Waspadai! 10 Gejala yang Sering Muncul Bersama Demam pada Anak
Berikut adalah sepuluh gejala yang sering muncul bersamaan dengan demam ketika anak mengalami masalah kesehatan.
Demam bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala yang menunjukkan adanya penyakit. "Demam adalah reaksi alami tubuh saat menghadapi infeksi. Peningkatan suhu tubuh berfungsi untuk mengaktifkan sel-sel imun yang akan melawan bakteri atau virus," ungkap dokter spesialis anak dari Eka Hospital Permata Hijau, Vidya Sushanti dalam keterangan pers yang dikutip pada Sabtu (2/8).
Vidya juga menyebutkan bahwa terdapat 10 gejala lain yang sering muncul bersamaan dengan demam pada anak yang sedang sakit, antara lain:
- Sulit tidur atau sering terbangun;
- Kehilangan nafsu makan;
- Lemas dan lesu;
- Menggigil;
- Berkeringat;
- Pucat;
- Denyut nadi cepat;
- Batuk dan pilek;
- Diare;
- Muntah.
Demam pada anak biasanya disebabkan oleh infeksi, baik yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Beberapa jenis infeksi yang sering menyebabkan demam pada anak adalah:
- Infeksi virus: Flu, pilek, virus campak, virus cacar air, dan virus rotavirus.
- Infeksi bakteri: Infeksi telinga tengah, radang tenggorokan, pneumonia, dan infeksi saluran kemih.
- Kondisi lain: Tumbuh gigi, reaksi alergi, dan penyakit autoimun.
Secara umum, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara demam yang disebabkan oleh bakteri dan virus.
Apa saja langkah yang dapat diambil untuk mencegah demam pada anak?
Walaupun tidak selalu bisa dihindari sepenuhnya, Vidya menjelaskan bahwa terdapat beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi kemungkinan anak mengalami demam. Beberapa cara tersebut antara lain:
- Imunisasi: Melakukan imunisasi lengkap sesuai dengan jadwal yang dianjurkan dapat memberikan perlindungan kepada anak dari berbagai penyakit infeksi.
- Cuci tangan: Ajarkan anak untuk rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan dan setelah beraktivitas.
- Jaga kebersihan lingkungan: Pastikan lingkungan tempat tinggal anak terjaga kebersihannya dan sehat.
- Hindari kontak dengan orang sakit: Sebaiknya jangan membawa anak ke tempat-tempat ramai saat musim penyakit sedang berlangsung.
- Berikan nutrisi yang cukup: Menyediakan asupan nutrisi yang baik akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak.
Kapan sebaiknya Anda pergi ke dokter?
Vidya merekomendasikan agar orang tua segera membawa anak ke dokter jika demam disertai dengan gejala-gejala berikut:
- Demam tinggi yang berkepanjangan: Suhu tubuh di atas 38,5°C, terutama pada anak yang berusia di bawah 3 bulan.
- Kejang demam: Tanda-tanda kejang seperti kaku, mata melotot, dan tubuh bergetar.
- Sulit bernapas: Napas yang cepat, pendek, atau terdengar berbunyi.
- Lemah dan tidak responsif: Anak tampak sangat lemas dan tidak bereaksi terhadap rangsangan.
- Muncul ruam: Ruam merah pada kulit yang tidak hilang saat ditekan.
- Nyeri perut yang hebat: Anak mengeluh sakit perut yang sangat parah.
- Tidak mau minum: Anak menolak untuk minum dan menunjukkan tanda-tanda dehidrasi.
Penting untuk memperhatikan gejala-gejala ini, karena dapat menjadi tanda bahwa anak membutuhkan perawatan medis segera. Jika Anda melihat tanda-tanda tersebut, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Bagaimana cara menangani demam pada anak?
Tujuan penanganan demam pada anak adalah untuk menurunkan suhu tubuh serta meredakan gejala yang mungkin muncul. Ada beberapa langkah yang bisa diambil oleh orangtua di rumah, antara lain:
- Mengompres dahi, ketiak, atau selangkangan dengan air hangat dapat membantu menurunkan suhu tubuh anak.
- Penting untuk memberikan banyak cairan agar anak tetap terhidrasi dengan baik.
- Gunakan pakaian yang ringan dan nyaman, hindari pakaian yang terlalu tebal karena dapat membuat anak merasa lebih panas.
- Berikan obat penurun panas sesuai dengan rekomendasi dokter.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4208524/original/082992800_1667124589-221030_JOURNAL_Beberapa_Gejala_Permasalahan_Kesehatan_Mental_pada_Anak_S.jpg)