Nusron Wahid

25 Juli 2024

Berita Utama

Berita Terbaru

Berita Utama Lainnya

{{caption}}
Murka Nyoman Parta, Tantang Nusron Buka Data soal Pulau di Bali Dikuasai Asing: Menteri Jangan Beropini!

Jika yang dimaksud Nusron adalah pulau di mana orang berinvestasi dengan mekanisme PMA, menurutnya, hal itu biasa dan tidak berarti memiliki.

{{caption}}
Patahkan Ucapan Menteri ATR Ada Pulau Kecil Dikuasai Asing, Gubernur Bali: Enggak Ada! Kalau Punya Vila di Situ Ada

Gubernur Koster membantah soal pernyataan itu dan mengatakan, bahwa di pulau-pulau kecil di Bali tidak ada yang dimiliki oleh orang asing.

{{caption}}
Nusron Wahid Bongkar Fakta Mengejutkan, Ada Pulau Kecil di Bali dan NTB Dikuasai Asing

Nusron menyebut pihaknya menemukan indikasi kepemilikan pulau oleh asing.

{{caption}}
Nusron Wahid Ungkap 92 Persen Pulau Kecil di Indonesia Belum Bersertifikat

Nusron Wahid mengungkapkan fakta mengejutkan soal kondisi pulau-pulau kecil di Indonesia.

{{caption}}
Dicecar Dede Yusuf soal Tanah Warisan Bakal Diambil Negara, Menteri ATR Nusron Wahid: Tidak Betul!

"Apakah benar tanah warisan akan diambil negara?" tanya Dede.

{{caption}}
Menteri ATR/BPN: Tanah Ulayat yang Sudah Bersertifikat Sulit Diperjualbelikan

Nusron Wahid mengungkapkan bahwa tanah ulayat memiliki status hukum sehingga tidak mudah untuk diperjualbelikan.

{{caption}}
VIDEO: Keras Menohok PDIP Depan Menteri Nusron: Kita Paling Kacau Urusan Tanah & Investasi

Deddy Sitorus, menegaskan bahwa Indonesia menjadi negara paling kacau dalam urusan pertanahan dan investasi

{{caption}}
Menteri Kabinet Prabowo Sowan ke Jokowi, Nusron Tegaskan Tak Ada Matahari Kembar

Nusron menolak anggapan pertemuannya dengan tokoh partai lain menandakan ketidaksetiaan.

{{caption}}
Nusron Wahid Dapat Laporan 32 Danau di Bekasi dan Bogor Hilang

Nusron Wahid mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan sebanyak 32 situ atau danau kecil di wilayah Bekasi hingga Bogor, Jawa Barat telah hilang.

{{caption}}
Nusron Wahid Akhirnya Beberkan Alasan Ganti Rugi Tanah Mat Solar Tak Kunjung Tuntas

Menurut dia, konsinyasi itu terjadi karena dua hal. Pertama karena konflik, kedua lantaran tidak adanya kesepakatan harga.