Waspada 'Super Flu', Prof Tjandra Minta Pemerintah Perkuat Sistem Surveilans
Prof. Tjandra mengingatkan pemerintah untuk tetap waspada terhadap virus influenza.
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof. Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan semua pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah, untuk lebih waspada terhadap super flu yang disebabkan oleh virus influenza A(H3N2) subclade K. Salah satu langkah penting yang harus diperkuat adalah pelayanan kesehatan di tingkat primer serta sistem surveilans yang terintegrasi.
"Selalu memperkuat pelayanan kesehatan, mulai dari tingkat primer yang ada di masyarakat, meningkatkan surveilans, yakni klinik dan surveilans genomik," ujar Tjandra Yoga dikutip dari Antara pada Minggu, 4 Januari 2025.
Menurut Tjandra Yoga, puskesmas, klinik, dan fasilitas kesehatan tingkat pertama memegang peranan penting dalam mendeteksi secara dini penyebaran virus influenza yang menyebabkan super flu. Di samping surveilans klinis, pemantauan berbasis genomik juga sangat diperlukan untuk memahami dinamika varian virus yang beredar di masyarakat. Ia menekankan bahwa bukan hanya pemerintah yang berperan, tetapi masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam mencegah penularan. Edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) perlu terus ditingkatkan agar masyarakat lebih memahami cara melindungi diri dan lingkungan sekitar.
"Pemerintah juga perlu melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat serta pencegahan penularan," ujarnya.
Tjandra Yoga juga mengimbau kepada warga yang merasakan gejala flu, seperti demam, batuk, dan pilek, untuk menjaga kondisi tubuh dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Penggunaan masker sangat dianjurkan agar tidak menularkan virus influenza kepada orang lain. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan penyebaran virus dapat ditekan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Hati-hati terhadap virus influenza yang dapat menyebabkan super flu
Apabila mengalami gejala flu, disarankan untuk menggunakan masker, menjaga kesehatan, dan beristirahat jika diperlukan.
"Segera berkonsultasi ke petugas kesehatan bila sakit memberat," tambahnya.
Masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada jika di satu lingkungan, seperti rumah, kantor, atau sekolah, terdapat beberapa orang dengan gejala serupa dalam waktu bersamaan. Kondisi ini perlu dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti oleh petugas kesehatan.
"Hal ini lantaran ada beberapa orang dengan gejala yang sama, apalagi kalau berat dan mendadak," tambahnya.
Tjandra Yoga juga mendorong pemerintah untuk bersikap transparan dalam memberikan informasi kepada publik mengenai perkembangan super flu atau influenza A(H3N2) subclade K. Transparansi dianggap penting agar masyarakat tetap waspada tanpa menyebabkan kepanikan. Dia menjelaskan bahwa virus influenza A(H3N2) subclade K bukanlah virus baru. Peningkatan kasus di berbagai negara seperti Jepang, Kanada, dan Amerika Serikat pada bulan Oktober lalu juga disebabkan oleh varian H3N2, terutama saat memasuki musim dingin.
Kementerian Kesehatan mengeluarkan imbauan untuk menghadapi super flu
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menegaskan bahwa super flu tidak seberbahaya COVID-19. Seperti halnya flu musiman, seseorang dapat terinfeksi virus ini lebih dari sekali. Di negara-negara tropis seperti Indonesia, lonjakan kasus super flu juga tidak sebesar di negara-negara dengan empat musim.
Meskipun demikian, Kemenkes tetap mendorong masyarakat untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara beristirahat yang cukup, berolahraga secara teratur, serta menerapkan pola hidup yang sehat. Dengan adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan risiko penyebaran virus influenza penyebab super flu dapat diminimalisir.