Penyebab Wajah Berkeringat Berlebihan dan Cara Ampuh Mengatasinya: Tips Jitu!
Wajah berkeringat berlebihan bisa mengganggu? Kenali penyebabnya, dari faktor lingkungan hingga kondisi medis, dan temukan cara efektif mengatasinya di sini!
Keringat di wajah saat cuaca panas memang menjengkelkan. Mula-mula terasa gerah, lalu lapisan keringat muncul di dahi, dan akhirnya menetes deras di pipi hingga dagu. Kondisi ini tentu membuat tidak nyaman. Lantas, apa sebenarnya penyebab wajah berkeringat dan bagaimana cara mengatasinya?
Keringat di wajah sebenarnya adalah hal yang umum. Wajah memiliki banyak kelenjar keringat yang bekerja memompa kelembapan saat cuaca panas untuk membantu tubuh tetap sejuk. Proses ini disebut termoregulasi. Jadi, pada dasarnya, semua orang mengalami keringat di wajah sampai batas tertentu. Namun, ada beberapa faktor yang membuat wajah seseorang menjadi lebih 'berair' daripada yang lain.
Dilansir dari SELF, menurut Rebecca Marcus, dokter kulit bersertifikat dan pendiri Maei MD, meskipun berkeringat adalah fungsi penting tubuh, keringat berlebihan, terutama di wajah, bisa sangat tidak nyaman dan memalukan. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?
Faktor Penyebab Wajah Berkeringat Berlebihan
Ada dua penyebab utama wajah berkeringat berlebihan. Pertama, hiperhidrosis primer, yaitu kondisi di mana kelenjar keringat terlalu aktif. Hiperhidrosis ini sebagian besar bersifat genetik dan dapat dipicu oleh panas, stres, kecemasan, serta makanan tertentu seperti kopi.
- Hiperhidrosis: Kondisi medis yang ditandai dengan produksi keringat berlebih tanpa penyebab yang jelas.
Kedua, hiperhidrosis sekunder, di mana keringat wajah dipicu oleh kondisi medis tertentu seperti kehamilan, menopause, demam, infeksi, masalah metabolisme, atau penyakit jantung. Hiperhidrosis sekunder juga dapat disebabkan oleh obat-obatan tertentu, termasuk antidepresan, opiat, dan beberapa obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).
- Tumor: Beberapa jenis tumor, seperti feokromositoma, karsinoid, dan limfoma, dapat menyebabkan keringat berlebihan.
- Penyakit Parkinson: Penyakit neurodegeneratif ini dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk keringat berlebih.
- Gangguan tiroid: Hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif) dapat menyebabkan keringat berlebihan.
- Diabetes: Meskipun tidak selalu menyebabkan keringat di wajah, diabetes dapat menyebabkan keringat malam yang berlebihan.
- Menopause: Fluktuasi hormon selama menopause dapat menyebabkan keringat malam dan keringat berlebih di siang hari.
- Cedera tulang belakang: Cedera pada tulang belakang dapat mengganggu sistem saraf yang mengatur suhu tubuh dan keringat.
- Obat-obatan tertentu: Beberapa obat, seperti antidepresan (misalnya fluoxetine), dapat menyebabkan keringat sebagai efek samping.
- Genetika: Jumlah dan aktivitas kelenjar keringat dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Jika anggota keluarga memiliki hiperhidrosis, kemungkinan besar Anda juga akan mengalaminya.
- Kelebihan berat badan: Orang dengan kelebihan berat badan cenderung berkeringat lebih banyak karena tubuh menyimpan kelebihan mineral yang harus dikeluarkan melalui keringat.
Tingkat stres, ukuran tubuh, dan usia juga dapat memengaruhi seberapa banyak Anda berkeringat, begitu pula faktor gaya hidup tertentu, seperti merokok, minum alkohol, dan mengonsumsi kafein. Normal jika sesekali mengalami hari-hari yang lebih 'berkeringat'. Akan tetapi, jika keringat tidak mereda dan mulai memengaruhi kemampuan Anda untuk menjalani kehidupan sehari-hari, mungkin inilah saatnya untuk menemui dokter.
