Permen Karet Bisa Bantu Kesehatan Mulut, Tapi Juga Picu Gangguan Rahang? Simak Faktanya!
Tampak sepele, kebiasaan mengunyah permen karet bisa berdampak buruk bagi kesehatan jika tak dilakukan dengan bijak.
Permen karet telah menjadi bagian dari gaya hidup modern. Dari mengusir kantuk, mengurangi stres, hingga menyegarkan napas, aktivitas mengunyah ini seolah menawarkan banyak manfaat instan. Namun, di balik sensasi manis dan tekstur kenyalnya, benarkah permen karet sepenuhnya aman untuk dikonsumsi setiap hari?
Sebagian orang mengandalkan permen karet untuk membantu mengatasi mulut kering atau mengalihkan rasa lapar sementara. Di sisi lain, tak sedikit yang mengunyahnya secara berlebihan, bahkan tanpa sadar menjadikannya kebiasaan. Sayangnya, hal ini bisa membawa konsekuensi serius bagi kesehatan, terutama pada fungsi rahang dan sistem pencernaan.
Artikel yang dilansir dari realsimple.com ini akan membahas sisi terang dan gelap dari kebiasaan mengunyah permen karet, berdasarkan pandangan para ahli kesehatan gigi. Tujuannya, agar masyarakat dapat mengambil keputusan yang bijak dalam mengonsumsi permen karet sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Sisi Negatif Mengunyah Permen Karet
1. Dapat Memicu Masalah Rahang
Mengunyah permen karet mungkin tampak sepele, tetapi bila dilakukan terus-menerus dan dalam jangka panjang, hal ini dapat menimbulkan gangguan pada sendi rahang. Dr. Catrise Austin, seorang dokter gigi kosmetik terkemuka, menjelaskan bahwa "mengunyah berlebihan, terutama dengan kekuatan penuh, bisa memicu kelelahan rahang dan memperparah gangguan temporomandibular (TMJ)."
Gangguan TMJ adalah kondisi yang memengaruhi sendi temporomandibular—sendi yang menghubungkan rahang ke tengkorak. Gejalanya bisa berupa nyeri pada rahang, sakit kepala, hingga bunyi klik saat membuka atau menutup mulut. Dr. Ashley Boling menambahkan bahwa dalam kasus langka, kebiasaan mengunyah ini bisa berkembang menjadi TMD (Temporomandibular Disorder), kondisi yang sangat menyakitkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dr. Randy Kunik pun memperingatkan agar tidak mengunyah permen karet setelah menjalani prosedur gigi seperti pemasangan mahkota, jembatan, atau operasi gigi, kecuali jika telah mendapatkan izin dari dokter gigi. Hal ini untuk menghindari risiko terganggunya proses pemulihan atau rusaknya hasil perawatan gigi.
2. Risiko dari Kandungan Bahan Tambahan
Tak hanya dari sisi mekanis, permen karet juga dapat menimbulkan masalah dari segi kandungan bahan tambahannya. Permen karet yang mengandung gula menjadi sorotan utama karena dapat membiarkan gigi terendam dalam gula dalam waktu lama. Ini membuka jalan bagi pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang.
Meski banyak orang beralih ke permen karet bebas gula, bukan berarti produk ini sepenuhnya aman. Beberapa jenis permen karet bebas gula mengandung sorbitol, sejenis alkohol gula yang bisa menyebabkan kembung, gas, atau diare jika dikonsumsi berlebihan. "Sorbitol bisa memicu masalah pencernaan pada sebagian orang," demikian catatan dari sejumlah pakar gizi.
Lebih dari itu, studi kecil menunjukkan bahwa beberapa produk permen karet dapat melepaskan partikel mikroplastik ke dalam air liur saat dikunyah. Meskipun efek jangka panjang dari paparan mikroplastik ini masih dalam penelitian, kekhawatiran akan dampaknya terhadap kesehatan manusia terus berkembang.
Manfaat Mengunyah Permen Karet Bebas Gula
1. Menjaga Kebersihan Mulut Saat Darurat
Di balik berbagai potensi efek sampingnya, mengunyah permen karet tetap memiliki sejumlah manfaat—khususnya bila dikonsumsi secara moderat dan memilih produk yang tepat. Permen karet bebas gula yang mengandung xylitol, pemanis alami, terbukti efektif dalam mencegah gigi berlubang.
Menurut Dr. Ashley Boling, “mengunyah permen karet setelah makan dapat merangsang produksi air liur, yang membantu membersihkan sisa makanan dan menetralkan asam penyebab kerusakan gigi.” Dengan kata lain, permen karet bisa menjadi semacam “pembersih mulut mini” saat seseorang tidak bisa segera menyikat gigi.
Air liur yang diproduksi saat mengunyah juga membantu mengembalikan pH mulut ke tingkat normal lebih cepat, memperkuat enamel gigi, dan mencegah mulut kering yang bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri jahat.
2. Pilihan Permen Karet Terbaik Menurut Dokter Gigi
Untuk mendapatkan manfaat maksimal dan menghindari dampak negatif, para ahli gigi menyarankan agar masyarakat memilih permen karet yang bebas gula dan mengandung xylitol. Selain itu, pilih produk yang memiliki segel persetujuan dari American Dental Association (ADA), yang menandakan produk tersebut telah melalui evaluasi ketat terkait keamanan dan manfaatnya.
Bahkan para dokter gigi pun tak ragu untuk mengunyah permen karet jenis ini—tentu dengan porsi yang bijak. Konsumsi ideal adalah satu hingga dua permen karet setelah makan utama, tidak lebih dari tiga kali sehari.
Permen karet bukanlah musuh, tetapi juga bukan pahlawan utama dalam menjaga kebersihan dan kesehatan mulut. Seperti diungkapkan oleh Dr. Austin, “permen karet itu seperti penari latar, bukan bintang utama.” Artinya, permen karet hanya dapat menjadi pelengkap dalam rutinitas kebersihan mulut, bukan pengganti menyikat gigi dan flossing.
Mengunyah permen karet bisa mendukung kebersihan mulut dan memberikan manfaat jangka pendek, asal dilakukan dengan bijak. Hindari kebiasaan mengunyah berlebihan, waspadai kandungan sorbitol dan mikroplastik, serta pilihlah permen karet bebas gula yang telah terbukti aman.
Dengan kombinasi pola makan sehat, perawatan gigi teratur, dan gaya hidup seimbang, kebiasaan kecil seperti mengunyah permen karet bisa menjadi bagian dari hidup sehat tanpa menimbulkan masalah kesehatan baru.