Lewis Hamilton Bisa Bertahan di Ferrari hingga Usia 43 Tahun, Gara-gara Gaji Fantastis dan Kontrak Panjang

Lewis Hamilton akan memulai musim kedua bersama Ferrari di ajang Formula 1 yang berlangsung pada tahun 2026 mendatang.

Rizki Hidayat
Oleh Rizki Hidayat - Reporter
Lewis Hamilton Bisa Bertahan di Ferrari hingga Usia 43 Tahun, Gara-gara Gaji Fantastis dan Kontrak Panjang
Pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, melambaikan tangan ke fans saat parade pembalap sebelum balapan F1 GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu (6/7/2025). (AFP/Ben Stansal) ((AFP/Ben Stansal))

Lewis Hamilton tengah mempersiapkan diri untuk menjalani musim kedua bersama Ferrari di ajang Formula 1 2026. Namun, masa depan juara dunia tujuh kali ini kembali menjadi sorotan publik.

Menurut laporan dari SportBible, Selasa (23/12/2025), terdapat klausul baru dalam kontraknya dengan Ferrari yang dapat mempengaruhi kelanjutan kariernya di Maranello. Pada musim pertamanya bersama tim asal Italia ini, Hamilton menyelesaikan F1 2025 di posisi keenam klasemen pembalap.

Sepanjang musim tersebut, pembalap asal Inggris ini menghadapi banyak tantangan dalam bersaing dengan rekan setimnya, Charles Leclerc, baik di sesi kualifikasi maupun saat balapan.

Meskipun demikian, Hamilton berhasil mencatatkan momen berharga dengan meraih satu-satunya kemenangan Ferrari di tahun 2025, yaitu pada sprint race GP China. Namun secara keseluruhan, baik Hamilton maupun Leclerc mengalami kesulitan untuk bersaing dengan tim-tim kuat seperti McLaren dan Red Bull.

Gaji Fantastis dan Kontrak Panjang, Lewis Hamilton Bisa Bertahan di Ferrari hingga Berusia 43 Tahun
Pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, melambaikan tangan ke fans saat parade pembalap sebelum balapan F1 GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu (6/7/2025). (AFP/Ben Stansal) (AFP/Ben Stansal)

Sepanjang musim 2025, performa Ferrari sangat dipengaruhi oleh masalah teknis, terutama pada bagian floor mobil SF-25 yang sudah teridentifikasi sejak balapan pembuka di GP Australia.

Mobil SF-25 diketahui beroperasi pada ketinggian yang terlalu rendah dari permukaan lintasan, sehingga berisiko mengalami diskualifikasi akibat keausan plank yang berlebihan.

Meskipun Ferrari berusaha untuk mengatasi masalah ini, desain dasar mobil tersebut memaksa Hamilton dan Leclerc untuk sering melakukan lift-and-coast selama balapan demi menjaga kondisi plank, yang pada akhirnya mengorbankan kecepatan mereka.

Kedua pembalap tersebut tidak ragu untuk mengkritik performa SF-25 sepanjang musim. Bahkan, Ferrari sempat disebut sebagai mobil kesembilan tercepat di grid pada balapan di Qatar.

Meski demikian, prinsipal tim Frederic Vasseur mengungkapkan bahwa penurunan performa tersebut juga dipengaruhi oleh aturan tekanan ban wajib yang diterapkan oleh FIA. Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, tim Ferrari harus bekerja keras untuk meningkatkan performa mobil mereka di sisa musim ini.

Spekulasi mengenai masa depan Lewis Hamilton di Ferrari semakin menguat, terutama karena usianya yang kini telah mencapai 40 tahun. Ia bersiap untuk menjalani musim kedua bersama tim asal Italia tersebut.

Hamilton juga menunjukkan tanda-tanda akan melakukan perubahan pada tim internalnya menjelang musim 2026, di mana Ferrari berharap dapat memiliki mobil yang kompetitif dalam perebutan gelar pembalap dan konstruktor. Selama ini, musim 2026 dipandang sebagai tahun kedua dari kontrak jangka panjang yang ditandatangani Hamilton sebelum musim 2025, dengan opsi perpanjangan hingga 2027.

Namun, laporan dari media Jerman, Bild, mengungkapkan informasi yang berbeda. Seperti yang dilaporkan oleh Bild, 2026 adalah tahun kedua dari kontrak tiga tahun yang telah dijamin, sementara klausul perpanjangan opsional berlaku hingga 2028.

Ini berarti jika Hamilton menyelesaikan seluruh kontraknya, dia akan berusia 43 tahun pada akhir musim 2028. Dengan situasi ini, banyak pengamat yang bertanya-tanya tentang langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Hamilton dan bagaimana Ferrari akan bersiap untuk masa depan.

Laporan terbaru mengungkapkan bahwa Hamilton diperkirakan akan menerima lebih dari 48 juta poundsterling dari kontrak yang ditandatangani bersama Ferrari untuk musim 2025. Di samping itu, ia juga dilaporkan masih mendapatkan dukungan penuh dari Frederic Vasseur, yang pernah menjabat sebagai prinsipal Hamilton saat berlaga di ART Grand Prix di GP2.

Namun, di sisi lain, Presiden Ferrari, John Elkann, dilaporkan masih memerlukan keyakinan lebih terhadap Hamilton. Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengingat Elkann terlibat langsung dalam proses perekrutan Hamilton dan sering memberikan pujian kepada juara dunia tersebut.

Sumber: SportBible

Rekomendasi