Cara Mengatasi Wajah Berkeringat Berlebihan
Untungnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi wajah berkeringat berlebihan. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba:
- Tetap terhidrasi: Minum air yang cukup membantu mengatur suhu tubuh sehingga Anda tidak terlalu banyak berkeringat. Shoshana Marmon, dokter kulit di New York Medical College, menyarankan untuk minum air sepanjang hari, terutama jika Anda aktif secara fisik atau jika cuaca sangat panas.
- Perhatikan makanan yang memicu keringat: Beberapa makanan seperti cokelat, makanan asam, dan makanan pedas dapat memperburuk keringat pada sebagian orang. Makanan pedas mengandung capsaicin, yang mengirimkan sinyal ke otak bahwa ada sesuatu yang terbakar dan tubuh merespons dengan berkeringat untuk mendinginkannya.
Minuman berkafein, seperti kopi, dan alkohol juga dapat membuat Anda merasa gerah. Alkohol meningkatkan suhu tubuh Anda, yang menyebabkan tubuh Anda berkeringat untuk menurunkan suhunya kembali. Kopi memiliki efek serupa: Kopi meningkatkan suhu tubuh dan kulit Anda, sehingga meningkatkan respons keringat Anda.
Jika Anda perhatikan bahwa zat-zat ini membuat Anda lebih banyak berkeringat, cobalah untuk menghindarinya sebisa mungkin. Namun, jika itu tidak memungkinkan, lakukan yang terbaik untuk meminimalkan asupan kafein, alkohol, dan makanan pedas Anda, terutama saat cuaca panas.
- Gunakan antiperspiran wajah: Ada banyak antiperspiran yang dirancang khusus untuk menargetkan keringat di wajah dan kepala. Antiperspiran ini bekerja dengan cara memblokir saluran keringat di dalam dan sekitar wajah untuk mengurangi keringat.
- Bawa tisu penyerap keringat atau kipas kecil: Tisu wajah sangat praktis digunakan, mudah dibawa, dan efisien. Anda juga dapat menemukan kertas blotting di hampir semua toko obat, dan kertas ini dirancang untuk menyerap kelebihan minyak dan keringat tanpa mengganggu riasan atau mengiritasi kulit.
Trik lainnya adalah dengan membawa kipas mini atau mister wajah untuk menyemprotkan udara sejuk ke wajah kapan pun Anda merasa kepanasan.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika Anda merasa tidak dapat mengatasi keringat di wajah, sebaiknya bicarakan dengan dokter. Jika Anda menderita hiperhidrosis atau kondisi yang memicunya, ada beberapa perawatan yang dapat membantu Anda tetap kering.
Obat resep, seperti antikolinergik oral atau topikal, memblokir bahan kimia yang mengaktifkan kelenjar keringat Anda. Obat oral biasanya diminum untuk hiperhidrosis wajah dan sangat baik dalam menjaga agar tetesan keringat tidak keluar.
Pilihan lainnya adalah suntik Botox. Ketika disuntikkan di dekat dahi, Botox dapat meredakan keringat wajah dengan memblokir saraf yang mengaktifkan kelenjar keringat Anda. Suntik Botox biasanya sangat efektif untuk mengendalikan keringat berlebihan di area tubuh mana pun, dan pasti dapat digunakan untuk tujuan ini di wajah.
Tetap benar-benar kering mungkin tidak akan terjadi pada siapa pun. Akan tetapi, itu tidak berarti Anda harus hidup dalam ketakutan bahwa kulit kepala Anda akan menghasilkan banyak air setiap kali Anda keluar rumah. Jika Anda merasa malu, ingatlah bahwa kita semua di sini mencoba berpura-pura bahwa kita tidak berkeringat sebanyak yang kita lakukan. Dan jangan lupakan kipas kecil Anda!