Tips dan Rekomendasi Menu Puasa bagi Pasien Kanker agar Tetap Kuat
Menu sahur dan buka puasa yang tepat untuk pasien kanker harus mengandung gizi seimbang.
Pasien kanker payudara tidak perlu bingung memilih menu untuk sahur dan buka puasa selama bulan Ramadan. Menurut dokter spesialis bedah konsultan onkologi, Denni Joko Purwanto dari RS EMC Alam Sutera, yang terpenting adalah makanan tersebut harus bergizi seimbang.
"Yang penting makanannya itu seimbang, bergizi, memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita, tidak berlebihan, artinya kita perlu tenaga, tenaga itu dari karbohidrat, kita perlu zat-zat pembangun dari protein," ungkap Denni saat ditemui Health Liputan6.com di Jakarta Pusat, Senin (23/2).
Denni menjelaskan bahwa sumber karbohidrat dapat diperoleh dari nasi, roti, kentang, hingga ketela. Selain itu, protein sangat penting untuk perbaikan sel-sel tubuh yang juga membutuhkan asupan protein hewani dari ikan, telur, dan daging.
"Asal tidak berlebihan itu boleh, protein nabati juga ada seperti jamur," tambahnya.
Selain itu, vitamin juga sangat penting untuk membantu regulasi tubuh.
"Vitamin perlu juga karena itu untuk meregulasi (tubuh) kita, jangan lupa kita perlu vitamin D, vitamin D memang banyaknya dari susu, produk susu dibantu sinar matahari dan aktivitas fisik, walau puasa kita harus terus bergerak," jelas Denni.
Ia mengibaratkan hidup seperti mengayuh sepeda, di mana untuk tetap seimbang, kita harus terus bergerak.
"Life is like riding bicycle, if you want to keep balance you must keep moving."
Paparan Sinar Matahari untuk Pasien Kanker Payudara
Berkenaan dengan berjemur, Denni menyatakan bahwa waktu terbaik untuk berjemur adalah di pagi dan sore hari. Paparan sinar matahari yang optimal di pagi hari adalah antara pukul 08.00-10.00, sedangkan sore hari antara pukul 16.00-18.00.
"Karena memang ultravioletnya tidak terlalu merusak menembus sel kulit, tapi juga efek vitamin D-nya bagus," jelasnya.
Kegiatan berjemur ini sebaiknya dilakukan selama 30 menit, meskipun banyak perempuan yang khawatir akan muncul flek hitam di kulit akibat paparan sinar matahari. Denni juga menjelaskan bahwa berjemur sebaiknya dilakukan pada seluruh tubuh, tetapi tetap perlu perlindungan di area terbuka, terutama wajah, dengan menggunakan sunblock (tabir surya).
"Berjemur itu sebisanya sih iya (seluruh tubuh) tapi tetap perlu perlindungan di daerah-daerah terbuka terutama wajah," terangnya.
Menurut Denni, cara berjemur yang baik adalah dengan tetap bergerak.
"Memang yang paling bagus itu, di bawah sinar matahari itu sambil bergerak, berjalan, olahraga sesuai porsinya karena dengan bergerak, metabolisme kalsium dan vitamin D-nya juga baik," tutupnya.
Puasa dapat memberikan manfaat bagi pasien kanker payudara
Denni menjelaskan bahwa puasa memiliki manfaat bagi pasien kanker payudara. "Puasa itu memang bukan terapi utama, tapi penelitian menunjukkan bahwa puasa bisa memengaruhi lingkungan biologis, jadi waktu puasa itu sel-sel kita resting zone (istirahat), enggak tumbuh cepat, sehingga meningkatkan respons-respons terapi." Dalam beberapa penelitian yang dibaca Denni, puasa dapat membantu menurunkan peradangan atau inflamasi kronis serta meningkatkan sel imun.
"Bukti-bukti ilmiah saat ini sih konsisten, jadi memang hasilnya sangat menjanjikan, puasa Ramadan itu memang bisa mengatur irama sirkadian, kalau enggak puasa kan sikat sana, sikat sini, kalau puasa lebih teratur, jadi ya memang puasa dan kanker itu sangat berkolerasi. Puasa itu sebetulnya bisa meningkatkan kekuatan kita untuk melawan kanker," ujar Denni.
Namun, ia mengingatkan bahwa jika pasien sedang menjalani terapi seperti kemoterapi atau akan menjalani operasi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum memulai puasa.
"Puasa itu kan suatu ibadah yang disyariatkan untuk orang-orang yang mampu berpuasa, pada pasien kanker kan sebetulnya pasien-pasien sehat. Kecuali kalau dalam proses terapi, ikuti petunjuk dokter, mungkin yang masih kemoterapi bisa di-qadha. Tapi kalau terapinya bukan terapi utama seperti kemo dan radioterapi maupun operasi, sebetulnya aman sih puasa, bahkan bisa menyehatkan," katanya.