Nusron Wahid
Berita Utama
Berita Terbaru
Berita Populer
-
Geram Masih Ada Oknum Paksa Bayar Pakai Dolar di Pelabuhan, Purbaya: Laporin ke Saya Nanti Saya Hajar Dia!
-
Purbaya: Pelemahan Rupiah dan IHSG Tak Goyahkan Fundamental Ekonomi Indonesia
-
Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, OJK Pastikan Perbankan Tetap Aman
-
Imbas Rupiah Melemah, 3 Sektor Usaha Ini Justru Berpotensi Panen Cuan
-
FOTO: Rupiah Menguat Tipis Namun Masih Bertahan di Level Rp 18 Ribu
Berita Utama Lainnya
-
-
alih fungsi lahan Menteri ATR Tegaskan Pelaku Perumahan Jangan Manfaatkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B)
-
berita kontributor Menteri Nusron Minta Koster Siapkan Warga Bali untuk Transmigrasi, Pemerintah Sediakan 3 Juta Hektar Lahan Baru
-
-
-
berita kontributor Nusron Wahid soal Polemik Pemakzulan Gus Yahya dari Ketum PBNU: Semoga Badai Berlalu
-
alih fungsi lahan Menteri Nusron: Alih Fungsi Lahan di Bali Sudah Berbahaya, Saya akan Temui Gubernur
-
-
investasi daerah Menteri ATR Nusron Wahid Soroti Enam Persoalan Tanah dan Ruang Mendesak di Makassar
-
berita update Mafia Tanah Sulit Diberantas, Menteri ATR Nusron Wahid: Sampai Kiamat Kurang 2 Hari Masih Ada
Jika yang dimaksud Nusron adalah pulau di mana orang berinvestasi dengan mekanisme PMA, menurutnya, hal itu biasa dan tidak berarti memiliki.
Gubernur Koster membantah soal pernyataan itu dan mengatakan, bahwa di pulau-pulau kecil di Bali tidak ada yang dimiliki oleh orang asing.
Nusron menyebut pihaknya menemukan indikasi kepemilikan pulau oleh asing.
Nusron Wahid mengungkapkan fakta mengejutkan soal kondisi pulau-pulau kecil di Indonesia.
"Apakah benar tanah warisan akan diambil negara?" tanya Dede.
Nusron Wahid mengungkapkan bahwa tanah ulayat memiliki status hukum sehingga tidak mudah untuk diperjualbelikan.
Deddy Sitorus, menegaskan bahwa Indonesia menjadi negara paling kacau dalam urusan pertanahan dan investasi
Nusron menolak anggapan pertemuannya dengan tokoh partai lain menandakan ketidaksetiaan.
Nusron Wahid mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan laporan sebanyak 32 situ atau danau kecil di wilayah Bekasi hingga Bogor, Jawa Barat telah hilang.
Menurut dia, konsinyasi itu terjadi karena dua hal. Pertama karena konflik, kedua lantaran tidak adanya kesepakatan harga.