Demam Blind Box, Awas Gangguan Psikologis
Tren blind box dinilai dapat memicu perilaku adiktif jika dilakukan berlebihan. Ahli mengingatkan pentingnya kontrol diri dan literasi finansial.
Popularitas blind box terus meningkat di berbagai kalangan, terutama di kalangan kolektor mainan dan figur karakter. Sensasi mendapatkan isi kotak yang tidak diketahui sebelumnya menjadi daya tarik utama yang membuat tren ini semakin digemari.
Blind box merupakan kemasan misteri yang berisi boneka, figur koleksi, atau mainan tertentu. Dalam setiap seri biasanya terdapat karakter langka atau secret yang memiliki tingkat kelangkaan lebih tinggi dibanding karakter lainnya.
Fenomena ini membuat sebagian kolektor rela membeli banyak kotak dalam satu seri demi mendapatkan karakter yang diincar.
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Samuel Stemi, MBiomed, AIFO-K, Dipl AAAM, mengingatkan bahwa kebiasaan membeli blind box secara berlebihan dapat menimbulkan dampak psikologis jika tidak disertai kontrol diri yang baik.
“Selama masih dalam batas wajar, blind box dapat menjadi hiburan. Namun, jika dilakukan berulang tanpa kontrol, kebiasaan ini dapat berkembang menjadi perilaku yang sulit dihentikan karena adanya dorongan untuk terus mendapatkan item atau karakter tertentu yang diinginkan,” ujarnya, dikutip dari laman resmi IPB University, Selasa (9/6/2026).
Sensasi Kejutan Picu Pelepasan Dopamin
Menurut Samuel, daya tarik blind box berasal dari unsur ketidakpastian dan rasa penasaran saat membuka kotak.
Otak merespons pengalaman tersebut dengan melepaskan hormon dopamin yang berhubungan dengan rasa senang dan penghargaan. Bahkan, efeknya bisa lebih kuat dibandingkan ketika seseorang memperoleh hadiah yang sudah pasti.
Ia menjelaskan bahwa pola tersebut dapat mendorong seseorang untuk terus mengulangi pembelian demi merasakan sensasi serupa.
Dalam jangka panjang, perilaku ini berpotensi meningkatkan impulsivitas, mengurangi kemampuan menahan keinginan, hingga memicu stres akibat pengeluaran yang tidak terkontrol.
Samuel juga mengingatkan bahwa stres berkepanjangan dapat meningkatkan kadar hormon kortisol yang berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan metabolisme dan percepatan proses penuaan biologis.
Disebut Mirip Mekanisme Perilaku Adiktif
Dari sisi psikologi, Samuel menilai mekanisme yang terjadi pada blind box memiliki kemiripan dengan perilaku adiktif lainnya karena sama-sama mengandalkan sistem hadiah yang tidak pasti.
“Meskipun tidak identik secara klinis dengan judi, pola ini berada dalam spektrum perilaku adiktif yang perlu diwaspadai,” katanya.
Ia menambahkan, rasa kecewa ketika mendapatkan karakter yang tidak diinginkan atau memperoleh barang duplikat dapat memicu keinginan untuk membeli kembali.
“Dorongan untuk memperbaiki hasil inilah yang berpotensi memperkuat siklus adiksi,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Samuel menyarankan masyarakat menerapkan prinsip mindful buying dengan menetapkan batas anggaran dan frekuensi pembelian.
Ia juga menekankan pentingnya literasi finansial serta pengawasan orang tua terhadap pola konsumsi anak dan remaja.
Apabila kebiasaan membeli blind box mulai mengganggu aktivitas sehari-hari atau sulit dikendalikan, masyarakat disarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog maupun psikiater guna mendapatkan pendampingan yang tepat.