genetik melalui eksperimen dengan tanaman kacang polong. Meskipun penemuannya sangat penting untuk genetika modern, karyanya tidak diakui selama hidupnya dan baru dihargai setelah kematiannya sekitar 16 tahun kemudian.
Chien-Shiung Wu
Wu adalah fisikawan eksperimental yang membuktikan bahwa hukum konservasi paritas tidak berlaku untuk interaksi lemah dalam fisika partikel. Namun, rekan-rekannya, Lee dan Yang, yang mengusulkan teori tersebut, mendapatkan Hadiah Nobel tanpa menyertakan Wu.
Ignaz Semmelweis
Semmelweis adalah seorang dokter asal Hungaria yang menemukan pentingnya mencuci tangan untuk mencegah penyebaran infeksi di rumah sakit. Sayangnya, temuannya tidak diterima oleh komunitas medis saat itu dan dia meninggal dalam ketidakjelasan sebelum teorinya diakui secara luas.
Lise Meitner
Meitner adalah fisikawan yang memainkan peran penting dalam penemuan fisi nuklir, namun tidak mendapatkan pengakuan yang layak karena kontribusinya sebagian besar diabaikan oleh Komite Nobel, meskipun dia menerima lebih banyak nominasi daripada rekannya Otto Hahn yang memenangkan Hadiah Nobel.
Alice Ball
Ball adalah seorang ahli kimia yang menemukan pengobatan efektif untuk lepra, tetapi dia meninggal muda dan tidak sempat melihat kesuksesan pekerjaannya diakui. Metodenya, yang dikenal sebagai "Ball Method", kemudian diakui setelah kematiannya.