Lewis Hamilton Mulai Balap dengan Ferrari Pekan Depan, Bakal Ciptakan Sejarah dan Rekor Baru?
Damon Hill, yang merupakan juara F1 tahun 1996, menguraikan latar belakang sejarah di balik keputusan Lewis Hamilton untuk bergabung dengan Ferrari.
Damon Hill, yang merupakan mantan juara Formula 1 tahun 1996, memberikan penjelasan mengenai latar belakang sejarah di balik keputusan Lewis Hamilton untuk bergabung dengan Ferrari. Hamilton dijadwalkan untuk berlomba dengan tim Ferrari untuk pertama kalinya di Grand Prix Australia F1, yang merupakan balapan pembuka musim yang akan berlangsung akhir pekan depan.
Kerja sama yang legendaris ini memiliki potensi untuk mengantarkan Hamilton meraih gelar juara dunia kedelapan. "Kita sedang menyaksikan bab terakhir," ujar Hill, juara F1 1996, dalam wawancaranya dengan The Telegraph.
"Dan dia sebenarnya tidak memiliki hal lain yang perlu dibuktikan. Tetapi mari kita katakan ada sedikit peluang dia meraih gelar dunia kedelapan di Ferrari, itu akan menjadi salah satu kisah yang sering muncul dalam olahraga."
Keputusan Hamilton untuk pindah ke Ferrari menjadi sorotan utama dalam dunia balap, terutama mengingat prestasinya yang sudah sangat mengesankan selama ini. Dengan pengalaman dan kemampuan yang dimilikinya, banyak yang berharap bahwa langkah ini akan membawa angin segar dalam kariernya.
Selain itu, hubungan antara Hamilton dan Ferrari bisa dianggap sebagai salah satu momen penting dalam sejarah F1. Hill menambahkan bahwa meskipun Hamilton telah mencapai banyak hal, pencapaian di Ferrari dapat menambah nilai sejarah kariernya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun sudah sukses, seorang atlet tetap memiliki ambisi dan keinginan untuk mencapai lebih banyak lagi.
Segala sesuatu mungkin dilakukan
Lewis Hamilton menghadapi setidaknya tiga pesaing utama, yaitu Fernando Alonso, Nico Rosberg, dan Sebastian Vettel. Dalam beberapa tahun terakhir, Max Verstappen muncul sebagai ancaman serius, berhasil meraih gelar juara secara beruntun dari 2021 hingga 2024, yang berarti empat kali berturut-turut. Sejak tahun 2022, dominasi Hamilton di arena balap mulai memudar. Kini, pembalap-pembalap muda seperti Charles Leclerc dan Sergio Perez semakin mengambil alih posisi yang sebelumnya dikuasai oleh pembalap asal Inggris tersebut.
Dalam konteks ini, Hamilton menggambarkan tantangannya dengan mengatakan, "Seperti Tiger Woods yang memenangkan Masters pada 2019 dengan satu kaki, atau Niki Lauda yang kembali dari hampir mati. Itu akan menjadi momen yang sangat bersejarah." Ia juga menambahkan, "Apakah itu bisa terjadi? Saya tidak berpikir itu sepenuhnya mustahil." Pernyataan ini menunjukkan keyakinan Hamilton bahwa meskipun persaingan semakin ketat, tidak ada yang tidak mungkin dalam dunia balap.
Perjalanan karier Hamilton di F1
Dalam rentang waktu dari tahun 2007 hingga 2024, peringkat yang diraih menunjukkan fluktuasi yang cukup menarik. Pada tahun 2007, posisi yang didapat adalah peringkat 2, dan pada tahun berikutnya, 2008, berhasil meraih peringkat 1. Namun, pada tahun 2009, terjadi penurunan ke peringkat 5. Selanjutnya, pada tahun 2010 dan 2011, posisi tetap berada di peringkat 4 dan 5. Pada tahun 2012, kembali ke peringkat 4, dan pada tahun 2013, posisi stabil di peringkat 4 lagi.
Memasuki tahun 2014, pencapaian meningkat pesat dengan meraih peringkat 1, yang kemudian diikuti dengan peringkat yang sama pada tahun 2015. Tahun 2016 menjadi tahun yang sedikit menurun dengan peringkat 2, namun pada tahun 2017, kembali meraih peringkat 1. Posisi ini terus dipertahankan hingga tahun 2019, di mana peringkat 1 kembali dicapai. Tahun 2020 juga tetap menunjukkan hasil yang baik dengan peringkat 1.
Namun, pada tahun 2021, terjadi sedikit penurunan menjadi peringkat 2. Tahun 2022 menunjukkan peringkat yang lebih rendah, yaitu 6, tetapi pada tahun 2023, kembali naik menjadi peringkat 3. Sayangnya, pada tahun 2024, peringkat kembali turun menjadi 7. Secara keseluruhan, "perjalanan peringkat ini mencerminkan dinamika dan tantangan yang dihadapi sepanjang waktu." Setiap tahun membawa cerita tersendiri dalam pencapaian yang diraih.