Waspada! Ikan Asin dan Nasi Panas Bisa Picu Kanker Nasofaring
Ikan asin memiliki kandungan senyawa nitrosamin yang bersifat karsinogenik, sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker.
Media sosial, khususnya platform X, tengah ramai membahas hubungan antara konsumsi ikan asin dan kanker nasofaring. Banyak pasien kanker nasofaring di beberapa rumah sakit diketahui memiliki kebiasaan mengonsumsi ikan asin.
Hingga Kamis, 20 Februari 2025, informasi ini telah dibaca oleh sekitar dua juta pengguna di X. Hal ini memunculkan pertanyaan: benarkah konsumsi ikan asin dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring?
Dilansir dari Merdeka.com, Jumat (21/2/2025), Profesor Aru Wisaksono Sudoyo, dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan hematologi-onkologi, menjelaskan bahwa ikan asin mengandung nitrosamin, zat yang berpotensi menyebabkan kanker. "Di ikan asin itu ada bahan yang mengandung kanker," ungkap Aru.
Selain itu, kebiasaan makan ikan asin dengan nasi panas juga meningkatkan risiko. Uap panas dari nasi dapat masuk ke dalam hidung, memicu iritasi yang berkontribusi pada kanker nasofaring, seperti yang terjadi di Indonesia, Malaysia, dan bagian Selatan Cina.
Apa Arti Larangan Mengonsumsi Ikan Asin?
Dilansir dari Merdeka.com, Jumat (21/2/2025), Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia menyarankan agar mereka yang gemar mengonsumsi ikan asin mulai mengurangi kebiasaan tersebut. Ia menekankan bahwa sebaiknya ikan asin tidak dikonsumsi sama sekali karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Menurutnya, "Kita sebaiknya mengurangi ikan asin," lanjut Aru. Hal ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap pola makan demi menjaga kesehatan tubuh, di mana mengurangi konsumsi ikan asin bisa menjadi langkah awal untuk hidup lebih sehat dan mencegah berbagai penyakit.
Apa yang Dimaksud dengan Nitrosamin?
Nitrosamin adalah senyawa yang dapat menyebabkan kanker dan sering ditemukan dalam makanan yang diawetkan dengan nitrit. Nitrit sendiri merupakan bahan pengawet yang umum digunakan untuk mengawetkan daging serta berbagai produk olahan berbahan dasar daging.
Menurut penelitian, "Nitrosamin adalah senyawa karsinogenik (penyebab kanker) yang biasa ditemukan pada makanan yang diawetkan dengan menggunakan nitrit." Meskipun penggunaannya sudah menjadi praktik umum dalam industri makanan, konsumsi produk yang mengandung nitrosamin tetap memiliki risiko bagi kesehatan.