Mencicipi Kelicuk, Makanan Tradisional Suku Rejang Perpaduan Beras Ketan dan Pisang
Salah satu sajian khas masyarakat Suku Rejang memiliki bentuk yang unik seperti silinder. Pastinya, makanan ini menyehatkan.
Salah satu sajian khas masyarakat Suku Rejang memiliki bentuk yang unik seperti silinder. Pastinya, makanan ini menyehatkan.
Mencicipi Kelicuk, Makanan Tradisional Suku Rejang Perpaduan Beras Ketan dan Pisang
Indonesia memiliki beragam jenis sajian kuliner khas yang tersebar ke penjuru daerah. Setiap makanan tersebut memiliki ciri khasnya masing-masing, baik itu dari segi rasa, bahan dasar, hingga bentuknya saat disajikan.
Di Pulau Sumatra bagian Selatan tepatnya wilayah Bengkulu terdapat kelompok etnis yang mendiami tempat ini, yaitu Suku Rejang. Mereka memiliki sebuah sajian kuliner khas serta memiliki bentuk yang unik bernama Kelicuk.
(Foto: Giwang Sumsel)
Makanan yang satu ini sudah ada sejak lama. Dulunya, Kelicuk hanya disajikan saat ada perjamuan pernikahan maupun dalam kegiatan tradisi adat Rejang. Namun, saat ini Kelicuk sudah tidak lagi disajikan dalam acara-acara tersebut sehingga bisa dijumpai kapan saja.
Penasaran dengan makanan khas Suku Rejang? Simak rangkuman informasinya yang dihimpun merdeka.com dari berbagai sumber berikut ini (5/6).
Bahan Dasar Pisang dan Ketan
Kelicuk masuk ke dalam jenis kue atau kudapan. Hal ini dikarenakan bahan dasarnya yang terbuat dari beras ketan dan pisang. Untuk ketan bisa menggunakan jenis ketan putih atau hitam. Sementara buah pisangnya disarankan menggunakan yang tidak terlalu matang.
Apabila sudah disajikan, Kelicuk berbentuk seperti silinder yang dibungkus menggunakan daun pisang. Biasanya Kelicuk disantap bersama dengan tapai atau tapai siwuk.
(Foto: Cookpad)
Selain bentuknya yang unik dan khas, aroma dari Kelicuk juga sangat harum karena dibungkus menggunakan daun pisang lalu dikukus. Tentu saja, kenikmatan Kelicuk tidak ditemukan di tempat lain.
Disajikan saat Acara Besar
Mengutip berbagai sumber, makanan tradisional yang satu ini kerap hadir ketika saat ada acara-acara besar seperti perjauman pernikahan maupun kegiatan tradisi adat.
Namun seiring pergeseran zaman, banyak masyarakat setempat yang mulai meninggalkan tradisi dan budaya tersebut. Namun tidak dengan Kelicuknya, beberapa masyarakat mulai menjadikan Kelicuk sebagai jajan pasar biasa atau sekedar pencuci mulut.
Pada zaman dahulu, rupanya penyajian Kelicuk mengandung makna yang mendalam. Masyarakat Suku Rejang menganggap jika menyajikan makanan ini, diharapkan pengantin yang dirayakan tidak mengalami kemandulan atau cepat memiliki momongan.
Kemudian, ada tradisi khusus kepada keluarga yang sulit memiliki anak. Sehingga dilakukan ritual adat yang menghadirkan hidangan Kelicuk karena dipercaya manjur dan mengandung hal-hal mistis dari Kelicuk yang berbentuk kerucut.
Proses Memasak Kelicuk
Untuk membuat Kelicuk sangatlah mudah dan bahan-bahannya mudah ditemukan. Selain menggunakan pisang dan ketan, biasanya ditambahkan bahan lainnya seperti gula aren dan kelapa parut.
Prosesnya adalah mencampurkan seluruh bahan lalu diaduk merata. Kemudian dikukus adonan tadi selama kurang lebih 15 menit. Kelicuk pun sudah matang dan bisa disantap selagi hangat.
(Foto: budaya-indonesia.org)