Sorot
{{caption}}
Prabowo: Rupiah Lemah karena Kekayaan RI Mengalir ke Luar Negeri

{{caption}}
Prabowo Ungkap Ada BUMN Rugi Terus, 240 Langsung Ditutup

{{caption}}
Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru di Indonesia Tak Bisa Naik

{{caption}}
Hadiri Munas NU, Prabowo: Kiai dan Ulama Paling Dekat dengan Rakyat

{{caption}}
Kabar Baik di Balik Deretan Motor MBG

{{caption}}
Prabowo Puji Lagu Yalal Wathon: Ini Lebih dari Kopassus

Topik Terkait
{{caption}}
Ada Pabrik Gula Kelas Dunia tapi Warga Sengsara, Ini Potret Miris Warga Probolinggo di Zaman Penjajahan Belanda

Mereka yang tak punya tanah dipaksa bekerja di kebun milik pemerintah

{{caption}}
Nestapa Buruh Wanita di Deli, Dilecehkan & Dipaksa Melayani Bos Perkebunan

Perkebunan Tembakau Deli di Sumatera Utara mendatangkan keuntungan bagi pengusaha Belanda di era kolonial. Tapi bagi buruh, Deli mengisahkan kesengsaraan.

{{caption}}
Ngerinya Breaking Wheel, Hukum Gantung Belanda di Batavia yang Bikin Pelaku Kejahatan Tewas Terjemur

Siapapun yang mengalami hukuman ini jasadnya tidak pernah diturunkan dari roda hingga menjadi tengkorak.

{{caption}}
Menilik Kisah Orang Rantai, Sisi Gelap Tambang Batu Bara di Sawahlunto

Keberadaan Orang Rantai ini menjadi bukti perbudakan pekerja tambang yang ada di Sawahlunto.

{{caption}}
Nasib Buruk Para Noni Belanda di Indonesia Zaman Jepang, Sungguh Mengenaskan Banyak Dijadikan Wanita Penghibur

Kisah sedih para tahanan wanita asal Belanda usai tentara Jepang berhasil menguasai Nusantara.

{{caption}}
Secuil Kisah Seram Penjajahan Jepang di Jawa yang Jarang Tersorot, Pekerja Romusha Tewas Usai Vaksin

Penjajahan Jepang tak kalah kejam dari Belanda. Parahnya, pekerja Romusha sampai dijadikan kelinci percobaan vaksin mematikan.

{{caption}}
Kisah Perbudakan Petani di Perkebunan Tembakau Deli, Korbannya Ribuan Kuli Perempuan dari India

Masa kolonialisme tak lepas dari praktik perbudakan terhadap kaum pribumi bahkan warga asing yang menetap di Nusantara.

{{caption}}
Warga Lamongan Gambarkan Kejamnya Kerja Rodi Zaman Penjajah saat Karnaval Agustusan, Bikin Merinding

Warga Lamongan tampilkan kekejazam kerja rodi zaman penjajahan Belanda. Bikin nangis.

{{caption}}
Peristiwa De Zeven Provincien, Diskriminasi Rasial Awak Kapal yang Berujung Pemberontakan

Terjadinya diskriminasi rasial antara awak kabin Belanda dan Pribumi pecah di Pelabuhan Aceh pada tahun 1933 silam.

{{caption}}
Sejarah Orang-orang Jawa Imigrasi ke Pulau Sumatera, Bekerja Jadi Buruh Tani Milik Belanda

Sejak tingginya aktivitas imigrasi orang-orang Jawa ke Sumatera, mereka menetap dan membentuk sebuah komunitas.

{{caption}}
Menguak Misteri Kampung Gantungan Sirah di Kebumen, Dulu Diduga Jadi Tempat Eksekusi Mati

Saat masa penjajahan Belanda, lokasi kampung itu digunakan sebagai tempat para tentara Belanda melakukan kekerasan terhadap warga pribumi.

