Tak Selalu Mistis, Kesurupan juga Bisa Dijelaskan dari Sudut Pandang Kesehatan
Kesurupan adalah kondisi ketika seseorang kehilangan identitas pribadinya dan berperilaku seperti orang lain atau makhluk lain.
Kesurupan adalah fenomena yang sering terjadi di Indonesia. Banyak orang percaya bahwa kesurupan adalah akibat dari kerasukan hantu atau roh jahat. Namun, apakah benar demikian?
Tak Selalu Mistis, Kesurupan juga Bisa Dijelaskan dari Sudut Pandang Kesehatan
Kesurupan adalah kondisi ketika seseorang kehilangan identitas pribadinya dan berperilaku seperti orang lain atau makhluk lain. Orang yang kesurupan biasanya tidak sadar akan apa yang ia lakukan dan tidak bisa mengendalikan dirinya. Menurut ilmu medis, kesurupan termasuk dalam gangguan mental yang disebut possession trance disorder.
Orang yang kesurupan juga sering menunjukkan gejala-gejala seperti berteriak-teriak, mengamuk, berbicara dengan bahasa yang tidak dikenal, atau melakukan hal-hal aneh lainnya.
Kasus-kasus kesurupan dan trance ini sering terjadi di negara-negara berkembang, seperti di India yang memiliki budaya yang mirip dengan Indonesia. Kesurupan atau possession syndrome adalah bentuk disosiasi yang sering ditemukan, dengan jumlah kejadian sekitar 1-4 persen dari populasi umum.
Mengapa Terjadi Kesurupan Massal?
Dilansir dari Laman RSUP Dr. Sardjito, awalnya, kesurupan individu terjadi sebagai reaksi yang muncul dari pengalaman atau kondisi psikologis individu itu sendiri. Mungkin ada tekanan emosional atau ketegangan yang dialami individu sebelumnya, yang memicu respons kesurupan sebagai bentuk reaksi desosiasi. Kesurupan individual biasanya berkaitan dengan perasaan dan pengalaman pribadi individu tersebut.
Namun, perubahan terjadi ketika kesurupan individu diperhatikan oleh orang lain dalam kelompok. Ketika orang lain menyaksikan individu yang mengalami kesurupan, ada potensi untuk terjadi sugesti dan pengaruh sosial. Orang-orang yang menyaksikannya dapat terpengaruh secara sugestif dan mulai mengalami kesurupan secara kolektif.
Interaksi antara individu dalam kelompok, pengaruh sosial, sugesti, dan iklim psikologis yang tercipta dalam situasi tersebut dapat memperkuat dan meluaskan fenomena kesurupan menjadi pengalaman kolektif yang melibatkan banyak individu.
Mengapa Wanita Lebih Rentan Kesurupan?
Ada beberapa faktor yang dapat menjelaskan mengapa wanita cenderung lebih rentan terhadap kesurupan dibandingkan dengan pria. Salah satu faktor tersebut adalah karakteristik psikologis dan kepribadian.
Penelitian juga menunjukkan bahwa wanita memiliki perubahan hormon yang lebih fluktuatif, terutama selama periode menstruasi dan menopause. Fluktuasi hormon ini dapat berkontribusi pada perubahan suasana hati dan keseimbangan emosional, yang dapat mempengaruhi rentan mereka terhadap kesurupan.
Tanda-Tanda Kesurupan
Menurut ilmu medis, kesurupan termasuk dalam gangguan mental yang disebut possession trance disorder. Gangguan ini ditandai dengan hilangnya kesadaran akan lingkungan sekitar dan perubahan identitas pribadi.
Beberapa tanda-tanda yang bisa menunjukkan bahwa seseorang mengalami possession trance disorder adalah:
- Kehilangan kendali atas tindakan yang dilakukan
- Kehilangan kesadaran terhadap lingkungan sekitar
- Kehilangan memori atau ingatan
- Kehilangan identitas pribadi
- Kesulitan berkonsentrasi
- Kesulitan membedakan kenyataan dan imajinasi
- Perubahan nada suara
- Perubahan perilaku
- Keyakinan yang kuat bahwa terjadi perubahan penampilan tubuh
Penyebab Kesurupan
Hingga saat ini, penyebab kesurupan belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diduga bisa memicu terjadinya gangguan mental ini, yaitu:
- Faktor genetik atau keturunan.
- Faktor lingkungan dan budaya yang memengaruhi pembentukan watak dan kepribadian seseorang
- Stres psikososial, seperti kesulitan ekonomi, kematian kerabat dekat, atau konflik agama atau budaya
- Peristiwa traumatis di masa lalu, terutama pada masa anak-anak, misalnya mengalami kekerasan seksual, terlibat dalam perang, atau menyaksikan tindakan bunuh diri