{{caption}}
Daerah Permukiman Penduduk di Jakarta Ini Dulunya Jadi Tempat Hukuman Gantung Era Batavia, Begini Penampakannya Kini

Gambaran eksekusi saat itu sangat menyeramkan. Terhukum mati ditaruh di atas roda yang menggantung pada sebuah tiang. Di atas sana mayatnya dibiarkan mengering

{{caption}}
Sejarah INS Kayutanam, Ruang Pendidikan di Bukittinggi Tanamkan Semangat Nasionalisme

Sebuah lembaga pendidikan menengah swasta dengan corak khusus ini menggunakan nama Belanda sebagai bentuk kamuflase agar tidak mengikuti kurikulum mereka.

{{caption}}
Pocut Baren, Panglima Perang Wanita Asal Gome yang Gigih Berjuang Melawan Belanda

Sosok pahlawan dan ulama wanita dari Serambi Mekkah ini begitu besar tekad dan kegigihannya dalam melawan Belanda demi mempertahankan tanah kelahirannya.

{{caption}}
Berkunjung ke Museum Monpera, Melihat Sejarah Hingga Mengenang Jasa Perjuangan Rakyat Membela Tanah Palembang

Museum ini dibangun untuk mengenang seluruh jasa para pejuang Palembang yang diinisasi dari berdirinya monumen perang lima hari melawan tentara Belanda.

{{caption}}
Sejarah Komando Divisi Banteng, Dari Perannya Melawan Kolonial Belanda Hingga Lahirnya Dewan Era PRRI

Sebuah komando militer yang dibentuk saat masa perjuangan kemerdekaan di Sumatera Tengah ini awalnya untuk memerangi para penjajah Belanda setelah PD II.

{{caption}}
Menilik Pulau Cingkuak, Jejak Peninggalan Portugis dalam Geliat Perdagangan Rempah di Pantai Barat Sumatera

Pulau yang terletak di Teluk Painan ini dulunya merupakan benteng pertahanan Portugis yang digunakan sebagai loji Belanda untuk perdagangan lada.

{{caption}}
Menilik Sejarah Tambang Salido Sumatra Barat, Tambang Emas Tertua di Indonesia yang Dikelola VOC

Aktivitas pertambangan di Pulau Sumatra sudah berlangsung sejak era pendudukan VOC pada abad ke-19. Tambang kemudian menjadi komoditas penting di Nusantara.

{{caption}}
Peringatan Satu Abad Jam Gadang Tegaskan Ikonik Bukittinggi dan Identitas Bangsa

Peringatan satu abad Jam Gadang di Bukittinggi menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali posisinya sebagai simbol sejarah, budaya, dan identitas bangsa, menarik perhatian nasional.

{{caption}}
Menteri Kebudayaan Dorong Reaktualisasi Ekonomi Kerakyatan Bung Hatta

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti pentingnya pemikiran Ekonomi Kerakyatan Bung Hatta sebagai landasan pembangunan nasional saat mengunjungi rumah kelahiran proklamator di Bukittinggi, Sumatra Barat.

{{caption}}
Memperkuat Hubungan Bukittinggi Belanda: Jam Gadang Saksi Sejarah Diplomasi 100 Tahun

Peringatan 100 Tahun Jam Gadang menjadi momentum Pemkot Bukittinggi untuk memperkuat Hubungan Bukittinggi Belanda, merajut diplomasi bersejarah, dan membuka peluang kerja sama global.

{{caption}}
Festival Bung Karno 2026: DKI Jakarta Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Kebudayaan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membuka Festival Bung Karno 2026, sebuah inisiatif penting untuk mengajak generasi muda merawat ingatan sejarah dan menghidupkan nilai-nilai kebudayaan bangsa.

{{caption}}
Hidayat Nur Wahid: Peran Pesantren Tak Terpisahkan dari Sejarah Bangsa Indonesia

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menegaskan bahwa peran pesantren sangat vital dan tak terpisahkan dari sejarah bangsa Indonesia, mulai dari perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan nasional.

{{caption}}
Gubernur DIY: Pelestarian Purbakala Merawat Kesadaran Asal Usul Bangsa, Dorong Hari Purbakala Nasional

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pentingnya pelestarian purbakala untuk merawat kesadaran bangsa. Gerakan Mahasabha Purbakala deklarasikan 10 butir pernyataan, termasuk usulan Hari Purbakala Nasional.